Bandung (30/7). Majelis Taklim (MT) Al-Fathu Pemda Kabupaten Bandung menggelar pengajian rutin bulanan bertema “Hikmah Bulan Safar”. Pengajian yang digelar pada Selasa (28/7/2026) tersebut, menjadi sarana memperkuat pemahaman mengenai Islam, agar masyarakat tidak terpengaruh kepercayaan yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Pengajian itu diisi oleh Ustadzah LDII, Umi Sa’adah yang merupakan pengurus Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) LDII Kecamatan Baleendah.
Dalam tausiahnya, Umi Sa’adah menjelaskan bahwa Islam tidak mengenal anggapan Bulan Safar sebagai bulan pembawa kesialan. Menurutnya, seorang muslim harus meyakini bahwa seluruh peristiwa terjadi atas kehendak Allah SWT, sehingga tidak mempercayai tahayul maupun kepercayaan yang tidak memiliki dasar syariat.
“Umat Islam perlu meluruskan pemahaman tentang Bulan Safar dengan kembali kepada Al Quran dan As-Sunnah, bukan kepada mitos atau kepercayaan yang tidak memiliki landasan agama,” ujarnya.
Ia menambahkan, Bulan Safar menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus menuntut ilmu agama. “Berbagai kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat umumnya muncul karena kurangnya pemahaman terhadap ajaran Islam,” ungkapnya.
Selain itu, Umi Sa’adah mengajak jamaah untuk tetap istiqamah beribadah tanpa dipengaruhi anggapan baik maupun buruk terhadap waktu atau bulan tertentu. Setiap bulan, menurutnya, menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, dan senantiasa berhusnuzan kepada Allah SWT.
Pengajian kemudian dilanjutkan dengan kajian yang disampaikan Ketua MT Al-Fathu, Enung Daruriah, dan ditutup dengan doa bersama. Melalui kegiatan rutin tersebut, MT Al-Fathu berkomitmen memperkuat pemahaman keislaman, mempererat ukhuwah, serta mendorong muslimah mengamalkan ajaran Islam berdasarkan Al Quran dan As-Sunnah.








