Tangerang (14/9). Untuk Menjaga kerukunan umat beragama, setiap warga harus membangum komunikasi sebelum muncul persoalan di tengah masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu poin dalam kunjungan 11 pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang ke kantor LDII di wilayah tersebut, pada Minggu (31/8/2026).
Rombongan FKUB yang dipimpin Ketua FKUB Kabupaten Tangerang, Maski, disambut Ketua DPD LDII Kabupaten Tangerang, Dadan Mardiana, beserta jajaran. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi sekaligus menyusun langkah bersama dalam merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Dadan menegaskan LDII siap berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk menjaga suasana Kabupaten Tangerang tetap aman dan harmonis. Menurutnya, keberagaman harus dipandang sebagai kekuatan yang dapat mempererat persaudaraan kebangsaan.
“LDII Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus bergandeng tangan dengan seluruh elemen masyarakat dalam merawat kerukunan, memperkuat persaudaraan kebangsaan, dan bersama-sama membangun Kabupaten Tangerang yang aman, damai, harmonis, dan rukun,” ujar Dadan.
Ia mengatakan, komunikasi lintas agama perlu terus dibangun agar perbedaan tidak berkembang menjadi sekat dalam kehidupan bermasyarakat. Interaksi yang terbuka dinilai dapat melahirkan saling pengertian, kepercayaan, hingga kerja sama.
“Dari perjumpaan lahir komunikasi. Dari komunikasi tumbuh saling pengertian. Dan dari saling pengertian diharapkan tumbuh kepercayaan serta kerja sama. LDII terbuka untuk membangun komunikasi dan kerja sama dengan semua elemen, termasuk lintas agama,” lanjutnya.
Dadan juga menilai penguatan ukhuwah wathaniyah penting ditanamkan kepada generasi muda. Nilai tersebut diharapkan membentuk generasi yang terbuka, toleran, serta mampu hidup berdampingan dalam masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.
Ketua FKUB Kabupaten Tangerang, Maski, menyambut positif pertemuan tersebut dan membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara FKUB dan LDII. Salah satunya melalui pertemuan lanjutan yang melibatkan berbagai organisasi keagamaan untuk memperkuat koordinasi lintas agama.
“FKUB menyambut baik silaturahim ini. Kerja sama ini berfokus pada penguatan harmoni, kerukunan, serta keterpaduan antara FKUB dan LDII. Sebagai tindak lanjut, kami merencanakan pertemuan susulan yang melibatkan perwakilan berbagai organisasi keagamaan untuk mempererat silaturahim dan koordinasi lintas agama,” kata Maski.
Menurut Maski, perjumpaan lintas agama memiliki peran penting dalam mengikis prasangka sekaligus membangun kepercayaan. FKUB Kabupaten Tangerang berencana mendorong kegiatan bersama, termasuk Focus Group Discussion (FGD) lintas agama, sebagai ruang bertukar pandangan dan memperkuat komunikasi. “Dengan anggota LDII yang tersebar di tengah masyarakat, khususnya di kawasan pemukiman dan perumahan, kami berharap LDII dapat menjadi agent of change bersama FKUB dalam menjaga kerukunan antarumat beragama,” ungkap Maski.
Maski juga menekankan pentingnya membangun sistem peringatan dini atau early warning system sosial. Menurutnya, persoalan kerukunan tidak semestinya baru ditangani ketika konflik muncul, tetapi dapat dicegah melalui komunikasi yang berlangsung secara berkelanjutan. “Kerukunan tidak seharusnya baru menjadi perhatian ketika konflik terjadi. Komunikasi yang dibangun sejak awal akan membantu kita mengenali dan menyelesaikan potensi persoalan sebelum berkembang,” tegasnya.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan dialog, memperkuat toleransi, dan mengembangkan aksi bersama lintas elemen. FKUB dan LDII Kabupaten Tangerang berharap pola kolaborasi tersebut dapat memperkuat kerukunan sekaligus menjadi percontohan bagi daerah lain.











