Gunungkidul (25/5). Generasi muda LDII Kabupaten Gunungkidul menggelar kegiatan “Masak Bareng” bertema “Makanan Olahan Produk Rumah Tangga”. Acara berlangsung di kompleks Masjid Al-Husna, Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu, (17/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti remaja putri tingkat SMA hingga pranikah. Acara yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut diisi dengan pelatihan pengolahan makanan rumah tangga, yang dikemas dalam bentuk praktik langsung per kelompok. Selain menjadi sarana pengembangan keterampilan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun rasa percaya diri, kerja sama, dan kreativitas generasi muda putri LDII.
Panitia menghadirkan narasumber sekaligus mentor usaha makanan olahan rumah tangga, Nuryamjanah, yang dikenal sebagai pelaku usaha katering di Gunungkidul. Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai cara mengolah bahan sederhana menjadi produk makanan yang menarik, sehat, dan memiliki nilai ekonomi.
Peserta juga diajarkan teknik dasar pengolahan makanan, pengemasan, hingga penyajian agar hasil produk lebih menarik dan layak dipasarkan, “Keterampilan sederhana seperti memasak dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda, baik untuk kebutuhan keluarga maupun peluang usaha rumahan,” ujar Nuryamjanah.
Usai sesi demonstrasi, peserta langsung mempraktikkan pembuatan berbagai jenis makanan ringan sesuai kreativitas masing-masing kelompok per kapanewon. Berbagai perlengkapan memasak seperti alat pengukus, kompor, mixer, loyang, hingga alat penyajian telah dipersiapkan panitia untuk mendukung kelancaran kegiatan.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif karena setiap kelompok saling berdiskusi dan berinovasi dalam menyusun menu serta tampilan sajian mereka. Pendamping kegiatan, Supartinah, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada keterampilan memasak, tetapi juga pembinaan karakter generasi muda putri.
Menurutnya, kegiatan bersama seperti ini dapat melatih kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan tanggung jawab peserta dalam menyelesaikan tugas kelompok, “Kami ingin generus putri memiliki keterampilan praktis sekaligus kemampuan bekerja sama dan rasa percaya diri. Hal-hal seperti ini penting sebagai bekal menghadapi kehidupan di masa depan,” kata Supartinah.
Pada sesi penutupan, Sarilah memberikan nasihat mengenai pentingnya mempersiapkan generasi putri agar memiliki kemampuan yang seimbang antara pendidikan, keterampilan, dan akhlak. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga dan mendidik generasi penerus sehingga pembinaan karakter perlu dilakukan sejak usia remaja.
Selain praktik memasak, panitia memberikan penghargaan kepada hasil karya terbaik berdasarkan kreativitas, rasa, penyajian, dan kekompakan tim.









