Magelang (23/7). DPD LDII Kabupaten Magelang memanfaatkan masa libur kenaikan kelas untuk memperkuat pembinaan generasi muda melalui pengajian asrama. Kegiatan tersebut digelar selama tiga hari, 29 Juni hingga 1 Juli 2026.
Pengajian intensif tersebut dipusatkan di Masjid Al-Hikmah, Kecamatan Dukun, Magelang dan diikuti sekitar 100 peserta jenjang SMP dan SMA dari sejumlah PAC LDII di wilayah Kecamatan Dukun dan sekitarnya.
Salah satu materi utama yang diberikan adalah Kitabul Khutbah sebagai bekal memperdalam pemahaman keislaman, sekaligus membiasakan peserta menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Panitia, Cai Heidi Prabowo, mengatakan masa liburan sekolah merupakan waktu yang tepat untuk memberikan kegiatan positif bagi generasi muda. Menurutnya, pengajian asrama menjadi sarana untuk membangun keseimbangan antara peningkatan ilmu agama dan penguatan karakter.
“Kami ingin peserta memanfaatkan masa liburan untuk meningkatkan kualitas diri. Selain memperdalam ilmu agama, mereka juga belajar hidup mandiri, disiplin, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Bekal seperti ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.
Prabowo menambahkan perpaduan pembelajaran di kelas dengan aktivitas luar ruang membuat peserta lebih mudah memahami materi yang diberikan. Menurutnya, proses pembinaan akan lebih efektif ketika peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai tersebut melalui aktivitas sehari-hari.
“Kami berharap pengalaman selama pengajian asrama dapat menjadi bekal bagi peserta untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Pembinaan karakter membutuhkan proses yang terus-menerus dan melibatkan banyak aspek kehidupan,” katanya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Magelang, Gunawan Budi Sulistyo, mengapresiasi penyelenggaraan pengajian asrama sebagai bagian dari program pembinaan generasi penerus yang menjadi prioritas LDII. Ia menilai pembinaan usia remaja harus dilakukan secara terencana. Agar, mampu membentuk pribadi yang memiliki keseimbangan antara kemampuan intelektual, spiritual, dan sosial.
“Generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin melahirkan generasi yang memiliki pemahaman agama yang baik, berkarakter luhur, disiplin, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” ujar Gunawan.
Ia menambahkan DPD LDII Kabupaten Magelang akan terus memperkuat program pembinaan generasi di seluruh wilayah sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Program pembinaan yang dilaksanakan secara berkesinambungan ini juga diharapkan mampu mendukung terbentuknya generasi yang siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Hal ini sekaligus memperkuat peran LDII dalam pembangunan karakter di Kabupaten Magelang,” tutupnya.








