Manokwari (26/5). PC LDII Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, menggelar sosialisasi penyembelihan hewan kurban. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Al-Mubarok Fanindi pada 18–19 Mei 2026.
Ketua LDII Papua Barat, Suroto, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ibadah yang harus dijalankan dengan pemahaman syariat dan keterampilan teknis yang baik.
“Penyembelihan hewan kurban harus dilakukan secara sehat, aman, dan sesuai syariat. Selain itu, momentum bulan Zulhijah juga harus dimanfaatkan dengan memperbanyak amalan ibadah seperti salat sunah, membaca Al Quran, dan puasa Arafah,” ujarnya.
Suroto mengatakan, sosialisasi digelar sebagai tindak lanjut webinar penyembelihan hewan kurban yang sebelumnya dilaksanakan DPW LDII Jakarta bekerja sama dengan Perkumpulan Juru Sembelih Halal Indonesia (JULEHA) dan LP3H LDII Halal Center.
“Kegiatan tersebut diikuti warga LDII dari kawasan Amban, Marina, Swapen, Reremi, Wosi, Arfai, Andai, hingga Fanindi Raya,” jelasnya.
Materi sosialisasi disampaikan Jati Winasis. Ia menjelaskan pentingnya penerapan prinsip kesejahteraan hewan atau animal welfare dalam proses penyembelihan.
“Penyembelihan harus memenuhi syariat sekaligus memperhatikan aspek kesejahteraan hewan. Hewan tidak boleh dibuat stres atau tersakiti secara berlebihan sebelum disembelih,” kata Jati.
Ia menjelaskan, teknik perobohan sapi menjadi salah satu hal penting yang perlu dipahami para juru sembelih. Menurutnya, sapi berukuran besar idealnya dapat direbahkan dengan lembut hanya oleh tiga hingga empat orang agar hewan tetap tenang, “Jika hewan tenang, kualitas daging akan lebih baik karena tidak terjadi penumpukan asam laktat akibat stres,” jelasnya.
Selain itu, peserta juga mendapat pembekalan mengenai standar ketajaman pisau, posisi titik sembelih sesuai syariat, hingga penanganan daging pasca-penyembelihan agar terhindar dari kontaminasi bakteri.
Melalui kegiatan tersebut, LDII Manokwari Barat berharap masyarakat semakin memahami bahwa ibadah kurban tidak hanya sah secara agama, tetapi juga harus memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan, dan profesionalitas juru sembelih.
Kegiatan itu sekaligus menjadi upaya menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki pemahaman legalitas serta standar penyembelihan halal yang baik menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.









