Sumedang (4/8). Biro Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat (EPM) DPW LDII Jawa Barat menjalin kolaborasi strategis dengan PT Pos Indonesia untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga. Sinergi tersebut diwujudkan melalui sosialisasi pengembangan jaringan Agen Pos yang digelar di Graha Aulia Jatinangor, Sumedang, pada Sabtu (1/8/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya LDII Jawa Barat dalam memperluas peluang usaha sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak wirausahawan baru. Melalui kemitraan tersebut, warga LDII didorong menjadi mitra Agen Pos yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus membuka lapangan kerja di lingkungan masing-masing.
Ketua Biro Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat DPW LDII Jawa Barat, Tulus Pribadi, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan tindak lanjut dari Academy Entrepreneur, program pembinaan kewirausahaan yang telah dijalankan LDII Jawa Barat.
“Program ini merupakan ikhtiar kami agar warga LDII memiliki sumber penghasilan yang lebih baik. Kami ingin semakin banyak warga yang berani bertransformasi dari seorang karyawan menjadi seorang pengusaha,” ujar Tulus.
Ia mengungkapkan, Biro EPM menargetkan sedikitnya 100 Agen Pos dapat terbentuk dan dikelola oleh warga LDII di seluruh Jawa Barat. “Kalau satu agen mampu mencatat omzet minimal Rp10 juta per bulan, maka akan tercipta perputaran ekonomi hingga Rp1 miliar setiap bulan dari 100 agen. Dampaknya tentu akan sangat besar bagi perekonomian masyarakat,” katanya.
Menurut Tulus, hingga saat ini telah tercatat 42 calon Agen Pos yang siap bergabung. Sebaran terbesar berasal dari Kabupaten Bandung dengan sembilan calon agen, disusul Kota Bandung sebanyak enam calon agen. Peserta lainnya berasal dari Tasikmalaya, Karawang, Bekasi, serta sejumlah daerah lain di Jawa Barat.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Barat, Dr. drg. H. Dicky Harun, Sp.Ort., menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Menurutnya, penguatan sektor ekonomi menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperbesar kontribusi terhadap pembangunan bangsa.

Ia menilai PT Pos Indonesia memiliki keunggulan berupa jaringan layanan yang menjangkau hingga tingkat kecamatan di seluruh Indonesia, sehingga membuka peluang usaha yang potensial bagi masyarakat.
“Saya melihat program ini memiliki kemanfaatan sekaligus keberkahan. Karena itu, meskipun sebelumnya belum masuk dalam rencana kerja anggaran, saya menginstruksikan agar program ini segera dijalankan sehingga warga dapat segera memanfaatkan peluang usaha yang tersedia,” ujarnya.
Dicky juga mengingatkan para calon pengusaha agar tidak ragu memulai usaha. “Menjadi pengusaha tidak cukup hanya memahami teori. Yang terpenting adalah keberanian untuk mengeksekusi. Learning by doing. Selama mau belajar, membuka pikiran, dan terus memperbaiki diri, insyaallah peluang sukses akan semakin besar,” tuturnya.
Kegiatan tersebut diikuti Dewan Pembina DPW LDII Jawa Barat, pengurus DPD LDII kabupaten dan kota se-Jawa Barat yang hadir secara luring maupun daring melalui Zoom. Sosialisasi menghadirkan narasumber dari PT Pos Indonesia, Dr. Joni Eka Putra, serta Wirastomo Dwi Purbo Jati dari PT Zoom.
Melalui kolaborasi ini, LDII Jawa Barat berharap semakin banyak pelaku usaha baru lahir dari kalangan warga. Selain memperkuat kemandirian ekonomi keluarga, program tersebut juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus memperluas akses layanan logistik nasional hingga ke berbagai daerah.









