Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Kisah

Ijuk dan Wanita

2010/11/03
in Kisah
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Widya mengatakan tegas pada saya, “ini bukan hidup yang saya inginkan. Saya gak nyangka hidup saya akan seperti ini”
Lalu matanya berkaca-kaca tapi senyumnya masih menghiasi  penuturannya. “saya ingin seperti teteh, bisa kerja lagi seperti dulu.  Sebelum nikah, saya sempet kerja di bank, di laboratorium pabrik. Saya perlu status saya bekerja, teh… selama ini saya memang kerja, bantu nyuci di rumah orang, nyetrika di rumah orang, mijitin orang, dll. Tapi saya ingin kerja yang sebenarnya….”

“kamu betah di sini?”

“Gak teh, saya gak betah, saya jauh dari keluarga besar… tapi kalo saya pulang kampung, saya pasti gak bisa ngaji lagi”, akhirnya pertahanan Widya jebol dan dia menangis sesegukan.

Saya prihatin, dan sejujurnya… saya tidak bisa membayangkan jika saya hidup seperti Widya. Dengan 3 anak yang masih harus dibesarkannya, Widya bertahan dalam “belas kasihan” orang lain demi mempertahankan apa yang diyakininya.

Bukan pada tempatnya bila kita menghujat Widya sebagai wanita yang tidak bersyukur akan apa yang diperolehnya selama ini.  “Belas Kasihan” yang saya kemukakan bisa jadi akan berubah terminology-nya dengan kata pertolongan, kekompakan, ketulusan dan amal sholih bagi sebagian kita yang selama ini menanggung hidup Widya beserta anak-anaknya.  Saya yakin 100%, Insya Allah, Widya tidak bermaksud ngaleulengit apa yang diberikan Allah lewat orang-orang di sekelilingnya.  Tidak mudah memperoleh tempat tinggal dan bernaung sebagai Janda mati tanpa pekerjaan dan hidup di lingkungan mesjid dengan beragam permasalahannya.

Tapi statement “saya ingin punya status bekerja” menggelitik saya untuk berpikir jauh tentang apa yang dirasakan dan dipikirkannya.  Ini bukan masalah arogansi, ini bukan masalah status social, ini bukan masalah perlu penghasilan lebih besar karena toh bila pada akhirnya Widya harus bekerja 9 to 5 kelak, tidak ada jaminan penghasilannya akan lebih baik dari income yang diperolehnya selama ini.

Ini cuma masalah diri. Widya seorang “Diri” yang memerlukan pengakuan dari Dirinya sendiri tentang keberadaannya.  Tentang keyakinannya pada kemampuannya untuk tetap tegar menghadapi hidupnya… tidak seperti wanita kebanyakan di lingkungan kita, Widya melepaskan pikiran untuk mencari solusi permasalahan hidupnya dengan mencari suami baru dan menggantungkan hidupnya pada seorang laki-laki.  Dan saya yakin, bukan semata-mata “kesetiaannya” pada almarhum suaminya sehingga dia masih menjanda hingga kini… tapi ketegarannya lebih membuat Widya focus mengatasi persoalan hidup yang sangat berat seperti itu.

Widya hanya memerlukan sebuah kesempatan baru untuk lebih meyakinkan dirinya sendiri dan memotivasi anak-anaknya untuk tetap pancang menghadapi hidup.  Widya perlu sebuah pekerjaan, untuk membuat kepalanya tegak, untuk menaikkan harga dirinya sehingga kelak, pada saatnya nanti, Widya bisa diperkenalkan sebagai sosok “tanpa belas kasihan” orang lain pada calon-calon menantunya.

Widya memerlukan sebuah pekerjaan untuk mengatakan pada dirinya sendiri bahwa dia ada…..

Dan saya terus berpikir …. Ada berapa Widya lagi di lingkungan kita?

Percayalah, harga diri seorang wanita tidak hanya diibaratkan arogansinya dalam menghadapai kesetaraan gender seperti yang selama ini dikuatirkan oleh kita.  Harga diri seorang wanita adalah cermin kemampuan, keanggunan dan kekuatan seorang wanita untuk menghadapi persoalan hidupnya, keluarganya, anak-anaknya dan tentu saja juga keyakinan dan agamanya.  Tidak akan pernah seseorang melangkah dengan pasti bila dia tidak yakin berapa harga yang dimilikinya…juga bila kita sedang mempertahankan keimanan kita…..

*Widya berjanji, dia akan tetap membersihkan dan membenahi mesjid walaupun bila dia berkesempatan untuk pergi bekerja seperti yang diinginkannya*

Oleh: Ranie Dewiyanti

 

Widya mengatakan tegas pada saya, “ini bukan hidup yang saya inginkan. Saya gak nyangka hidup saya akan seperti ini”
Lalu matanya berkaca-kaca tapi senyumnya masih menghiasi  penuturannya. “saya ingin seperti teteh, bisa kerja lagi seperti dulu.  Sebelum nikah, saya sempet kerja di bank, di laboratorium pabrik. Saya perlu status saya bekerja, teh… selama ini saya memang kerja, bantu nyuci di rumah orang, nyetrika di rumah orang, mijitin orang, dll. Tapi saya ingin kerja yang sebenarnya….”

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • MasMT on LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib
  • AG1E on LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib
  • Nanang Naswito on Kunjungi Demplot Padi di Lahan Gambut, Ketua LDII Kalbar Dorong Penambahan Luasan Tanam
  • Nanang Naswito on LDII Berau Gelar Ngaji Khusus Wanita, Ingatkan Pentingnya Meningkatkan Ilmu Agama
  • Fadhil on Sinergi Ormas Islam Menguat, Ketua LDII Bone Masuk Kepengurusan MUI 2025–2030
  • Trending
  • Comments
  • Latest
PelatihanJurnalistikLampung

Pentingnya Fiqih Jurnalistik Bagi Jurnalis

October 10, 2019
Saatnya Bumi Menanti Pahlawan Hijau Melawan Perubahan Iklim

Saatnya Bumi Menanti Pahlawan Hijau Melawan Perubahan Iklim

November 12, 2025
Menjadi Syarat Mudik, Warga Kelurahan Pengasinan Antusias Vaksinasi Booster

Menjadi Syarat Mudik, Warga Kelurahan Pengasinan Antusias Vaksinasi Booster

April 5, 2022
Rasulullah Membatasi Parfum untuk Wanita, Mengapa?

Rasulullah Membatasi Parfum untuk Wanita, Mengapa?

February 12, 2025
Wanhat DPP LDII Ingatkan Puasa Tidak Hanya Sekadar Menahan Haus dan Lapar

Wanhat DPP LDII Ingatkan Puasa Tidak Hanya Sekadar Menahan Haus dan Lapar

0

Utang Boleh, Tapi Jangan Jadi Hobi

0
Bantu Pengendara Segera Berbuka Puasa, LDII Sumsel Bagikan 1.500 Takjil di Monpera

Bantu Pengendara Segera Berbuka Puasa, LDII Sumsel Bagikan 1.500 Takjil di Monpera

0
LDII Bali Audiensi dengan Bakesbangpol, Jalin Penguatan Sinergi Pembinaan Generasi Muda

LDII Bali Audiensi dengan Bakesbangpol, Jalin Penguatan Sinergi Pembinaan Generasi Muda

0
Wanhat DPP LDII Ingatkan Puasa Tidak Hanya Sekadar Menahan Haus dan Lapar

Wanhat DPP LDII Ingatkan Puasa Tidak Hanya Sekadar Menahan Haus dan Lapar

March 8, 2026

Utang Boleh, Tapi Jangan Jadi Hobi

March 8, 2026
Bantu Pengendara Segera Berbuka Puasa, LDII Sumsel Bagikan 1.500 Takjil di Monpera

Bantu Pengendara Segera Berbuka Puasa, LDII Sumsel Bagikan 1.500 Takjil di Monpera

March 8, 2026
LDII Bali Audiensi dengan Bakesbangpol, Jalin Penguatan Sinergi Pembinaan Generasi Muda

LDII Bali Audiensi dengan Bakesbangpol, Jalin Penguatan Sinergi Pembinaan Generasi Muda

March 8, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Wanhat DPP LDII Ingatkan Puasa Tidak Hanya Sekadar Menahan Haus dan Lapar March 8, 2026
  • Utang Boleh, Tapi Jangan Jadi Hobi March 8, 2026
  • Bantu Pengendara Segera Berbuka Puasa, LDII Sumsel Bagikan 1.500 Takjil di Monpera March 8, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.