Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Merawat Keberlangsungan NKRI: Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka

2026/08/12
in Opini
0
Ilustrasi: AI Generated, LINES.

Ilustrasi: AI Generated, LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Thonang Effendi*

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 2026 mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema ini merepresentasikan cita-cita luhur bangsa serta kerja nyata untuk mengokohkan fondasi persatuan, kedaulatan rakyat, dan pemerataan kesejahteraan.

Delapan puluh satu tahun setelah kemerdekaan, Indonesia telah membuktikan dirinya sebagai bangsa yang mampu bertahan menghadapi berbagai ujian sejarah. Krisis ekonomi, pergantian kepemimpinan nasional, bencana alam, pandemi, hingga berbagai dinamika politik berhasil dilalui tanpa menggoyahkan fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Namun demikian, tantangan terbesar yang dihadapi bangsa ini pada masa depan bukan semata persoalan ekonomi, teknologi, atau pertahanan, melainkan bagaimana menjaga kohesi sosial dan karakter kebangsaan di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi, berpikir, dan berinteraksi. Di satu sisi, kemajuan tersebut menghadirkan banyak kemudahan. Namun di sisi lain, ruang digital juga memperlihatkan gejala yang patut dicermati: menguatnya polarisasi sosial, menurunnya etika dalam ruang publik, meningkatnya sikap individualistik, serta kecenderungan memandang perbedaan sebagai ancaman, bukan kekayaan bangsa.

Dalam kondisi demikian, semangat gotong royong, tenggang rasa, dan pengabdian terhadap kepentingan bersama menghadapi tantangan yang tidak ringan. Padahal keberlangsungan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi, kecanggihan teknologi, atau melimpahnya sumber daya alam. Keberlangsungan bangsa juga ditentukan oleh karakter warga negaranya. Negara yang besar membutuhkan masyarakat yang memiliki rasa memiliki terhadap bangsanya, kesediaan untuk menjaga persatuan, kemampuan mengendalikan diri, serta kemauan untuk mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Dalam konteks itulah, kearifan lokal menjadi penting untuk kembali dibaca dan dimaknai. Indonesia dianugerahi kekayaan budaya yang menyimpan berbagai nilai luhur yang telah teruji oleh perjalanan sejarah. Salah satunya adalah warisan falsafah budaya Jawa yang sejak berabad-abad lalu mengajarkan tentang harmoni, pengabdian, tanggung jawab sosial, dan kebijaksanaan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sumber inspirasi yang tetap relevan untuk menjawab tantangan kebangsaan masa kini.

Leluhur Jawa menggambarkan cita-cita sebuah negeri melalui ungkapan “gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja”. Sebuah gambaran tentang negeri yang makmur, subur, tertata, aman, tenteram, dan sejahtera. Menariknya, kemakmuran dalam pandangan ini tidak hanya diukur dari aspek material, tetapi juga dari hadirnya ketertiban, keadilan, dan keharmonisan dalam kehidupan masyarakat. Dengan kata lain, kesejahteraan lahir dan batin harus berjalan beriringan.

Cita-cita tersebut sesungguhnya sejalan dengan tujuan bernegara yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia. Dengan kata lain, para leluhur telah mewariskan gambaran mengenai kondisi ideal sebuah negeri jauh sebelum Indonesia lahir sebagai negara modern.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, budaya Jawa menawarkan sebuah falsafah besar yang dikenal dengan istilah “Memayu Hayuning Bawana”. Falsafah ini mengandung makna memperindah, memperbaiki, dan menjaga keselamatan dunia kehidupan. Spirit Memayu Hayuning Bawana mengajarkan bahwa manusia tidak cukup hanya menikmati kehidupan, tetapi juga berkewajiban merawatnya. Ia mengandung kesadaran bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kebaikan bagi lingkungan, masyarakat, bangsa, dan generasi yang akan datang.

Bila ditarik dalam konteks kebangsaan, Memayu Hayuning Bawana dapat dipahami sebagai panggilan moral untuk ikut merawat Indonesia. Merawat persatuan, merawat kerukunan, merawat lingkungan hidup, merawat budaya bangsa, dan merawat harapan generasi mendatang. Inilah bentuk pengabdian yang melampaui kepentingan diri sendiri.

Spirit tersebut kemudian diwujudkan dalam karakter warga negara yang dirumuskan melalui pitutur “Melu Handarbeni, Melu Hangrungkebi, Mulat Sarira Hangrasa Wani”. Melu Handarbeni mengajarkan rasa ikut memiliki terhadap negeri. Ketika seseorang merasa memiliki, ia tidak akan bersikap acuh terhadap berbagai persoalan bangsa. Melu Hangrungkebi mengajarkan kesediaan untuk ikut menjaga dan membela. Sedangkan Mulat Sarira Hangrasa Wani mengingatkan pentingnya keberanian untuk melakukan introspeksi sebelum menyalahkan pihak lain.

Karakter semacam inilah yang sesungguhnya menjadi fondasi bela negara dalam arti yang lebih luas. Bela negara bukan hanya dilakukan dengan mengangkat senjata ketika bangsa menghadapi ancaman fisik, tetapi juga melalui partisipasi aktif menjaga persatuan, menaati hukum, bekerja secara profesional, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.

Keberlangsungan NKRI juga memerlukan pemimpin dan pelaksana pembangunan yang berkarakter. Dalam tradisi Jawa dikenal prinsip “Tatag, Teteg, Tutug”. Tatag berarti tangguh menghadapi berbagai tantangan. Teteg berarti teguh memegang komitmen dan prinsip yang benar. Sementara Tutug berarti menuntaskan amanah hingga selesai. Ketiga nilai tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa yang semakin kompleks.

Di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk, harmoni sosial juga perlu dijaga melalui etika dan kebijaksanaan. Ungkapan “Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti” mengajarkan bahwa kekuatan dan kemarahan pada akhirnya dapat dilunakkan oleh kasih sayang dan kebijaksanaan. Sementara pitutur “Ojo Dumeh” dan “Ojo Adigang, Adigung, Adiguna” mengingatkan agar manusia tidak terjebak dalam kesombongan akibat kekuasaan, kekuatan, maupun kepandaian yang dimilikinya. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam kehidupan demokrasi yang menuntut sikap saling menghormati dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan.

Pada akhirnya, seluruh perjalanan hidup manusia bermuara pada upaya “Nggayuh Marang Kasampurnan”, yakni ikhtiar untuk terus memperbaiki diri dan memperluas manfaat bagi sesama. Kesempurnaan dalam pandangan ini bukanlah keadaan tanpa kekurangan, melainkan proses tanpa henti untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bijaksana, dan lebih bermanfaat.

Merawat keberlangsungan NKRI sesungguhnya bukan hanya tugas negara atau pemerintah. Ia adalah tanggung jawab seluruh anak bangsa. Kearifan lokal Jawa melalui spirit Memayu Hayuning Bawana mengajarkan bahwa setiap warga memiliki peran untuk ikut memiliki, ikut menjaga, dan ikut memperbaiki negeri ini. Ketika nilai-nilai tersebut hidup dalam diri masyarakat, cita-cita menghadirkan “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja bukan sekadar impian, melainkan tujuan yang terus diupayakan bersama dari generasi ke generasi.

*Thonang Effendi, Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII. Seorang Trainer dan Praktisi Learning & People Development, pemerhati kebangsaan dan pendidikan.

Tags: kemerdekaanmerdekaNKRI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Ipa Slamet on Pemkab Subang Apresiasi Pembinaan Karakter Pemuda LDII
  • Tia Gustiara on LDII Jabar Kolaborasi dengan PT Pos Indonesia Siapkan 100 Agen Pos Baru
  • Angka DH on LDII Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Masjid Al Muhajirin
  • Angka DH on LDII Jabar Kolaborasi dengan PT Pos Indonesia Siapkan 100 Agen Pos Baru
  • Bapak Zaini on LDII Ciparay Gelar Perkemahan CAI, Perkuat Pembinaan Karakter Generasi Muda
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LDII Jabar Kolaborasi dengan PT Pos Indonesia Siapkan 100 Agen Pos Baru

LDII Jabar Kolaborasi dengan PT Pos Indonesia Siapkan 100 Agen Pos Baru

August 4, 2026
LDII Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Masjid Al Muhajirin

LDII Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Masjid Al Muhajirin

August 4, 2026
Menelisik Parameter Regulasi di Balik Status Darurat Banjir Sumatra

Menelisik Parameter Regulasi di Balik Status Darurat Banjir Sumatra

December 3, 2025
Hadiri FGD MUI, LDII dan Ormas Islam di Paser Bahas Pemahaman Keagamaan dan Pencegahan Konflik

Hadiri FGD MUI, LDII dan Ormas Islam di Paser Bahas Pemahaman Keagamaan dan Pencegahan Konflik

July 24, 2025
Tingkatkan Nasionalisme Saat HUT RI, LDII Helat Kerja Bakti Nasional dan Kampanye Digital

Tingkatkan Nasionalisme Saat HUT RI, LDII Helat Kerja Bakti Nasional dan Kampanye Digital

0
Merawat Keberlangsungan NKRI: Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka

Merawat Keberlangsungan NKRI: Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka

0
Yayasan Aziziah dan LDII Sumsel Helat Sosialisasi Program Pendidikan Tahun Ajaran Baru

Yayasan Aziziah dan LDII Sumsel Helat Sosialisasi Program Pendidikan Tahun Ajaran Baru

0
Perkuat Kebinnekaan, LDII DIY Gagas Gerakan Zero Waste

Perkuat Kebinnekaan, LDII DIY Gagas Gerakan Zero Waste

0
Tingkatkan Nasionalisme Saat HUT RI, LDII Helat Kerja Bakti Nasional dan Kampanye Digital

Tingkatkan Nasionalisme Saat HUT RI, LDII Helat Kerja Bakti Nasional dan Kampanye Digital

August 12, 2026
Merawat Keberlangsungan NKRI: Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka

Merawat Keberlangsungan NKRI: Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka

August 12, 2026
Yayasan Aziziah dan LDII Sumsel Helat Sosialisasi Program Pendidikan Tahun Ajaran Baru

Yayasan Aziziah dan LDII Sumsel Helat Sosialisasi Program Pendidikan Tahun Ajaran Baru

August 12, 2026
Perkuat Kebinnekaan, LDII DIY Gagas Gerakan Zero Waste

Perkuat Kebinnekaan, LDII DIY Gagas Gerakan Zero Waste

August 11, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Tingkatkan Nasionalisme Saat HUT RI, LDII Helat Kerja Bakti Nasional dan Kampanye Digital August 12, 2026
  • Merawat Keberlangsungan NKRI: Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka August 12, 2026
  • Yayasan Aziziah dan LDII Sumsel Helat Sosialisasi Program Pendidikan Tahun Ajaran Baru August 12, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.