Jakarta (21/9). DPP LDII menerjunkan puluhan kadernya dalam perhelatan World Cleanup Day Indonesia (WCDI) 2026 di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta. Acara pungut sampah internasional itu, berlangsung pada Minggu (20/9/2026).
Bagi DPP LDII, partisipasi dalam aksi membersihkan sampah itu. merupakan pelaksanaan dakwah bil hal atau dakwah melalui perbuatan konkret, “Kami menerjunkan 60 generasi muda LDII berpartisipasi dalam kegiatan internasional dan nasional itu,” ujar Ketua DPP LDII Bidang Pengabdian Masyarakat (Penamas), Ruly Bernaputra.
Ia mengatakan keikutsertaan LDII sejalan dengan gerakan WCDI dalam mendorong kepedulian lingkungan melalui pengurangan sampah dari tingkat akar rumput. Komitmen pelestarian lingkungan ini sekaligus menjadi wujud nyata dari salah satu bagian “8 bidang pengabdian LDII untuk bangsa”, “Partisipasi kami dalam WCDI bukan sekadar kegiatan simbolis yang ditujukan untuk hari ini saja. Ini juga menjadi imbauan berkelanjutan di LDII,” ujar Ruly.
Ketua DPP LDII itu menegaskan, pelestarian lingkungan merupakan amanat agama yang wajib dijalankan secara berkesinambungan di tengah tantangan pemanasan global, “Ini juga merupakan bentuk praktik dakwah bil hal. Bumi ini makin panas dan sampahnya makin banyak. Kalau tidak ada gerakan atau inisiatif seperti ini, permasalahan lingkungan ini sepertinya hanya akan terabaikan,” tutur Ruly.
Bidang Penamas DPP LDII juga tengah menyiapkan program lanjutan berbasis lingkungan dan kebencanaan. Salah satunya kegiatan terkait kebencanaan juga terus digaungkan LDII sebagai bentuk kesiapsiagaan dan respons kita terhadap bencana.
“Selain itu, ada program desa tematik. Tahun ini kita ditargetkan membentuk dua desa tematik berwawasan lingkungan yang diintegrasikan dengan kesiapsiagaan bencana desa dan daerah tertinggal,” ungkapnya.
Ruly pun mengimbau generasi muda LDII dan masyarakat luas untuk membiasakan langkah nyata sejak dari rumah. Gerakan ini bsa dimulai dengan memilih sampah rumah tangga, atau memungut sampah di jalan.
“Kalau tidak ada tempat sampah di dekat situ, pungut dulu dan kantongi. Bayangkan kalau ada satu juta orang saja yang melakukan hal itu setiap hari, berapa banyak sampah yang bisa kita kurangi dan bumi yang bisa kita selamatkan?” tegasnya.

Aksi yang digagas WCDI 2026 ini membawa tema Aksi Bersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah dan melibatkan sekitar seribu peserta dari lintas sektor. National Leader WCDI, Andy Bahari, menyambut positif keterlibatan berbagai elemen masyarakat dan komunitas dalam aksi tahunan ke-9 ini.
“Hari ini kita melibatkan sekitar seribuan peserta dari berbagai kalangan masyarakat, mulai dari pemerintah, perusahaan pengolahan sampah, media, komunitas, hingga institusi pendidikan,” kata Andy.
Dukungan serupa disampaikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Direktur Pengurangan Sampah dan Ekonomi Sirkular KLH, Agus Rusly, mengapresiasi partisipasi luas masyarakat dalam membantu penanganan sampah nasional.
“Kami di KLH sangat mendukung acara ini, karena masalah sampah tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri, perlu partisipasi masyarakat lebih luas menuju Indonesia Bersih 2029,” terang Agus.
Aksi kolaboratif ini juga didukung oleh Rekosistem selaku penyedia infrastruktur pengelolaan sampah. CEO & Co-Founder Rekosistem, Ernest Christian Layman, memastikan sampah yang terkumpul dari aksi relawan akan terolah dengan baik melalui waste station yang disediakan.










