Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Seri Keluarga Bahagia 16

2010/02/11
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Mengulang, membaca dan menderes lagi dalil – dalil bab hak suami dan istri, serasa semakin banyak ide – ide segar yang muncul – keluar. Mengalir begitu saja. Memenuhi benak dan menyeruak. Yang membuat diri ini semakin sadar bahwa masih banyak hal yang bisa diperbuat untuk meraih bahtera keluarga yang bahagia. Dalam hal ini saya teringat gandangan yang sering dibacakan oleh sebagian penyampai yang bersuara bagus sebelum membaca qur’an atau nasehat:

Wa khoiru jaliisu laa yumallu hadiitsuh, watardaduhu tazdaduhu fiihi tajammulan
Al-Quran adalah sebaik – baik teman duduk, dan mengulang – ulanginya akan semakin menambah kebaikan/kecantikan di dalamnya.

Rasanya saya mendapatkan apa yang disebutkan dalam gandangan itu, walau ini penilaian pribadi semata. Alhamdulilah, Allah paring ilham – ilham yang banyak, dan ini sebagian yang akan saya bagi dengan sedulur semua.

Wastaushuu bin-nisaa’i khoiron – kalimat inilah yang begitu menghentak pemahaman saya. Bagaimana tidak, sekali lagi dalil ini menunjukkan partisipasi aktif lelaki dalam membina dan membentuk keluarga bahagia. Bukan model berpangku tangan dan main perintah doang. Justru kejentelan seorang kepala rumah tangga, seyogyanya ditampilkan di sini. Yaitu memberikan contoh, perilaku, tindak – tanduk, tata karma dan bertutur kata.

Berikutnya concern saya tertuju pada kata khoiron. Mendalami lagi kalimat ini terbersit dua makna di dalamnya.. Pertama, khoiron dalam arti benar, baik dan berguna isi nasehatnya. Yang dinasehatkan dan diwasiatkan hal – hal yang baik saja. Hal – hal yang benar saja. Setidaknya seperti cerita ala Socrates berikut ini..

Seorang pria mendatangi Socrates, dan dia berkata, “Tahukah Anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman Anda?”

“Tunggu sebentar,” jawab Socrates. “Sebelum memberitahukan saya sesuatu, saya ingin Anda melewati tiga saringan kecil. Saringan yang pertama adalah kebenaran. Sudah pastikah bahwa apa yang anda akan katakan kepada saya adalah sebuah kebenaran?”

“Tidak,” kata pria tersebut, “Sesungguhnya saya baru saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada Anda”.

“Baiklah,” kata Socrates. “Jadi Anda sungguh tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak. Hmm… sekarang mari kita coba saringan kedua yaitu kebaikan. Apakah yang akan Anda katakan kepada saya mengenai teman saya adalah sesuatu yang baik?”

“Tidak, sebaliknya, mengenai hal yang buruk”.

“Jadi,” lanjut Socrates, “Anda ingin mengatakan kepada saya sesuatu yang buruk mengenai dia, tetapi Anda tidak yakin kalau itu benar. Hmmm…baiklah Anda mungkin masih bisa lulus ujian selanjutnya, yaitu kegunaan. Apakah yang Anda ingin beritahukan kepada saya tentang teman saya tersebut akan berguna buat saya?”

“Tidak, sungguh tidak,” jawab pria tersebut.

“Kalau begitu,” simpul Socrates, “Jika apa yang Anda ingin beritahukan kepada saya… tidak benar, tidak juga baik, bahkan tidak berguna untuk saya, kenapa ingin menceritakan kepada saya?”

Serendah – rendahnya, mungkin tiga hal itu yang perlu dijadikan acuan dasar katagori baik, terlepas dari kebenaran alquran dan hadits yang sudah kita mafhumi.

Sedangkan kedua, khoiron berarti baik dan benar cara menyampaikannya. Selain dalam tradisi kita kenal pait madu papan empan adepan, saya pikir ada satu hal yang perlu menjadi perhatian kita bersama sebagaimana dicontohkan Allah dan Rasul dalam bernasehat. Yaitu berupa penawaran yang dalam kalimat atsarnya dimulai dengan: Alaa adullukum, alaa ukhbirukum, alaa atau semisalnya. Secara umum bisa kita artikan maukah, seperti maukah aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik, maukah aku kabarkan, dsb.. Tentu dengan cara seperti ini akan mendapatkan respon yang lebih baik. Sebab bukan sebuah keterpaksaan, melainkan sebuah kesadaran dan kesepakatan. Ada jeda waktu antara datangnya stimulus dengan responnya. Jadi isi dan cara, harus menjadi perhatian dalam berwasiat kepada wanita.

Dari Amir bin al-Ahwash al-Jusyami ra., bahwasanya ia mendengar Rasulullah SAW bersabda pada waktu haji wada’ setelah memuji dan menyanjung Allah, mengingatkan dan menasehati, “Ketahuilah, saling menasihatilah kalian kepada para wanita dalam kebaikan, karena sesungguhnya mereka adalah tawanan – tawanan (tanggungan) di sisi kalian, kalian sama sekali tidak memiliki apapun dari mereka selain itu, kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. (Rowahu Ibnu Majah dan at-Tirmidzi, ia berkata, hadits hasan shohih).

Dari Abu Huroiroh ra. ia menuturkan, Rasulullah SAW bersabda, ‘Saling menasehatilah kalian mengenai perempuan, sebab perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Jika kamu memaksa meluruskannya, maka kamu akan mematahkannya, dan jika kamu membiarkannya maka ia tetap bengkok. Maka saling menasehatilah kalian dengan perempuan.’ (Rowahu al-Bukhari dan Muslim).

Oleh:Ustadz.Faizunal Abdillah

 

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • MasMT on LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib
  • AG1E on LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib
  • Nanang Naswito on Kunjungi Demplot Padi di Lahan Gambut, Ketua LDII Kalbar Dorong Penambahan Luasan Tanam
  • Nanang Naswito on LDII Berau Gelar Ngaji Khusus Wanita, Ingatkan Pentingnya Meningkatkan Ilmu Agama
  • Fadhil on Sinergi Ormas Islam Menguat, Ketua LDII Bone Masuk Kepengurusan MUI 2025–2030
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sambut HUT ke-80 RI, Polres Takalar dan Ormas Islam Bagikan Bendera Merah Putih

Sambut HUT ke-80 RI, Polres Takalar dan Ormas Islam Bagikan Bendera Merah Putih

August 16, 2025
Hadiri Pengajian LDII, Wali Kota Palangkaraya Serahkan Mobil Operasional

Hadiri Pengajian LDII, Wali Kota Palangkaraya Serahkan Mobil Operasional

August 22, 2023
LDII Kota Bandung dan Kemenag Selenggarakan Diklat Da’i untuk Tingkatkan Profesionalisme Pendakwah

LDII Kota Bandung dan Kemenag Selenggarakan Diklat Da’i untuk Tingkatkan Profesionalisme Pendakwah

August 5, 2025
Mendengkur Tak Lagi Dianggap Remeh, Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung dan Stroke

Mendengkur Tak Lagi Dianggap Remeh, Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung dan Stroke

May 15, 2025
Catatan Umroh Ramadan 2026 (2):

Catatan Umroh Ramadan 2026 (2):

0
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

0
Keistimewaan Lailatul Qodar

Keistimewaan Lailatul Qodar

0
LDII, Persinas ASAD, dan Senkom Mitra Polri Kotabaru Bagikan Ratusan Paket Takjil

LDII, Persinas ASAD, dan Senkom Mitra Polri Kotabaru Bagikan Ratusan Paket Takjil

0
Catatan Umroh Ramadan 2026 (2):

Catatan Umroh Ramadan 2026 (2):

March 13, 2026
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

March 13, 2026
Keistimewaan Lailatul Qodar

Keistimewaan Lailatul Qodar

March 13, 2026
LDII, Persinas ASAD, dan Senkom Mitra Polri Kotabaru Bagikan Ratusan Paket Takjil

LDII, Persinas ASAD, dan Senkom Mitra Polri Kotabaru Bagikan Ratusan Paket Takjil

March 13, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Catatan Umroh Ramadan 2026 (2): March 13, 2026
  • Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa March 13, 2026
  • Keistimewaan Lailatul Qodar March 13, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.