Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Urip pisan – Hidup hanya sekali

2009/08/24
in Nasehat
0
ldii-islami-musik

ldii-islami-musik

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Salah satu mata pelajaran yang saya benci sejak memasuki bangku sekolah adalah kesenian, terutama nyanyi. Perasaan saya sudah berusaha pol – polan untuk bisa menyanyi tetapi masih saja hasilnya jelek, nggak ketulungan. Perasaan saya sudah enak, pas dan gayeng, ternyata masih menyakiti telinga orang di sana – sini, terutama yang jadi juri. Mungkin keinginan yang besar itulah yang membunuh rasa seni itu sendiri. Keinginan besar untuk jadi penyanyi, jadi sinden, wiraswara, artis, hingga mengikis jiwa seni itu sendiri. Atau memang lingkungan saya yang tidak punya jiwa seni. Hasilnya menjadikan saya orang yang tidak bisa berkesenian. Dasar wagu…!

Ditilik dari sejarah keluarga, memang tidak ada darah seni yang mengalir di garis keturunan keluarga kami. Maka tak heran, kami berlima juga tidak ada yang jago nyanyi atau seni yang lain. Kebanyakan kami berlima juga tidak suka pelajaran itu. Memainkan alat musik, gak bisa. Menggambar, kalau bisa dihindari. Uih, pokoknya agak pobhilah yang menyangkut tarik – urat leher dan tarik – garis alias menggambar ini. Namun, sebagai kompensasinya saya lebih perhatian dan lebih jeli memahami apa yang disampaikan lewat seni. Walaupun saya tidak bisa mocopat, tapi syair dan arti kalimat yang terkandung didalamnya menjadi concern saya. Pemacu jiwa, penggugah rasa dan penyejuk hidup. Banyak tembang – tembang yang menurut saya bisa menjadi perkeling, untuk sekedar memperkuat dalil atau menjadi keterangan dalil itu sendiri.

Nah, di dalam Adabul Mufrad, Imam Bukhori meriwayatkan dari Muhammad bin Sala, ia berkata telah mengabarkan kepada kami Ismail bin Ayyasy, dari Abdurrohman bin Ziyad bin An’am, dari Abdurrohman bin Rofi’ dari Abdulloh bin Amr, ia berkata, Rasululloh SAW bersabda; “Kedudukan syair itu seperti perkataan pada umumnya, baiknya seperti baiknya perkataan dan jeleknya seperti jeleknya perkataan.” (Diriwayatkan juga oleh Ad-Daruqutni (4/156) dan Al-Baihaqi (5/68))
Dari Aisyah r.a., dia berkata,”Diantara syair itu ada yang baik dan ada yang buruk, maka ambillah yang baik dan tinggalkanlah yang buruk. Aku telah banyak meriwayatkan syair – syair dari Ka’ab bin Malik yang diantaranya berbentuk qashidah yang terdiri dari 40 bait dan sebagainya.” (Rowahu Bukhori fi Adabil Mufrad dan Al-Hafidz didalam Fathul Barinya (10/539))
Menimbang atsar di atas, beberapa bait syair terasa menyentuh kalbu. Mungkin karena situasi yang mengkondisikan, karena rindu kampung halaman, sepi sendiri atau memang untaian hikmahnya yang tersembunyi di baliknya, sebagai sebuah perkeling seperti tembang Urip pisan berikut ini.

Ora susah nelangsa, yen urip iku mung sakderma.
Banda amung titipan, yen nyawa jarene gadhuan.
Tangeh lamun yen bisa, manungsa ping pindho neng ndonya.
Urip iku mung pisan, sanepane kaya jelungan.
Apa gunane murka, numpuki banda.
Lali dalan utama, nganti tumindak cidro.
Mbok iya dha ngelingi, yen pati mung sak wanci-wanci.
Kabeh mesthi tekan janji, antarane siang lan ratri.

Tidak usah bersedih, tidak usah nelangsa. Bergembiralah. Hidup itu hanya sakderma, sementara saja, menjalankan skenario – qodar yang ada.
Harta adalah titipan dari Yang Kuasa, dan nyawa adalah gadaian yang akan ditebus lagi oleh yang punya. Ia bersifat sementara.
Tidak mungkin, imposible, non sense, manusia bisa hidup dua kali di dunia ini.
Hidup itu hanya sekali, gambarannya seperti orang main petak umpet. Kalau sudah selesai main terus bubar kembali ke rumah masing – masing.
Oleh karenanya, tidak ada gunanya berbuat jahat, dan menumpuk – numpuk harta.
Lupa dengan jalan yang benar, lupa agama, sehingga ingkar janji dan berbuat jelek, curang, culas dan seenak perutnya.
Alangkah baiknya sama ingat, sama eling, bahwa mati itu sewaktu – waktu datangnya. Tidak bisa ditolak.
Semua pasti sesuai dengan janjiNya, tempo dan ajalnya, bisa datang pada waktu siang maupun malam. Semua akan mati.

Mungkin, Anda punya tembang favorit yang selalu menyentak kalbu jika didendangkan. Jangan dibuang, tapi pergunakanlah saat keimanan sedang goyang, untuk kembali memacu dan menemukan ritmenya naik lagi. Pergunakanlah saat – saat tertentu. Saat yang pas, saat dibutuhkan. Setiap orang mungkin beda, tergantung latar belakang dan pengalaman hidup yang pernah dihadapinya. Dan jika punya, jangan lupa berbagilah dengan saya.

Oleh :Faizunal Abdillah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Harfan Suyoko on LDII Bener Meriah Silaturahim dengan Wakil Bupati Bahas Pemberdayaan Umat
  • Fauzi Achmadi on Buka Musda VI LDII Kota Metro, Wali Kota Penguatan Ormas dalam Pembangunan
  • Supardo on Buka Musda VI LDII Kota Metro, Wali Kota Penguatan Ormas dalam Pembangunan
  • Supardo on LDII Hadiri Rapat Kerja Daerah MUI Jakarta Pusat Dorong Perkuat Nilai Moderasi Agama
  • Muhamad Ipa Slamet on Ketua DPP LDII: TNI Dan Ormas Harus Saling Memperkuat Jaga Kedaulatan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
ldii-islami-musik

Urip pisan – Hidup hanya sekali

August 24, 2009
DPP LDII: HDN Jadi Peringatan Pemerataan Dokter Harus Diikuti Kualitas Layanan

DPP LDII: HDN Jadi Peringatan Pemerataan Dokter Harus Diikuti Kualitas Layanan

October 24, 2026
MUI Sumedang Kunjungi DPP LDII untuk Bangun Kebersamaan Antarormas

MUI Sumedang Kunjungi DPP LDII untuk Bangun Kebersamaan Antarormas

July 13, 2026
Muswil IX 2026, Ahmad Jais Resmi Pimpin DPW LDII NTT Periode 2026-2031

Muswil IX 2026, Ahmad Jais Resmi Pimpin DPW LDII NTT Periode 2026-2031

May 25, 2026
DPK Banten Bina Kearsipan LDII Banten, Dorong Sinergi Literasi untuk Santri

DPK Banten Bina Kearsipan LDII Banten, Dorong Sinergi Literasi untuk Santri

0
LDII Banyuwangi Bekali 100 Pemuda Keterampilan Cukur Rambut

LDII Banyuwangi Bekali 100 Pemuda Keterampilan Cukur Rambut

0
LDII Bangkok Bekali Generus Putri Keterampilan Menjahit untuk Bangun Kemandirian

LDII Bangkok Bekali Generus Putri Keterampilan Menjahit untuk Bangun Kemandirian

0
Hadiri HSN di Ponpes LDII, Kakan Kemenag Kota Padang Tekankan Kemandirian Santri

Hadiri HSN di Ponpes LDII, Kakan Kemenag Kota Padang Tekankan Kemandirian Santri

0
DPK Banten Bina Kearsipan LDII Banten, Dorong Sinergi Literasi untuk Santri

DPK Banten Bina Kearsipan LDII Banten, Dorong Sinergi Literasi untuk Santri

October 26, 2026
LDII Banyuwangi Bekali 100 Pemuda Keterampilan Cukur Rambut

LDII Banyuwangi Bekali 100 Pemuda Keterampilan Cukur Rambut

October 26, 2026
LDII Bangkok Bekali Generus Putri Keterampilan Menjahit untuk Bangun Kemandirian

LDII Bangkok Bekali Generus Putri Keterampilan Menjahit untuk Bangun Kemandirian

October 26, 2026
Hadiri HSN di Ponpes LDII, Kakan Kemenag Kota Padang Tekankan Kemandirian Santri

Hadiri HSN di Ponpes LDII, Kakan Kemenag Kota Padang Tekankan Kemandirian Santri

October 26, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • DPK Banten Bina Kearsipan LDII Banten, Dorong Sinergi Literasi untuk Santri October 26, 2026
  • LDII Banyuwangi Bekali 100 Pemuda Keterampilan Cukur Rambut October 26, 2026
  • LDII Bangkok Bekali Generus Putri Keterampilan Menjahit untuk Bangun Kemandirian October 26, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

TELEGRAM

Untuk mengirim berita dari daerah Anda, silakan install aplikasi TELEGRAM lalu klik tautan berikut:

https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.