Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Tertinggi Memberi

2025/12/29
in Nasehat
1
Ilustrasi Memberi: Pinterest.

Ilustrasi Memberi: Pinterest.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Faidzunal A. Abdillah, Pemerhati sosial dan lingkungan – Warga LDII tinggal di Serpong, Tangerang Selatan

Ada ayat yang datang sebagai perintah, dan ada ayat yang datang sebagai undangan. Ayat berikut ini adalah undangan—namun undangan yang menguji.

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

“Kamu sekali-kali tidak akan mencapai kebajikan (al-birr) yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sungguh Allah Maha Mengetahui.” (QS Ali ‘Imran: 92)

Ayat ini tidak sekadar memanggil kita untuk berbuat baik, tetapi mengajak kita menyelam ke dasar hati, menelusuri ruang-ruang yang paling dalam dan rapat, lalu bertanya dengan jujur: Apa yang paling aku cintai? Dan apakah aku mampu melepaskannya demi Allah? Itulah inti dari ayat ini, sebuah pesan yang begitu sederhana, namun mengguncang fondasi diri. Bukan ajakan sekadar berbuat baik, tetapi mengorbankan hal paling berharga demi meraih “al-birr”—puncak kebajikan yang menjadi tiket kehadiran spiritual tertinggi.

Makna Al-Birr: Gerbang Kebajikan Hakiki

Para ulama menjelaskan bahwa al-birr bukan hanya kebaikan biasa. Ibn Katsir menafsirkan: “Al-birr adalah semua bentuk ketaatan kepada Allah, mendekatkan diri kepada-Nya, dan menggapai ridha-Nya.” Artinya, inti dari al-birr adalah penyerahan diri. Dan puncak penyerahan diri adalah ketika manusia rela memberikan yang ia cintai, sebab di sanalah ego diuji, nafsu ditundukkan, dan cinta kepada Allah diukur.

Imam Qurtubi menambahkan: “Makna ayat ini adalah bahwa engkau tidak akan sampai pada derajat orang-orang yang jujur imannya, sebelum rela mengeluarkan apa yang paling engkau cintai di dunia.” Ayat ini menyingkap rahasia batin: manusia baru benar-benar naik level spiritual ketika bersedia melepaskan yang ia genggam kuat. Karena di situlah letak ujian sejati.

Rumi pernah berbisik: “Apa yang engkau genggam kuat akan menahannmu. Apa yang engkau lepaskan akan membebaskanmu.” Di sinilah rahasia ayat ini bekerja. Ia tidak sedang mempersempit harta, tetapi memperluas makna kebaikan. Menafkahkan yang dicintai bisa berarti memberi waktu terbaik kepada keluarga, memberi maaf kepada mereka yang menyakiti, memberi perhatian kepada yang terpinggirkan, atau bahkan memberi kesempatan bagi diri sendiri untuk berubah.

Memberi Itu Mengosongkan Tangan, tetapi Memenuhi Jiwa

Manusia mencintai banyak hal: harta, waktu, kenyamanan, status, dan bahkan ego. Harta bukan barang, tetapi setiap yang kita genggam. Yang kita cintai tidak selalu berupa benda. Bagi sebagian orang, yang dicintai adalah kesibukan. Bagi sebagian yang lain, kehormatan. Ada yang mencintai egonya, sehingga sulit mengakui kesalahan. Ada yang mencintai rasa aman, sehingga takut melangkah menuju perubahan. Ayat ini memaksa kita bertanya: Apa yang selama ini paling aku genggam? Dan apakah aku siap menafkahkannya demi kebaikan yang lebih tinggi?

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menulis: “Hakikat memberi adalah membebaskan diri dari perbudakan sesuatu selain Allah.” Maka ketika seseorang memberi dari apa yang ia cintai, sebenarnya ia sedang meruntuhkan berhala-berhala kecil dalam dirinya—berhala kepemilikan, berhala ego, berhala ambisi, berhala kenyamanan—lalu menyisakan ruang kosong yang hanya bisa diisi oleh cahaya Ilahi.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sedekah itu adalah bukti (keimanan).” (HR. Muslim) Mengapa bukti? Karena sulit. Karena menguras ego. Karena menuntut keberanian untuk mempercayai bahwa Allah-lah sebaik-baik Pengganti. Sedekah menjadi cermin keaslian hati.

Dalam kesempatan lain, Nabi ﷺ bersabda: “Tidaklah berkurang harta karena sedekah.” (HR. Muslim) Ungkapan itu bukan slogan optimis, tetapi hakikat spiritual: memberi justru membuka pintu luas yang sebelumnya tertutup—keberkahan, kelapangan hati, dan kebahagiaan yang tidak dapat dibeli.

Para Pendahulu: Teladan Memberi dengan Cinta

Abu Thalhah, ketika turun ayat ini, langsung memberikan kebun terbaiknya, “Bairuha’,” yang sangat ia cintai. Ia berkata kepada Rasulullah ﷺ: “Wahai Rasulullah, kebunku adalah harta paling aku cintai. Kini aku sedekahkan karena Allah.” Rasulullah ﷺ pun bersabda: “Harta itu adalah harta yang menghasilkan. Aku mendengar apa yang engkau katakan, dan aku menyarankan agar engkau memberikannya kepada kerabatmu.” Itulah cinta sejati—bukan pada harta, tetapi pada Tuhan pemilik harta.

Sedekah Bukan Hanya Harta

Memberi tidak selalu terkait uang. Kadang yang paling kita cintai justru bukan materi: waktu yang kita sayang-sayang, harga diri yang kita pelihara, maaf yang berat dikeluarkan, senyuman saat hati sedang tidak lapang, kesabaran ketika ego ingin meledak, dan masih banyak lagi yang lain. Memberikan semua itu, terutama ketika ia “sakit”, justru lebih mendekatkan kita pada al-birr. Imam Ibn Al-Jawzi berkata: “Derajat tertinggi bukanlah ketika kamu memberi dari kelapangan, tetapi ketika kamu memberi dari apa yang kamu butuhkan.”

Mengosongkan untuk Diisi: Rahasia Spiritualitas

Ayat ini mengajarkan paradoks indah. Dengan melepaskan, kita justru memiliki. Dengan memberi, kita justru menerima. Dengan mengorbankan sesuatu yang dicintai, jiwa justru merasakan kebebasan. Tidak mengherankan bila Rumi berkata: “Ketika tanganmu terbuka untuk memberi, tangan Tuhan terbuka untuk mengisi.”

Karena setiap manusia pasti memiliki sesuatu yang ia cintai. Dan setiap cinta berpotensi menjadi penghalang menuju Allah jika tidak diletakkan pada tempatnya. Ali Imran: 92 mengajarkan bukan sekadar memberi, tetapi melepaskan demi Allah. Ia mengajak kita membuktikan cinta, bukan hanya mengakuinya. Bahkan dalam bisikan halus ayat ini, seolah Allah berkata: “Berikanlah yang engkau cintai. Aku akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih indah—di dunia dan akhirat.”

Semoga kita termasuk orang-orang yang berani membuka tangan, membuka hati, dan akhirnya meraih al-birr, kebajikan tertinggi di sisi-Nya dan menempati surga Al-Birr.

Tags: Memberinasehat

Comments 1

  1. Dharmajaya says:
    9 months ago

    Aamiin. Ajzkh

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Ipa Slamet on Pemkab Subang Apresiasi Pembinaan Karakter Pemuda LDII
  • Tia Gustiara on LDII Jabar Kolaborasi dengan PT Pos Indonesia Siapkan 100 Agen Pos Baru
  • Angka DH on LDII Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Masjid Al Muhajirin
  • Angka DH on LDII Jabar Kolaborasi dengan PT Pos Indonesia Siapkan 100 Agen Pos Baru
  • Bapak Zaini on LDII Ciparay Gelar Perkemahan CAI, Perkuat Pembinaan Karakter Generasi Muda
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LDII Kabupaten Bandung Perkuat Ukhuwah melalui Tabligh Akbar di Baleendah

LDII Kabupaten Bandung Perkuat Ukhuwah melalui Tabligh Akbar di Baleendah

September 9, 2026
Buka Musda III LDII Mesuji, Bupati Elfianah Ajak Perkuat Sinergi dengan Pemerintah

Buka Musda III LDII Mesuji, Bupati Elfianah Ajak Perkuat Sinergi dengan Pemerintah

September 9, 2026
Cetak Generasi Melek Digital, LDII Muntilan Kunjungi DPP LDII

Cetak Generasi Melek Digital, LDII Muntilan Kunjungi DPP LDII

September 8, 2026
Sukseskan Muktamar Ke-35 NU, LDII Jombang Siagakan Tenaga Medis di Tambakberas

Sukseskan Muktamar Ke-35 NU, LDII Jombang Siagakan Tenaga Medis di Tambakberas

September 7, 2026
Peringati Hari Radio Nasional, LDII Dorong RRI Perkuat Penyebaran Informasi Faktual

Peringati Hari Radio Nasional, LDII Dorong RRI Perkuat Penyebaran Informasi Faktual

0
Peserta Pelatihan Jurnalistik LDII Bengkulu Praktik Liputan Bersama LINES DPP LDII

Peserta Pelatihan Jurnalistik LDII Bengkulu Praktik Liputan Bersama LINES DPP LDII

0
LDII Bersama Ponpes Budi Utomo Surakarta Gelar Salat Istisqo dan Doa Bersama

LDII Bersama Ponpes Budi Utomo Surakarta Gelar Salat Istisqo dan Doa Bersama

0
FKUB Tangerang Kunjungi LDII untuk Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman

FKUB Tangerang Kunjungi LDII untuk Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman

0
Peringati Hari Radio Nasional, LDII Dorong RRI Perkuat Penyebaran Informasi Faktual

Peringati Hari Radio Nasional, LDII Dorong RRI Perkuat Penyebaran Informasi Faktual

September 12, 2026
Peserta Pelatihan Jurnalistik LDII Bengkulu Praktik Liputan Bersama LINES DPP LDII

Peserta Pelatihan Jurnalistik LDII Bengkulu Praktik Liputan Bersama LINES DPP LDII

September 12, 2026
LDII Bersama Ponpes Budi Utomo Surakarta Gelar Salat Istisqo dan Doa Bersama

LDII Bersama Ponpes Budi Utomo Surakarta Gelar Salat Istisqo dan Doa Bersama

September 12, 2026
FKUB Tangerang Kunjungi LDII untuk Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman

FKUB Tangerang Kunjungi LDII untuk Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman

September 11, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Peringati Hari Radio Nasional, LDII Dorong RRI Perkuat Penyebaran Informasi Faktual September 12, 2026
  • Peserta Pelatihan Jurnalistik LDII Bengkulu Praktik Liputan Bersama LINES DPP LDII September 12, 2026
  • LDII Bersama Ponpes Budi Utomo Surakarta Gelar Salat Istisqo dan Doa Bersama September 12, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.