Gunungkidul (22/8). Pondok Pesantren Al-Hadi Gunungkidul menggelar upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman utama pesantren. Kegiatan pada Senin (17/8/2026) tersebut diikuti jajaran Dewan Pembina Yayasan Cahaya Budi Utama, pinisepuh dan pengurus Ponpes Al-Hadi, pengajar PAUD-TK Al-Hadi, dewan guru, serta puluhan santri.
Pembina Ponpes Al-Hadi Suwadi bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan amanat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Amanat tersebut menekankan pentingnya menjaga persatuan, meningkatkan kerja keras, serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam kehidupan berbangsa.
Suwadi mengatakan pesan tersebut relevan bagi lingkungan pesantren karena santri memiliki posisi penting dalam menjaga nilai kebangsaan.
“Santri perlu memahami sejarah perjuangan bangsa sekaligus menyiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Pendidikan di pesantren harus membentuk pribadi yang memiliki ilmu, akhlak, dan kepedulian terhadap bangsa,” kata Suwadi.
Menurut Suwadi, upacara menjadi sarana pendidikan karakter yang dapat melatih kedisiplinan dan tanggung jawab peserta didik. Seluruh petugas upacara berasal dari kalangan santri Ponpes Al-Hadi. Mereka bertugas dalam pengibaran bendera, pembacaan teks Proklamasi, pembacaan UUD 1945, hingga rangkaian penghormatan kepada para pahlawan.
“Kami sengaja memberikan kesempatan kepada santri menjadi petugas. Mereka belajar menyiapkan diri, bekerja sama, mematuhi aturan, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan,” ujarnya.
Rangkaian upacara berlangsung dengan pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan Proklamasi, dan doa bersama. Kegiatan tersebut diikuti peserta dengan tertib sejak awal hingga selesai. Suwadi mengatakan keterlibatan santri dalam setiap tahapan upacara menjadi pengalaman pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis.
“Nilai kedisiplinan tidak cukup disampaikan melalui materi. Santri perlu mengalami langsung prosesnya agar memahami arti tanggung jawab dan penghormatan terhadap simbol negara,” kata dia.
Pinisepuh Ponpes Al-Hadi Rohmadi mengatakan peringatan HUT ke-81 RI menjadi ruang untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu. Ia berharap nilai perjuangan dapat diteruskan melalui pendidikan dan pengabdian generasi muda.
“Perjuangan para pahlawan harus menjadi inspirasi bagi santri untuk membangun masa depan. Mereka perlu tumbuh sebagai generasi yang memiliki kemampuan, akhlak, dan kepedulian terhadap masyarakat,” kata Rohmadi.
Rohmadi mengatakan pembentukan karakter generasi muda menjadi bagian penting dalam pendidikan pesantren. Menurut dia, santri perlu memiliki keseimbangan antara pengetahuan agama, kemampuan sosial, dan wawasan kebangsaan.
“Kami ingin lulusan Ponpes Al-Hadi memiliki bekal untuk hidup di tengah masyarakat. Mereka harus mampu menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, menaati aturan, dan ikut menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul Wahono Budi Rustanto mengatakan kegiatan di Ponpes Al-Hadi sejalan dengan perhatian LDII terhadap pembinaan generasi penerus dan wawasan kebangsaan. Menurut dia, pendidikan karakter perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui lingkungan keluarga, sekolah, pesantren, dan organisasi.
“Generasi muda perlu dibekali karakter luhur sekaligus wawasan kebangsaan. Nilai agama dan kecintaan kepada bangsa dapat berjalan bersama melalui pendidikan dan pembiasaan,” kata Wahono.
Wahono menilai keterlibatan santri sebagai petugas upacara juga menjadi bentuk pembelajaran kepemimpinan dan tanggung jawab. Ia berharap tradisi upacara kemerdekaan di lingkungan pesantren terus dijaga sebagai bagian dari pendidikan.
“Kami mengapresiasi pembinaan yang dilakukan Ponpes Al-Hadi. Kegiatan seperti ini membantu generasi muda memahami tanggung jawab sebagai warga negara sekaligus membangun keberanian untuk mengambil peran di masyarakat,” ujarnya.











