Bontang (29/5). DPD LDII Kota Bontang menggelar pengajian bersama para mubaligh di Masjid Baitul Musthofa, Bontang Barat, Bontang, Kalimantan Timur. Pengajian yang dihelat pada Minggu (24/5/2026) tersebut dihadiri Ketua MUI Kota Bontang, KH Misbahul Munir.
Pada kesempatan itu, KH Misbahul memberikan tausiyah agama sekaligus menjalin silaturahmi dengan para juru dakwah LDII. Menurut Ketua DPD LDII Kota Bontang, Anton Kuswanto, kegiatan tersebut menegaskan komitmen LDII untuk terus bersinergi dengan MUI sebagai payung besar organisasi Islam. “Keberadaan Ketua MUI menjadi simbol kuat kolaborasi dan soliditas antarormas Islam di Kota Bontang,” ujar Anton.
Menurutnya, sinergi antara LDII, MUI, dan pemerintah daerah sangat penting untuk menjaga keharmonisan masyarakat, terutama di kota yang dikenal memiliki keragaman suku, budaya, dan agama.
Dalam tausiyahnya KH Misbahul Munir tak hanya bicara soal ibadah. Ia menyoroti pentingnya menjaga persaudaraan dan persatuan bangsa. “Sebagai hamba Allah, kita harus senantiasa rukun kepada masyarakat karena itu nikmat yang diberikan Allah kepada kita,” katanya.
Ia mengajak para juru dakwah bisa tetap tenang menghadapi dinamika sosial yang kerap memunculkan gesekan di masyarakat. Dalam ceramahnya, KH Misbahul Munir menekankan pentingnya menjaga ukhuwah, persatuan dan persaudaraan yang telah Allah berikan kepada manusia.
“Sebagai hamba Allah, kita harus senantiasa rukun kepada masyarakat karena itu nikmat yang diberikan kepada kita, baik nikmat persatuan, persaudaraan, maupun kesempatan untuk rukun beribadah yang penuh berkah ini,” ujarnya.
KH Munir juga mengingatkan sejarah Indonesia dibangun di atas semangat persatuan. Karena itu, ia meminta umat Islam tidak memberi ruang atas perpecahan. Ia berpesan, jangan sampai memberi celah sehingga tidak rukun. Sejarah kemerdekaan Indonesia, dilandasi semangat persatuan dan kesatuan.
“Jangan sampai memberi celah, sehingga tidak rukun. Untuk itu, kita harus pegang empat hal kunci keberlangsungan bangsa dan negara Indonesia ini, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945,” paparnya.
Selain itu, KH Munir juga menekankan empat fondasi penting keberlangsungan bangsa Indonesia. “Yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Menurutnya, empat pilar itu harus terus dijaga bersama agar kehidupan berbangsa tetap harmonis,” tegas KH Munir.
Sementara itu, Anton Kuswanto menegaskan forum pengajian bukan hanya membahas ritual ibadah. LDII, kata dia, juga menanamkan wawasan kebangsaan, toleransi, dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat. “Melalui forum pengajian, LDII tidak hanya menekankan aspek ritual ibadah, tetapi juga wawasan kebangsaan serta tanggung jawab sosial sebagai warga negara,” ujarnya.
Anton menambahkan, pengajian tak hanya menjadi ruang dakwah, tetapi juga medium memperkuat stabilitas sosial di tengah masyarakat majemuk. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan buku “Nilai-nilai Kebajikan dalam Jama’ah LDII”, majalah Nuansa, serta ramah-tamah bersama jajaran pengurus LDII Kota Bontang.









