Sumedang (20/7). DPW LDII Jawa Barat menggelar webinar bertajuk “Dukungan Keluarga dan Lingkungan untuk Anak Berkebutuhan Khusus” dengan tema “Orang Tua Hebat untuk Anak Istimewa”. Kegiatan tersebut bertujuan membekali para orang tua dengan pemahaman serta keterampilan dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus (ABK), sekaligus membangun lingkungan yang lebih inklusif dan suportif.
Kegiatan yang diselenggarakan pada Minggu (19/7/2026) tersebut mengundang Psikolog Sussy Susanty menjadi narasumber. Ia menjelaskan bahwa setiap anak merupakan amanah dari Allah SWT yang memiliki potensi untuk berkembang sesuai keunikannya. Karena itu, orang tua perlu memandang kehadiran anak berkebutuhan khusus sebagai amanah yang harus didampingi dengan kesabaran, kasih sayang, dan pemahaman yang tepat.
“Anak-anak istimewa ini dikirim kepada kita bukan karena kita lemah, tetapi karena Allah mengetahui bahwa di tangan kitalah potensi terbaik mereka dapat berkembang,” ungkap Sussy.
Ia menjelaskan, banyak orang tua mengalami proses berduka (grief) ketika pertama kali mengetahui kondisi anaknya. Fase tersebut meliputi penolakan (denial), kemarahan, tawar-menawar, hingga akhirnya mencapai tahap penerimaan (acceptance). Menurutnya, penerimaan menjadi titik awal agar orang tua dapat lebih fokus mengembangkan potensi anak dibanding terus larut dalam kondisi yang dihadapi.
Selain tantangan emosional, orang tua juga kerap menghadapi stigma sosial, kecemasan terhadap masa depan anak, hingga beban ekonomi akibat kebutuhan terapi dan pendampingan. “Oleh karena itu, dukungan dari keluarga besar maupun lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan mental orang tua,” ujarnta.
Sussy juga menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan. Menurutnya, kolaborasi antara ayah dan ibu dapat mengurangi tingkat stres orang tua sekaligus memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak. Kehadiran ayah tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan finansial, tetapi juga membangun rasa percaya diri, kemandirian, serta kemampuan anak berinteraksi dengan lingkungan.
Untuk membantu orang tua mengelola tekanan selama proses pengasuhan, peserta webinar diperkenalkan dengan sejumlah teknik regulasi emosi, seperti metode Stop, Take a Breath, Observe, Proceed (STOP) dan Box Breathing. Kedua teknik tersebut dapat diterapkan saat orang tua mulai merasakan kelelahan fisik maupun emosional dalam mendampingi anak.
Selain itu, peserta juga memperoleh sejumlah strategi praktis yang dapat diterapkan di rumah, mulai dari membangun rutinitas harian yang konsisten, menggunakan metode komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan anak, melatih keterampilan hidup sehari-hari (Activity of Daily Living), hingga bergabung dalam komunitas pendamping orang tua sebagai ruang berbagi pengalaman dan saling menguatkan.
Melalui webinar tersebut, DPW LDII Jawa Barat berharap para orang tua semakin siap mendampingi anak berkebutuhan khusus dengan penuh kesabaran, terus belajar memahami kebutuhan mereka, serta membangun lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.









