Mataram (25/8). Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang diwakili Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB H. Surya Bahari membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam acara yang digelar di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, pada Selasa (25/8/2026) itu, Surya Bahari menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) yang profesional sekaligus religius sebagai fondasi mewujudkan NTB Makmur Mendunia.
Muswil VIII LDII NTB mengusung tema “Membangun Sumber Daya Manusia Profesional Religius melalui Kolaborasi dan Sinergi Menuju NTB Makmur Mendunia”. Gubernur dalam sambutan tertulisnya itu menilai tema tersebut sangat tepat dan kontekstual dengan arah pembangunan daerah, serta sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTB 2025–2029, khususnya dalam agenda transformasi sosial dan peningkatan kualitas SDM.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan penguatan nilai spiritual dan akhlakul karimah agar kemajuan tidak melahirkan generasi yang rapuh.“Kita membutuhkan generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), sekaligus teguh memegang iman dan takwa (IMTAK),” tegas Gubernur NTB.
Gubernur menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar LDII NTB yang selama ini dinilai konsisten menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun umat, merawat moralitas bangsa dan menjaga harmoni sosial di Bumi Gora.
“Pembangunan NTB harus berakar pada kekuatan karakter masyarakat. Pemprov NTB menggulirkan sejumlah program strategis, di antaranya NTB Terampil dan Tangkas serta NTB Sehat dan Cerdas. Program tersebut diarahkan untuk memastikan generasi muda dan masyarakat memiliki keterampilan kerja yang adaptif terhadap kebutuhan industri modern, namun tetap berpegang pada nilai kesalehan dan kearifan lokal,” ujar Gubernur.
Ia juga mengajak warga LDII NTB memperluas kolaborasi melalui program Desa Berdaya. Terutama dalam pengembangan ekonomi syariah, pemberdayaan UMKM berbasis pesantren, serta penguatan ketahanan keluarga dan pangan di tingkat desa. “Kolaborasi tersebut dinilai penting agar kontribusi organisasi keagamaan dapat semakin dirasakan hingga tingkat akar rumput,” tegasnya.
Sementara itu dalam sambutannya, Ketua Umum DPP LDII Dody Taufik Wijaya menegaskan pentingnya penguatan organisasi, regenerasi kepemimpinan dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan lima tahun ke depan. “NTB memiliki potensi di bidang ekonomi, ekonomi syariah, pariwisata dan pengembangan masyarakat. Untuk itu DPP LDII mendorong peningkatan kolaborasi dan kualitas sumber daya manusia yang profesional religius,” ujar Dody.
Muswil VIII LDII NTB, menurut Dody menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, memilih dan menetapkan kepemimpinan, sekaligus menyusun arah kebijakan LDII untuk lima tahun mendatang. “Kita harus terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniah dan Ukhuwah Basyariah,” ujar Dody.
Menutup sambutannya, Dody mengapresiasi kontribusi LDII NTB melalui kegiatan dakwah bil hal dan delapan bidang pengabdian. Ia juga menyampaikan keprihatinan atas musibah kebakaran yang menimpa Desa Adat Sade dan berharap proses konservasi serta revitalisasi dapat segera dilakukan demi menjaga kelestarian budaya NTB.

Muswil diikuti oleh perwakilan 10 DPD LDII Kota dan Kabupaten se-Provinsi NTB. Selain itu hadir Dirbinmas Polda NTB Kombes Pol. Sudartomo dan Ketua DPRD NTB yang diwakili Didi Sumardi. Hadir pula Ketua MUI NTB yang diwakili Ust. Fahrul Rahman, Buya Muhammad Subki Sasaki, para tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Forum ini diharapkan menghasilkan langkah strategis yang mampu memperkuat peran LDII dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi, pembinaan generasi muda, serta pembangunan sumber daya manusia. Dengan semangat kolaborasi dan sinergi, LDII NTB menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah, menuju NTB yang makmur, profesional, religius, berdaya saing dan mendunia.











