Mimika (14/9). DPD LDII Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan UMKM menggelar Seminar Ekonomi. Seminar berlangsung di Gedung Serbaguna DKM Miftahul Huda, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (6/9/2026).
Mengangkat tema “Koperasi Kuat, UMKM Naik Kelas: Membangun Kemandirian dan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Mimika” kegiatan diikuti masyarakat Mimika dan para pelaku usaha mikro. Kegiatan tersebut bertujuan mendorong masyarakat dan pelaku usaha mikro untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, mengatakan pemerintah daerah terbuka untuk membangun kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM dan koperasi.
Menurutnya, langkah LDII Mimika yang secara aktif melakukan pendataan serta mengoordinasikan koperasi dan UMKM binaannya, merupakan bagian penting dalam membangun sistem pemberdayaan ekonomi yang lebih tertata.
“Kami dari Pemda Mimika sangat berterima kasih dan mengapresiasi LDII Kabupaten Mimika. Melalui sosialisasi dan pendataan yang tersistem ini, kami berharap seluruh pelaku UMKM dan koperasi binaan LDII segera mendaftarkan usahanya ke dalam aplikasi UMKM Go Digital dan Online Data System (ODS) Koperasi milik Diskop UMKM Mimika,” ujar Samuel.
Ia menjelaskan, pendataan bukan sekadar persoalan administrasi. Data yang akurat menjadi dasar pemerintah dalam mengetahui kondisi pelaku usaha, menentukan bentuk pembinaan, membuka akses program pemberdayaan, sekaligus mendorong UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.
Samuel menilai kolaborasi antara Pemkab Mimika dan LDII dapat menjadi contoh positif bagi organisasi kemasyarakatan maupun organisasi kepemudaan lainnya untuk turut mengambil bagian dalam penguatan ekonomi masyarakat.
“Tidak ada waktu lagi, ini saatnya kita harus bersaing dalam dunia usaha. Kesempatan ini terbuka lebar bagi seluruh masyarakat, baik Orang Asli Papua (OAP) seperti suku Amungme dan Kamoro, warga Nusantara, maupun anak cucu perintis (Labeti) yang ada di Kabupaten Mimika. Semuanya memiliki hak yang sama untuk maju,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Mimika La Ode M. Norris Ashara mengatakan koperasi dan UMKM memiliki peran penting dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat. Mimika, menurutnya, memiliki sumber daya manusia, produk lokal, kreativitas masyarakat, serta peluang pasar yang terus berkembang.
“Kami mendorong masyarakat membuka usaha, mengembangkan usaha yang telah berjalan, meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, hingga memanfaatkan teknologi digital,” ujar Norris.

Ia juga mengajak pelaku usaha melihat kegiatan ekonomi tidak semata-mata dari sisi keuntungan. Usaha yang dikembangkan diharapkan mampu memberi manfaat bagi keluarga, membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan perekonomian masyarakat, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Semangat “berdaya, berkarya, dan bermanfaat” menjadi pesan yang dibangun LDII Mimika dalam kegiatan tersebut. Berdaya melalui peningkatan kemampuan, berkarya dengan menghasilkan produk dan jasa berkualitas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.
Norris juga mengajak warga LDII dan masyarakat Mimika memberikan perhatian lebih terhadap produk lokal. Menurutnya, membeli produk UMKM lokal bukan sekadar transaksi, tetapi juga bentuk dukungan terhadap keberlangsungan usaha masyarakat dan perputaran ekonomi di daerah.
Menurut Norris, pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, organisasi kemasyarakatan, pelaku UMKM, koperasi, akademisi, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat. Dari kolaborasi tersebut diharapkan lahir gagasan, kerja sama, dan program konkret yang terus berjalan setelah seminar berakhir.











