Bandar Lampung (10/10). DPW LDII Lampung menghelat Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Triwulan III Tahun 2026. Acara itu diselenggarakan di Masjid Hizbullah, Bandar Lampung, Lampung. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (4/10/2026) tersebut, mengangkat tema “Penguatan Sinergi dan Kolaborasi untuk Organisasi yang Profesional dan Adaptif menuju Lampung Maju”.
“Untuk memperkuat organisasi, komunikasi menjadi salah satu kunci keberhasilan. Bangun komunikasi yang baik dengan stakeholder sesuai dengan tingkatannya,” ujar Dewan Penasihat DPW LDII Lampung, Antoni Prawiranegara.
Antoni juga berpesan, agar pengurus mampu menjadi tempat bertanya, sekaligus menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga LDII Lampung, “Maka, pengurus harus terus belajar untuk meningkatkan kualitas dirinya,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPW LDII Lampung, Heri Sensustadi mengajak para pengurus untuk memperkuat literasi organisasi, “Baca dan pahami AD/ART LDII, berita di website ldii.or.id, dan di Majalah Nuansa Persada. Dalami delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa dan penerapan 29 karakter luhur,” katanya.
Terkait dengan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, Heri mengatakan, LDII Lampung telah melaksanakan Seminar Hari Hutan Indonesia, “Yang dirangkaikan dengan kegiatan penanaman pohon. Kami juga telah melaksanakan salat Istisqa bersama pemerintah daerah, maupun secara mandiri di PC dan PAC LDII se-Lampung,” katanya.
Lebih lanjut, Ketua DPW LDII Lampung M Aditya mengajak para pengurus untuk bijak bermedia sosial, “Media sosial menjadi salah satu ruang yang mudah diakses masyarakat. Ruang publik digital, seperti media sosial, adalah etalase digital yang dapat dilihat semua orang. Apa yang disampaikan di sana, akan menajadi bagian penilaian oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, di era keterbukaan informasi ini, setiap unggahan maupun interaksi digital yang dilakukan oleh para pengurus tidak lagi sekadar menjadi ekspresi pribadi. Menurut Aditya, jejak digital tersebut secara tidak langsung akan merepresentasikan nilai, marwah, dan nama baik organisasi di mata publik luas.
“Para pengurus dan generasi muda LDII Lampung harus mampu bertransformasi menjadi produsen konten yang positif. Ruang media sosial diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana dakwah modern untuk menyebarkan pesan-pesan yang menyejukkan, edukatif, serta mengaburkan narasi negatif atau hoaks di dunia maya,” pungkas Aditya.















