Karawang (12/8). Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang melakukan kunjungan silaturahim ke DPD LDII Kabupaten Karawang. Pertemuan yang dilaksanakan pada Kamis (6/8/2026) untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antarlembaga, dalam mendukung pembinaan kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan di Kabupaten Karawang.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Karawang, Dedi Surnadi memperkenalkan struktur kepengurusan beserta tugas dan fungsi masing-masing bidang. Pembahasan mencakup bidang organisasi, dakwah, pembinaan umat, hingga administrasi sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi dan pelaksanaan program kerja. “Pengenalan struktur kepengurusan menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang terbuka dengan berbagai pihak,” ungkapnya.
Menurutnya, sinergi antarlembaga keagamaan penting untuk mendukung kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, “Sinergi antarlembaga keagamaan diperlukan agar berbagai program yang dijalankan dapat saling mendukung dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain membahas kepengurusan dan program organisasi, DPD LDII Kabupaten Karawang menyampaikan rencana pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VIII LDII Kabupaten Karawang yang dijadwalkan pada 19 September 2026. “Kami turut mengundang MUI Kabupaten Karawang untuk menghadiri MUSDA ini sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang komunikasi dan sinergi yang lebih luas,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Karawang, KH Asep Nazarudin, mengapresiasi penerimaan serta komunikasi yang telah terjalin dengan DPD LDII Kabupaten Karawang, “Hubungan baik antarlembaga keagamaan penting untuk menjaga kebersamaan dan mendukung kehidupan masyarakat yang harmonis,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan kesediaan MUI Karawang untuk menghadiri Musda VIII LDII Kabupaten Karawang pada 19 September 2026, “Semoga pertemuan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahim dan kolaborasi dalam bidang keagamaan maupun sosial kemasyarakatan,” tutupnya. (KIM/Karawang)











