Pameran tunggal Sofiadi di Museum Basoeki Abdullah, Jakarta, memang bukan pameran biasa. Sederet lukisan yang disajikan tanpa cat, tapi mampu memborong dua rekor MURI sekaligus.
Sejak tahun 1986 silam, Sofiadi seorang warga LDII Jatinegara, Jakarta Timur, giat menekuni seni lukis. Alih-alih menggunakan cat, kuas, dan media kanvas dalam berkarya, pria berusia 58 tahun itu lebih memilih menggunakan limbah kertas foto sebagai media lukis.
Ia menganggap limbah foto mungkin seharusnya dibuang, tapi ia beli seharga seribu rupiah per lembar untuk diolah menjadi barang bernilai estetika.
Awalnya ia coba menggambar pohon kelapa yang menjadi inspirasinya. “Pohon kelapa itu tidak goyah meski diterpa angin. Saya suka pohon kelapa, karena itu saya melukis pohon kelapa tersebut,” kata dia.
Pria yang juga guru mata pelajaran Seni dan Budaya di SMP Negeri 106 Ciracas, Jakarta Timur itu terus menekuni hobinya hingga menyabet dua rekor MURI.
Pencapaian itu diraih dari karya seninya yang berjudul ‘Leak Bali’ dan ‘Batik Nusantara’ dengan kategori Lukisan Limbah Kertas Foto Terpanjang dan Lukisan Limbah Kertas Foto Terlebar.
Di tangannya, limbah kertas foto menjadi bernilai ekonomi. Menurutnya, kedisiplinan menjadi andil membentuk ikhtiarnya dalam pemanfaatan limbah kertas foto itu.
Sofiadi juga mengajak warga LDII untuk terus berkarya, mengembangkan inovasi, membuat sesuatu yang bermanfaat sehingga tetap maju dan berkembang.
Simak juga:








