Nganjuk (1/9). Bagi Intan Nurina Zamharira, kesempatan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Pattani, Thailand, bukan sekadar perjalanan ke luar negeri. Mahasiswi Institut Teknologi dan Sains Mandala, Jember, itu mendapat ruang untuk belajar, berbagi, dan mengenal kehidupan masyarakat di Thailand Selatan.
Rira, sapaan Intan Nurina Zamharira, menjadi bagian dari 81 mahasiswa Indonesia dari berbagai perguruan tinggi yang mengikuti program KKN Internasional di Pattani. Selama berada di sana, para mahasiswa menjalankan kegiatan pengabdian sekaligus berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungan pendidikan setempat.
Di ruang-ruang kelas, pengalaman Rira bertemu dengan anak-anak usia TK hingga SMP. Ia dan rekan-rekannya mengemas pembelajaran agar lebih mudah diterima peserta didik. Matematika, misalnya, disampaikan dengan pendekatan yang menyenangkan agar siswa tidak melihat pelajaran tersebut sebagai sesuatu yang sulit.
Tidak berhenti pada angka dan rumus, Rira yang aktif di pengajian LDII itu, juga ikut mengenalkan ilmu ekonomi sejak dini. Baginya, anak-anak perlu dikenalkan dengan pengetahuan yang dekat dengan kehidupan mereka agar memiliki cara pandang yang lebih luas sejak kecil.
Pertemuan lintas budaya juga menjadi bagian penting dari pengalaman tersebut. Rira turut mengenalkan Bahasa Melayu sekaligus belajar memahami keberagaman bahasa dan budaya yang hidup di Thailand Selatan.

KKN itu akhirnya menjadi perjalanan dua arah. Rira tidak hanya datang untuk membawa pengetahuan dari Indonesia, tetapi juga pulang dengan pengalaman baru setelah berinteraksi dengan masyarakat Pattani.
Bagi Rira, pengalaman tersebut memperluas pandangannya tentang arti belajar dan mengabdi. Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas atau kampus, tetapi juga melalui pertemuan dengan orang-orang, budaya, dan lingkungan yang berbeda.
“Menjadi anak muda bukan hanya tentang memiliki mimpi, namun juga tentang berani mengambil langkah untuk mewujudkannya,” ujar Rira.
Perjalanan Rira dari Lengkong, Nganjuk, menuju Pattani menjadi salah satu gambaran bahwa generasi muda memiliki ruang yang luas untuk berkembang. Melalui pendidikan, kemampuan beradaptasi, dan keberanian mengambil kesempatan, pengabdian dapat dilakukan melampaui batas daerah bahkan negara.











