Pemalang (14/10). DPD LDII Kabupaten Pemalang menggelar edukasi kesehatan reproduksi bagi 100 remaja putri. Kegiatan yang berlangsung di GOR Budi Luhur, Bojongbata, Pemalang, Jawa Tengah tersebut dihelat pada Minggu (27/9/2026).
Kegiatan ini membahas perubahan tubuh saat pubertas, kebersihan menstruasi, serta pencegahan stunting sejak usia muda. Praktisi kebidanan RSUD dr. M. Ashari Pemalang, Dhanny Arum Puspasary, menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan anatomi tubuh, perubahan fisik dan emosional selama pubertas, serta cara menjaga kebersihan organ reproduksi.
Dhanny menekankan pentingnya pemahaman kesehatan reproduksi sejak remaja. Pengetahuan tersebut membantu remaja putri mengenali perubahan tubuh dan menjaga kesehatan diri. “Remaja putri perlu memahami perubahan fisik dan psikologisnya secara tepat. Menjaga kebersihan organ reproduksi bukan sekadar kebiasaan sehari-hari, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap tubuh sendiri untuk mencegah infeksi,” ujar Dhanny.
Ia juga menjelaskan manajemen kebersihan menstruasi atau menstrual hygiene management. Remaja perlu menjaga kebersihan selama menstruasi, mengganti pembalut secara teratur, dan memperhatikan kondisi organ reproduksi untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Menurut Dhanny, edukasi reproduksi juga berperan dalam mencegah perilaku berisiko. Materi tersebut mencakup bahaya pernikahan usia anak, seks bebas, dan infeksi menular seksual. “Remaja perlu memiliki informasi yang benar agar mampu menjaga diri dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Pemahaman kesehatan reproduksi sejak dini juga membantu mereka mengenali risiko serta mengetahui kapan harus mencari bantuan tenaga kesehatan,” katanya.
Kegiatan yang diadakan bersama Penggerak Pembina Generus (PPG) ini selain mendiskusikan kesehatan reproduksi, peserta juga mendapat penjelasan mengenai pencegahan stunting. Pemahaman tentang kesehatan sejak remaja menjadi salah satu bekal untuk mempersiapkan kesehatan sebelum memasuki usia pernikahan dan kehamilan.











