Banten (31/5). Ketua DPP LDII Rulli Kuswahyudi mengajak generasi muda atau Gen Z untuk lebih bijak bermedia sosial. Hal itu ia ungkapkan pada pembukaan Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar LDII Banten, pada Jumat (29/5/2026).
Rulli memaparkan, era digital mengalihkan semua orang dari koran ke media sosial atau laman digital. “Tentunya hal itu membuat anak muda lebih melek teknologi dan paling aktif bermedia sosial,” kata dia.
Rulli menyoroti fenomena post truth akibat keterbukaan informasi mengakibatkan publik kerap lebih percaya pada disinformasi. “Post truth itu bukan kebenaran fakta, tapi menciptakan persepsi yang dibangun dengan pengulangan informasi secara terus-menerus, yang mampu menggoyahkan persepsi khalayak,” ujar Rulli.
Karena itu, ia mendorong warga LDII atau generasi muda khususnya, meningkatkan literasi digital, meramaikan media sosial dengan konten positif. “Bijak bermedia sosial, artinya harus menyaring informasi sesuai fakta, barulah membagikannya,” kata Rulli.
Senada dengan Rulli, Ketua Departemen Bidang Komunikasi, Informasi, Media (KIM) Ludhy Cahyana menyarankan agar generasi muda banyak membaca berita dulu, baru periksa media sosial. Media sosial penuh dengan opini pribadi ketimbang mewakili institusi, karena itu jauh lebih beresiko daripada media massa.
“Karena media sosial tidak bisa dipilah mana yang benar, mana yang salah. Post truth menggunakan media sosial untuk mempengaruhi khalayak,” kata dia.
DPP LDII mendorong generasi muda tidak hanya menjadi penikmat media sosial, tapi menjadikannya wadah untuk berkarya atau berkontribusi dalam membangun bangsa. Rulli mengingatkan dunia maya bisa menjadi ladang amal saleh menyebar berita mengenai LDII, melalui karya jurnalistik.
Karena itu Rulli juga mengapresiasi kinerja LDII News Network (LINES) Banten yang dinaungi Biro Komunikasi, Informasi, Media DPW LDII Banten. Ia berharap agar regenerasi dan kaderisasi terus berlangsung. “Pelatihan perlu menjadi wadah mengumpulkan generasi muda untuk diarahkan ke hal positif sekaligus sebagai kaderisasi,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung pada 29–31 Mei 2026 tersebut mengangkat tema “Optimalisasi Peran Generus LDII dalam Penguatan Literasi dan Kompetensi Jurnalistik untuk Menangkal Disinformasi di Era Digital”. Peserta berasal dari delapan DPD LDII, sekolah, hingga Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) di bawah naungan LDII Banten.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Banten Dimo Tomo Sumito mengatakan, kegiatan itu untuk mengajak generasi muda menginformasikan kegiatan LDII dari level PAC dan PC, hingga level DPD dan DPW. “Saya berharap para peserta nanti menjadi kader organisasi di lingkup Banten,” ujarnya.
Dimo juga berharap hasil pelatihan jurnalistik tersebut dapat membantu memberitakan kinerja institusi yang berada di lingkup LDII Banten, seperti sekolah, pondok, ataupun kerja sama LDII dengan organisasi lainnya.
Dalam pelatihan tersebut, 60 peserta utusan DPD LDII se-kabupaten/kota Banten memperoleh materi mengenai jurnalisme online, televisi, foto dan video jurnalistik, serta produksi konten di media sosial.









