Pemalang (22/8). Pondok Pesantren KH Zaenal Asyikin Banglarangan naungan DPD LDII Kabupaten Pemalang menggelar Asrama Cinta Alam Indonesia (CAI) 2026 pada 12–13 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Pondok Putri Ponpes KH Zaenal Asyikin, Kecamatan Ampelgading, Pemalang.
Salah satu pemateri, Jabarudin, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan membangun lingkungan sekitar. Menurut dia, kecintaan terhadap Indonesia perlu dibentuk melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Mencintai Indonesia dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Menjaga kebersihan, menghormati sesama, membantu masyarakat, dan menaati aturan merupakan bentuk kontribusi yang dapat dilakukan santri setiap hari,” kata Jabarudin.
Jabarudin mengatakan santri juga perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Pendidikan agama menurut dia perlu berjalan bersama pembentukan karakter dan kepedulian sosial.
“Santri tidak cukup hanya memahami ilmu agama. Mereka juga perlu memiliki kedisiplinan, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, dan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat,” ujarnya. Ia mendorong peserta menjadikan pengalaman selama Asrama CAI sebagai bekal dalam kehidupan di pesantren dan lingkungan masing-masing.
Ketua DPD LDII Kabupaten Pemalang Agus Sarwono mengatakan Asrama CAI menjadi bagian dari pembinaan generasi muda yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga membentuk karakter dan kepedulian sosial para santri.
“CAI menjadi salah satu ruang pembinaan generasi muda LDII agar mereka memiliki karakter luhur, disiplin, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kami ingin para santri memiliki bekal yang lengkap untuk menjalani kehidupan di tengah masyarakat,” kata Agus.
Agus menambahkan DPD LDII Kabupaten Pemalang akan terus mendorong kegiatan pembinaan generasi muda melalui pesantren, organisasi kepemudaan, dan berbagai kegiatan sosial.
“Generasi muda merupakan bagian penting dari keberlanjutan organisasi dan bangsa. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara terencana dan berkesinambungan. Kami ingin santri tumbuh menjadi generasi profesional religius yang memiliki karakter kuat dan siap berkontribusi,” ujar Agus.











