Magelang (6/10). DPD LDII Kabupaten Magelang menggelar Generus Talks #7 yang diikuti 70 juru dakwah LDII. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (16/9/2026) tersebut dihelat di Aula Al-Manshurin, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.
Mengusung tema “Mubaligh Berani Menentukan Pilihan Masa Depan”, forum ini membahas pengembangan diri, pendidikan, karier, dan penguatan kapasitas keilmuan. Peserta juga mendapat materi untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional dan menentukan langkah setelah menyelesaikan pendidikan.
Ketua Panitia Aziz Nurwahyuanto mengatakan mubaligh perlu memiliki arah pengembangan diri. Kemampuan berdakwah juga perlu disertai kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas.
“Menjadi mubaligh adalah sebuah amanah. Kita juga perlu memikirkan masa depan. Ada yang ingin melanjutkan pendidikan, membangun karier, atau memperdalam ilmu agama. Setiap pilihan membutuhkan persiapan agar langkah yang diambil lebih terarah,” ujar Aziz.
Generus Talks #7 menghadirkan Pandi Hartono dan Rofik Berlian Sultony sebagai narasumber. Keduanya membahas sejumlah pilihan pengembangan diri, mulai dari pendidikan tinggi melalui beasiswa, karier profesional di dalam dan luar negeri, hingga pengembangan keilmuan dan pengabdian di bidang keagamaan.
Pandi Hartono menyoroti kesiapan karakter saat memasuki lingkungan profesional. Ia mengatakan kemampuan akademik dan keterampilan teknis perlu berjalan bersama integritas, tanggung jawab, dan kedisiplinan.
“Dunia profesional tidak hanya melihat kemampuan teknis. Cara bekerja juga menjadi perhatian. Integritas, tanggung jawab, kedisiplinan, dan karakter luhur perlu dibangun sejak sekarang,” ujar Pandi.
Menurut Pandi, kebiasaan baik perlu dibentuk sebelum seseorang memasuki dunia kerja. Ia juga mendorong peserta mengenali kemampuan diri dan membangun kebiasaan belajar secara konsisten.
Sementara itu, Rofik Berlian Sultony mengajak peserta mengenali potensi diri sebelum menentukan pilihan. Ia membahas pentingnya keberanian mengambil langkah serta kemauan untuk terus mengembangkan kemampuan.
“Setiap orang memiliki potensi yang berbeda. Kenali kemampuan diri, tentukan tujuan, lalu mulai mengambil langkah. Proses belajar juga perlu terus berjalan setelah seseorang memilih bidang yang ingin ditekuni,” kata Rofik.











