Nabire (21/9). DPW LDII Papua Tengah bekerja sama dengan DPP LDII dan LDII News Network (LINES) menggelar Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar. Kegiatan tersebut berlangsung pada 21-23 September 2026, yang diikuti 41 peserta yang disiapkan untuk memperkuat kapasitas publikasi dan komunikasi digital organisasi.
Ketua DPW LDII Papua Tengah, Nuryadi menyatakan, pelatihan itu merupakan respons dari arahan program kerja dari DPP LDII terkait penguatan literasi digital. Kendati Papua Tengah merupakan salah satu provinsi termuda di Indonesia, pihaknya berkomitmen untuk terus mengejar ketertinggalan, khususnya di bidang administrasi, sarana prasarana, dan penguasaan teknologi informasi.
“Meski secara urutan provinsi kami berada di posisi ke-37, bukan berarti kami berkecil hati. Kami terus berbenah dan meningkatkan semangat agar bisa sejajar dengan daerah-daerah lain yang sudah lebih dulu berkembang,” ujarnya.
Nuryadi menambahkan, Pelatihan Jurnalistik di Papua Tengah dibagi menjadi dua tempat, di Nabire dan Timika. Menurutnya, tim LINES di daerah memiliki peran mendasar dalam menyebarkan informasi positif kepada masyarakat luas. Selain untuk kebutuhan publikasi dakwah dan program organisasi, penguasaan keterampilan jurnalistik dan media digital ini diharapkan menjadi bekal keahlian individu bagi para peserta.
“Kerja-kerja jurnalistik dan media membutuhkan dedikasi tinggi. Di saat yang lain beristirahat, KIM dan LINES masih mengolah data dan mengedit konten. Keterampilan ini tidak hanya bermanfaat untuk organisasi, tetapi juga menjadi modal kompetensi pribadi bagi para pemuda di dunia kerja atau media massa,” lanjutnya.
Kegiatan itu dibuka oleh Dewan Penasihat DPW LDII Papua Tengah, Ganjar Waluyo. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pemanfaatan era digital untuk mendukung keberlanjutan program dakwah serta pembinaan umat. Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM di bidang jurnalistik merupakan bagian dari kontribusi dalam menjalankan program kerja organisasi.
“Kita telah memasuki era digital sehingga pengelolaan media tidak boleh tertinggal. Pelatihan ini adalah sarana pembinaan yang membutuhkan komitmen pikiran, tenaga, dan sarana dan prasarana. Kami berharap 41 peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini hingga selesai dan benar-benar menguasai tingkat dasar ini dengan baik,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPP LDII Rulli Kuswahyudi mengatakan, peran generasi muda saat ini sangat dibutuhkan. Mereka lebih menguasai teknologi digital. “Para peserta yang mengikuti pelatihan ini menjadi bagian dari kontribusi generasi muda. Terlebih lagi di era new media, banyak berita bohong yang beredar, inilah peran generasi muda untuk memberikan informasi yang edukatif dan efektif,” ungkapnya.
Ia menilai informasi yang tidak utuh dan tidak berimbang dapat membentuk persepsi keliru hingga menimbulkan stigma terhadap individu maupun kelompok. Kondisi tersebut semakin rentan terjadi ketika potongan video atau informasi di media sosial disebarkan tanpa konteks yang lengkap.
“Banyak isu yang kita jumpai dan viral di media sosial, padahal kenyataannya tidak seperti yang terlihat dalam video-video yang bertebaran. Karena itu, kita harus mampu memberikan informasi yang benar agar masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh dan tidak terjebak pada informasi yang keliru,” ujarnya.
Rulli mendorong generasi penerus LDII di Bengkulu tidak berhenti sebagai konsumen informasi, tetapi turut menjadi produsen konten yang positif, faktual, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kemampuan memeriksa fakta, melakukan verifikasi, menyajikan informasi secara berimbang, dan memahami Kode Etik Jurnalistik menjadi semakin penting seiring terbukanya ruang bagi siapa pun untuk memproduksi serta menyebarkan informasi,” tutupnya.










