Kupang (25/5). Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi NTT menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan komitmen LDII dalam mendukung pembangunan daerah melalui peningkatan sumber daya manusia yang profesional dan religius. Muswil yang digelar di Ballroom Neo Hotel Kupang, Sabtu (23/5/2026) itu diikuti sekitar 120 peserta yang terdiri dari unsur DPP LDII, pengurus DPW NTT, serta jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten/kota se-NTT.
Dalam sidang paripurna Muswil IX LDII NTT, terpilih secara aklamasi Ahmad Jaiz sebagai Ketua DPW LDII Nusa Tenggara Timur masa bakti 2026-2031. Ahmad Jaiz yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua DPW LDII NTT itu menggantikan Ketua DPW LDII sebelumnya, Mustafa Beleng.
Dalam sambutannya usai terpilih, Ahmad Jais mengaku amanah yang dipercayakan kepadanya bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. “Amanah sebagai Ketua DPW LDII NTT periode 2026–2031 bukan sebuah hadiah ataupun simbol kekuasaan. Ini adalah tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada organisasi dan warga LDII, tetapi juga di hadapan Allah SWT,” ungkapnya.
Ia menyampaikan komitmennya untuk menjalankan organisasi dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, serta memperkuat kontribusi LDII bagi masyarakat NTT yang majemuk dan penuh keberagaman. Menurutnya, toleransi dan keharmonisan yang selama ini terjaga di NTT merupakan modal sosial yang sangat berharga.
Ahmad menegaskan, LDII NTT akan terus hadir sebagai bagian dari solusi bangsa melalui delapan klaster kontribusi LDII, mulai dari bidang keagamaan, kebangsaan, pendidikan, ekonomi syariah, hingga lingkungan hidup. “LDII NTT berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, MUI, ormas Islam, dan seluruh elemen masyarakat lintas agama demi menghadirkan dakwah yang menyejukkan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus DPW maupun DPD kabupaten/kota untuk menjaga kekompakan dan memperkuat kerja sama dalam menjalankan program organisasi ke depan. “Saya tidak bisa berjalan sendiri. Keberhasilan organisasi ini bergantung pada kebersamaan, kerja keras, dan soliditas seluruh pengurus serta warga,” ujarnya.
LDII sebagai ormas keagamaan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keharmonisan sosial, membina moral generasi muda, hingga meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan bermasyarakat. “Untuk itu diperlukan pembangunan karakter masyarakat melalui penguatan nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah tantangan zaman. LDII ingin mengambil peran di sisi tersebut,” jelas Jaiz.

Menurutnya, saat ini LDII telah memiliki kepengurusan definitif di tujuh kabupaten/kota di NTT, yakni Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Belu, Alor, Lembata, Sumba Barat, dan Ende. “Kami terus mendorong pembentukan kepengurusan di daerah-daerah lain yang memiliki potensi pertumbuhan anggota. Sebenarnya anggota dan warga LDII tersebar di seluruh 22 kabupaten/kota di NTT, termasuk di Kabupaten Sabu Raijua dan Rote Ndao, namun baru terbentuk kepengurusan di 7 kota dan kabupaten,” pungkas Jaiz.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, H. Dody Taufiq Wajaya dalam sambutan penutupan mengingatkan jajaran pengurus LDII NTT agar makin kompak dan semangat beramal sholeh. “Perkuat soliditas organisasi, meningkatkan kapasitas pengurus akar rumput, dan menyinergikan program kontribusi umat. Gerakan ini memupuk semangat beramal sholeh melalui layanan sosial, pendidikan karakter generasi penerus (generus), dan kolaborasi bersama pemerintah untuk masyarakat,” pesan Dody.
Ketum Dody juga menitikberatkan pentingnya peningkatan kapasitas pengurus di tingkat Pengurus Cabang (PC/Kecamatan) dan Pengurus Anak Cabang (PAC/Kelurahan). Pengurus grassroot wajib memiliki keterampilan komunikasi dan manajerial yang solid karena mereka adalah garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. “Kami ingin memastikan gerbong organisasi berjalan searah. Struktur tingkat bawah didorong agar mampu mengeksekusi program kerja pusat, termasuk melanjutkan “Delapan Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa”, tegas Dody.









