Kebumen (23/5). Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 dimanfaatkan DPD LDII Kabupaten Kebumen untuk mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kebumen mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Terkait tema tersebut LDII menilai pendidikan tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan bersama antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Ketua DPD LDII Kabupaten Kebumen, Gunardi, mengatakan Hari Pendidikan Nasional jadi pengingat pentingnya peran pendidikan dalam menentukan masa depan bangsa. Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat.
“Pendidikan harus mampu membentuk manusia yang memiliki ilmu pengetahuan sekaligus akhlak dan tanggung jawab sosial. Keduanya tidak bisa dipisahkan,” ujarnya, pada Jumat, (2/5).
Gunardi menilai konsep “partisipasi semesta” dalam pendidikan perlu diterapkan secara nyata di lingkungan masyarakat. Ia mengatakan pembinaan generasi muda tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah atau pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan sosial.
Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan baik, disiplin, serta budaya belajar sejak usia dini. “Ketika pendidikan di sekolah didukung pembinaan di keluarga dan lingkungan masyarakat, hasilnya akan jauh lebih baik dalam membentuk karakter anak,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya menyiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Menurut Gunardi, Indonesia membutuhkan sumberdaya manusia yang mampu bersaing secara global tanpa kehilangan nilai moral dan budaya bangsa, “Kami ingin generasi muda memiliki keseimbangan antara kemampuan intelektual, akhlak, dan kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.
Gunardi mengatakan pendidikan karakter perlu dilakukan secara konsisten agar generasi muda terbiasa hidup jujur, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, “Keteladanan dari orang tua, guru, dan tokoh masyarakat memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter generasi muda,” pungkasnya.









