Serang (20/10). Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Banten menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Lembaga Keagamaan dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam se-Provinsi Banten. Rapat koordinasi dipimpin Kepala Kanwil Kemenag Banten, Amrullah, dihadiri jajaran pimpinan ormas Islam dan lembaga keagamaan tingkat Provinsi Banten. Forum ini bertujuan mempererat silaturahim, menyelaraskan program keagamaan, serta memantapkan stabilitas dan mutu pelayanan keagamaan bagi masyarakat Banten, Senin (5/10/2026).
Dalam arahannya, Amrullah, menegaskan peran ormas Islam sangat krusial sebagai mitra strategis pemerintah dalam merawat keharmonisan umat. Menurutnya, Kementerian Agama tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan elemen masyarakat, khususnya ormas-ormas Islam. “Sinergi dan kolaborasi yang erat ini harus terus kita perkuat demi menjaga kerukunan, mengawal moderasi beragama, serta meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Provinsi Banten,” tegas Amrullah.
Pada kesempatan itu, Ketua DPW LDII Provinsi Banten, Dimo Tono Sumito, menegaskan komitmen LDII untuk bersinergi mendukung program pemerintah. Dimo menjelaskan, dalam rangka mendukung Asta Cita pemerintah dan program Provinsi Banten serta Kanwil Kemenag, LDII Banten fokus pada tiga jenjang pendidikan, yakni pendidikan umum, pendidikan agama, dan pendidikan karakter. “LDII tidak hanya fokus pada dakwah di majelis taklim, tetapi juga mendirikan ratusan satuan pendidikan formal di bawah yayasan naungan LDII,” ujar Dimo.
Untuk menjalankan sistem pendidikan ini, lanjut Dimo, perlu kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Di antaranya pengurus yayasan, kepala sekolah atau rektor, guru, tenaga kependidikan, pamong, dan para orang tua.
Selain pendidikan, Dimo juga menegaskan komitmen LDII dalam mendukung ketahanan pangan berbasis kemandirian lokal. Menurutnya, warga LDII di wilayah selatan Banten, tepatnya di Kecamatan Cikeusik, telah bersama komunitas petani mengembangkan pemanfaatan lahan dengan menanam padi gogo di sela kebun sawit, termasuk pengembangan sorgum. “Sorgum ini bukan hanya sekadar komoditas pertanian, tapi bagian dari solusi jangka panjang atas tantangan krisis pangan global. Kami ingin umat tidak hanya mandiri secara spiritual, tapi juga secara ekonomi dan pangan,” kata Dimo.

Di bidang dakwah digital, LDII Banten juga mendorong generus untuk bermedia sosial secara bijak. LDII Banten menggandeng media massa seperti Kabar Banten dan Radar Banten untuk memberikan pembekalan literasi digital agar ruang digital dapat dimanfaatkan untuk dakwah bil hal.
Rakor tersebut turut dihadiri MUI Provinsi Banten, DMI Provinsi Banten, Muhammadiyah, Al-Khairiyah, FKUB Provinsi Banten, ICMI Provinsi Banten, FSPP, Baznas Provinsi Banten, Muslimat Matla&rsquoul Anwar, PWNU Provinsi Banten, PERSIS Provinsi Banten, BWI Provinsi Banten, IPIM Provinsi Banten, LPTQ Provinsi Banten, dan Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII).
Melalui sinergi dengan Kementerian Agama dan berbagai pemangku kepentingan, DPW LDII Provinsi Banten berharap program pendidikan, ketahanan pangan, dan dakwah digital dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya LDII untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kemandirian umat, serta menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama di Provinsi Banten.











