Mataram (26/8). Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi ajang konsolidasi organisasi. LDII NTB juga membuat keputusan penting, yakni komitmen mendukung pembangunan daerah.
Dalam sidang paripurna Muswil VIII LDII NTB, Pada Selasa, (25/8/2026) terpilih secara aklamasi Muhammad Ramadhani sebagai Ketua DPW LDII NTB masa bakti 2026-2031. Ramadhani yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPW LDII NTB itu meneruskan kepemimpinan Abdullah A. Karim yang telah menjabat selama 4 periode.
Terpilihnya Ramadhani menunjukkan komitmen regenerasi dan kaderisasi yang bekesinambungan dalam LDII NTB. Hal ini menjadi modal berharga dalam melanjutkan roda organisasi memperkuat konsolidasi LDII di 10 kabupaten/kota se-NTB.
Dalam sambutannya usai terpilih, Ramadhani mengaku amanah yang dipercayakan kepadanya merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.
“Kami akan berusaha sekuat tenaga menjalankan organisasi dengan semangat kebersamaan, profesional, dan bertanggung jawab. Kami akan memperkuat kontribusi LDII bagi masyarakat NTB dengan bersinergi dengan pemerintah daerah, MUI, ormas Islam, dan seluruh elemen masyarakat,” paparnya.
Ia berkomitmen LDII menghadirkan dakwah yang menyejukkan dan membawa manfaat bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus DPW, DPD kabupaten/kota, PC dan PAC untuk menjaga kekompakan dan memperkuat kerja sama dalam menjalankan program organisasi ke depan.
“Kita harus bekerja keras, kompak dan solid. LDII memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keharmonisan sosial, membina moral generasi muda, hingga meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Untuk itu kita akan perkuat pembangunan karakter warga,” jelas Ramadhani.
Dalam sambutan penutupan Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya mengingatkan, LDII memiliki visi meningkatkan penguatan kader muda, kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, pengembangan delapan bidang pengabdian dan penguatan kapasitas pengurus PAC dan PC.
“Untuk itu jajaran pengurus LDII NTB agar makin kompak dan semangat beramal sholeh. Mari perkuat soliditas organisasi, meningkatkan kapasitas pengurus akar rumput, dan menyinergikan program kontribusi umat. Gerakan ini memupuk semangat beramal sholeh melalui layanan sosial, pendidikan karakter generasi penerus (generus), dan kolaborasi bersama pemerintah untuk masyarakat,” pesan Dody.
Ketum Dody menjelaskan pentingnya peningkatan kapasitas pengurus di tingkat Pengurus Cabang (PC/Kecamatan) dan Pengurus Anak Cabang (PAC/Kelurahan). Pengurus di level PAC dan PC wajib memiliki keterampilan komunikasi dan manajerial yang solid, karena mereka adalah garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
“Kami ingin memastikan gerbong organisasi berjalan searah. struktur tingkat bawah didorong agar mampu mengeksekusi program kerja pusat, termasuk melanjutkan “Delapan Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa”, tegas Dody.

Sementara itu, Ketua DPW LDII NTB periode 2021-2026 Abdullah A. Karim berpesan agar pengurus baru Menyusun program untuk bersinergi dengan prioritas pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Dengan demikian, LDII diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung terwujudnya NTB “Makmur Mendunia” melalui pembinaan mental spiritual dan kegiatan sosial yang membawa nilai Islam sebagai rahmatan lil alamin.
“NTB memiliki potensi besar, terutama sektor pariwisata dan keberadaan Sirkuit Mandalika. Namun, di balik potensi tersebut masih terdapat tantangan pembangunan seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kemiskinan dan stunting,” tegasnya.
Menurutnya kondisi tersebut menjadi salah satu alasan LDII NTB berupaya menyelaraskan delapan bidang pengabdiannya dengan kebutuhan pembangunan daerah.











