Jakarta (12/8). Memasuki bulan kemerdekaan pada Agustus 2026, DPP LDII resmi mencanangkan ‘Gerakan Kerja Bakti Nasional’. Perhelatan untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia tersebut mengangkat tema “Kerja Bersama Bakti untuk Negeri”.
Menurut Ketua Panitia Gerakan Kerja Bakti Nasional LDII 2026, Tri Gunawan Hadi, dengan menggelar kerja bakti nasional, berarti warga LDII melaksanakan nilai-nilai luhur bangsa. “Bangsa Indonesia dikenal dengan gotong royong dan kerja bakti. Nilai-nilai seperti ini harus terus ditumbuhkembangkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Tri.
Kerja bakti nasional ini, merupakan wujud dari rasa kebersamaan, kepedulian warga LDII dan masyarakat sekitar terhadap kebersihan lingkungan. Ia menegaskan, ‘Kerja Bakti Nasional’ ini merupakan agenda rutin tahunan LDII, yang dilaksanakan secara serentak oleh seluruh warga LDII sepanjang Agustus di seluruh Indonesia.
“Kegiatan ini meliputi membagikan bendera merah putih pada masyarakat, memasang bendera merah putih, umbul-umbul dan spanduk HUT Kemerdekaan RI. Selain itu warga LDII kami dorong melakukan bersih-bersih lingkungan, menanam pohon, memperbaiki dan membersihkan fasilitas umum,” ujar Tri Gunawan.
Melalui gotong-royong nasional itu, LDII berupaya menanamkan nilai-nilai memperkuat persaudaraan, wawasan kebangsaan, cinta tanah air, toleransi, kebersamaan dan nasionalisme pada generasi muda. “Kami harus menumbuhkan dan menggelorakan semangat nasionalisme pada warga, khususnya generasi muda. KIta wajib bersyukur atas kemerdekaan bangsa ini,” tegas Tri Gunawan yang juga Sekretaris Umum DPP LDII.
Selain aksi di lapangan, LDII juga melaksanakan kampanye digital untuk memeriahkan sekaligus meningkatkan jiwa nasionalisme generasi muda. Wakil Ketua Kelompok Kerja LDII News Network (LINES), Faishal M. Dzulfiqar, menjelaskan strategi media sosial difokuskan untuk membangun kesadaran (awareness), ketertarikan (interest), hingga aksi nyata (action). Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Lomba Pembuatan Konten Kerja Bakti Nasional.
Faishal menegaskan inisiatif digital ini menjadi penyeimbang sekaligus katalisator bagi aksi nyata di lapangan. “Kami berharap semangat dari kerja bakti ini tidak hanya terjadi di kalangan warga LDII saja, akan tetapi dapat menyebarluas dan dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja,” paparnya.
Ia mengatakan dengan adanya penyelenggaraan lomba pembuatan konten kerja bakti ini, harapannya dapat menjadi sebuah upaya untuk mendorong inisiatif peduli lingkungan kepada publik. Lomba yang terbagi menjadi kompetisi video naratif bebas format dan kompetisi foto dokumentasi ini sengaja dirancang untuk menyemarakkan semangat kerja bakti di lingkup online.
Ajang ini juga diharapkan mampu menjaring potensi kreator serta fotografer lokal di berbagai daerah. Lebih lanjut, Faishal mengungkapkan bahwa kampanye ini turut melibatkan seluruh tingkatan kepengurusan LDII, untuk ikut mempublikasikan rangkaian kerja bakti nasional yang dilaksanakan di wilayahnya masing-masing.
“Setiap pengurus diwajibkan untuk memberitakan kegiatan kerja bakti tersebut dan mempublikasikannya di platform media sosial masing-masing, sehingga gaung kepedulian dari kampanye ini semakin kuat menginspirasi masyarakat di dunia maya,” pungkasnya.











