Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Kisah

Ijuk dan Wanita

2010/11/03
in Kisah
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Widya mengatakan tegas pada saya, “ini bukan hidup yang saya inginkan. Saya gak nyangka hidup saya akan seperti ini”
Lalu matanya berkaca-kaca tapi senyumnya masih menghiasi  penuturannya. “saya ingin seperti teteh, bisa kerja lagi seperti dulu.  Sebelum nikah, saya sempet kerja di bank, di laboratorium pabrik. Saya perlu status saya bekerja, teh… selama ini saya memang kerja, bantu nyuci di rumah orang, nyetrika di rumah orang, mijitin orang, dll. Tapi saya ingin kerja yang sebenarnya….”

“kamu betah di sini?”

“Gak teh, saya gak betah, saya jauh dari keluarga besar… tapi kalo saya pulang kampung, saya pasti gak bisa ngaji lagi”, akhirnya pertahanan Widya jebol dan dia menangis sesegukan.

Saya prihatin, dan sejujurnya… saya tidak bisa membayangkan jika saya hidup seperti Widya. Dengan 3 anak yang masih harus dibesarkannya, Widya bertahan dalam “belas kasihan” orang lain demi mempertahankan apa yang diyakininya.

Bukan pada tempatnya bila kita menghujat Widya sebagai wanita yang tidak bersyukur akan apa yang diperolehnya selama ini.  “Belas Kasihan” yang saya kemukakan bisa jadi akan berubah terminology-nya dengan kata pertolongan, kekompakan, ketulusan dan amal sholih bagi sebagian kita yang selama ini menanggung hidup Widya beserta anak-anaknya.  Saya yakin 100%, Insya Allah, Widya tidak bermaksud ngaleulengit apa yang diberikan Allah lewat orang-orang di sekelilingnya.  Tidak mudah memperoleh tempat tinggal dan bernaung sebagai Janda mati tanpa pekerjaan dan hidup di lingkungan mesjid dengan beragam permasalahannya.

Tapi statement “saya ingin punya status bekerja” menggelitik saya untuk berpikir jauh tentang apa yang dirasakan dan dipikirkannya.  Ini bukan masalah arogansi, ini bukan masalah status social, ini bukan masalah perlu penghasilan lebih besar karena toh bila pada akhirnya Widya harus bekerja 9 to 5 kelak, tidak ada jaminan penghasilannya akan lebih baik dari income yang diperolehnya selama ini.

Ini cuma masalah diri. Widya seorang “Diri” yang memerlukan pengakuan dari Dirinya sendiri tentang keberadaannya.  Tentang keyakinannya pada kemampuannya untuk tetap tegar menghadapi hidupnya… tidak seperti wanita kebanyakan di lingkungan kita, Widya melepaskan pikiran untuk mencari solusi permasalahan hidupnya dengan mencari suami baru dan menggantungkan hidupnya pada seorang laki-laki.  Dan saya yakin, bukan semata-mata “kesetiaannya” pada almarhum suaminya sehingga dia masih menjanda hingga kini… tapi ketegarannya lebih membuat Widya focus mengatasi persoalan hidup yang sangat berat seperti itu.

Widya hanya memerlukan sebuah kesempatan baru untuk lebih meyakinkan dirinya sendiri dan memotivasi anak-anaknya untuk tetap pancang menghadapi hidup.  Widya perlu sebuah pekerjaan, untuk membuat kepalanya tegak, untuk menaikkan harga dirinya sehingga kelak, pada saatnya nanti, Widya bisa diperkenalkan sebagai sosok “tanpa belas kasihan” orang lain pada calon-calon menantunya.

Widya memerlukan sebuah pekerjaan untuk mengatakan pada dirinya sendiri bahwa dia ada…..

Dan saya terus berpikir …. Ada berapa Widya lagi di lingkungan kita?

Percayalah, harga diri seorang wanita tidak hanya diibaratkan arogansinya dalam menghadapai kesetaraan gender seperti yang selama ini dikuatirkan oleh kita.  Harga diri seorang wanita adalah cermin kemampuan, keanggunan dan kekuatan seorang wanita untuk menghadapi persoalan hidupnya, keluarganya, anak-anaknya dan tentu saja juga keyakinan dan agamanya.  Tidak akan pernah seseorang melangkah dengan pasti bila dia tidak yakin berapa harga yang dimilikinya…juga bila kita sedang mempertahankan keimanan kita…..

*Widya berjanji, dia akan tetap membersihkan dan membenahi mesjid walaupun bila dia berkesempatan untuk pergi bekerja seperti yang diinginkannya*

Oleh: Ranie Dewiyanti

 

Widya mengatakan tegas pada saya, “ini bukan hidup yang saya inginkan. Saya gak nyangka hidup saya akan seperti ini”
Lalu matanya berkaca-kaca tapi senyumnya masih menghiasi  penuturannya. “saya ingin seperti teteh, bisa kerja lagi seperti dulu.  Sebelum nikah, saya sempet kerja di bank, di laboratorium pabrik. Saya perlu status saya bekerja, teh… selama ini saya memang kerja, bantu nyuci di rumah orang, nyetrika di rumah orang, mijitin orang, dll. Tapi saya ingin kerja yang sebenarnya….”

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Surahman on LDII Pasangkayu Latih Generasi Muda Jadi Entrepreneur Kreatif dan Berdaya Saing
  • Surahman on LDII Pasangkayu Latih Generasi Muda Jadi Entrepreneur Kreatif dan Berdaya Saing
  • Supardo on Wamenhaj Kunjungi LDII Tarakan, Ajak Generasi Muda Sehat Fisik dan Intelektual
  • Edy purwanto on LDII Pasangkayu Latih Generasi Muda Jadi Entrepreneur Kreatif dan Berdaya Saing
  • Sigit Budi Nugroho on LDII dan BJB Syariah Jajaki Kolaborasi Ekonomi Umat Berbasis Digital
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LDII Jember Siapkan Diklat Jurnalistik untuk Promosikan Potensi Daerah

LDII Jember Siapkan Diklat Jurnalistik untuk Promosikan Potensi Daerah

June 13, 2026
LDII Barito Kuala Hadiri Sosialisasi Penyembelihan Kurban MUI

LDII Barito Kuala Hadiri Sosialisasi Penyembelihan Kurban MUI

June 5, 2026
Silaturahim LDII dan MUI Sulsel, Perkuat Sinergi Dakwah dan Nasionalisme

Silaturahim LDII dan MUI Sulsel, Perkuat Sinergi Dakwah dan Nasionalisme

October 2, 2025
DPD LDII Batam

LDII Kota Batam dan DPRD Bahas Kerukunan Umat Beragama

January 12, 2024
Bupati Boyolali Ajak LDII Dukung Program Pembangunan Daerah

Bupati Boyolali Ajak LDII Dukung Program Pembangunan Daerah

0
Audiensi dengan Kapolresta Denpasar, LDII Jajaki Kolaborasi Penanganan Sampah

Audiensi dengan Kapolresta Denpasar, LDII Jajaki Kolaborasi Penanganan Sampah

0
Wujudkan Generasi Muda yang Religius dan Berakhlak Mulia, LDII Bayung Lencir Helat Festival Anak Saleh

Wujudkan Generasi Muda yang Religius dan Berakhlak Mulia, LDII Bayung Lencir Helat Festival Anak Saleh

0
Sako SPN LDII Muba 2026 Cetak 50 Calon Pembina Pramuka Berbasis Masjid

Sako SPN LDII Muba 2026 Cetak 50 Calon Pembina Pramuka Berbasis Masjid

0
Bupati Boyolali Ajak LDII Dukung Program Pembangunan Daerah

Bupati Boyolali Ajak LDII Dukung Program Pembangunan Daerah

June 15, 2026
Audiensi dengan Kapolresta Denpasar, LDII Jajaki Kolaborasi Penanganan Sampah

Audiensi dengan Kapolresta Denpasar, LDII Jajaki Kolaborasi Penanganan Sampah

June 15, 2026
Wujudkan Generasi Muda yang Religius dan Berakhlak Mulia, LDII Bayung Lencir Helat Festival Anak Saleh

Wujudkan Generasi Muda yang Religius dan Berakhlak Mulia, LDII Bayung Lencir Helat Festival Anak Saleh

June 15, 2026
Sako SPN LDII Muba 2026 Cetak 50 Calon Pembina Pramuka Berbasis Masjid

Sako SPN LDII Muba 2026 Cetak 50 Calon Pembina Pramuka Berbasis Masjid

June 15, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Bupati Boyolali Ajak LDII Dukung Program Pembangunan Daerah June 15, 2026
  • Audiensi dengan Kapolresta Denpasar, LDII Jajaki Kolaborasi Penanganan Sampah June 15, 2026
  • Wujudkan Generasi Muda yang Religius dan Berakhlak Mulia, LDII Bayung Lencir Helat Festival Anak Saleh June 15, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.