Palembang (12/8). Yayasan Aziziah menghelat “Sosialisasi Program Pendidikan Tahun Ajaran Baru 2026/2027”. Acara itu diselenggarakan di Graha Sulthon Aulia, Palembang, Sumsel, pada Minggu (5/7/2026), diikuti orang tua/wali peserta didik baru usia SD, SMP dan SMA.
“Kami memberikan informasi mengenai visi, misi, kurikulum, dan program unggulan sekolah dan pesantren. Diharapkan, para orang tua/wali memperoleh pemahaman yang baik mengenai program pendidikan di lingkungan sekolah dan pesantren,” ujar Ketua Yayasan Aziziah, Edi Sukarno.
Melalui program pendidikan yang baik, Edi berharap, peserta didik dapat terbentuk karakternya dengan baik. “Menjadi anak yang saleh, berilmu, dan berakhlakul karimah, serta mandiri. Sehingga dapat bermanfaat bagi lingkungan, membanggakan orang tua dan meraih sukses dunia dan akhirat,” tuturnya.
Ketua DPW LDII Sumsel, Rahmatullah Al Hasaniy, yang juga Ketua Ponpes Al-Fatah menambahkan, para peserta didik dapat memiliki ilmu agama yang baik, serta meneruskan pendidikan formal hingga sarjana. “Nilai utamanya adalah akhlakul karimah melalui 29 karakter luhur,” katanya.
Rahmatullah menjelaskan bahwa melalui penguatan karakter, pendirian sekolah formal, serta kerja sama dengan berbagai instansi demi menciptakan generasi yang profesional religius. “Kita berusaha mengintegrasikan nilai-nilai luhur dan akhlak mulia dalam setiap jenjang pembelajaran. Hal ini bisa dijalankan dengan membangun dan mengelola lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga menengah, termasuk konsep boarding school, seperti yang ada di Yayasan Aziziah ini, ujar Rahmatullah.
Sementara itu, Kepala SMA Aziziah, Wildan Sholih mengungkapkan, acara itu juga bertujuan menyelaraskan bidang akademik dan non akademik. “Pengembangan bidang non akademik, melalui kegiatan olah raga, seperti sepak bola dan pencak silat,” katanya.
Lebih lanjut, Kepala SMP Aziziah, Nurhamid Jaya mengatakan, pihaknya juga menyiapkan program peningkatan prestasi akademik dan non akademik. “Melalui kerja sama bidang kurikulum, kesiswaan, staf, dan para guru,” pungkasnya. (Keyla)











