Tarakan (20/6). Ketua DPW LDII Kalimantan Utara (Kaltara) Jaet Ahmad Fatoni, menghadiri forum Ngopi Bareng yang membahas pengembangan Kampung Nelayan Juata Laut, Tarakan Utara. Acara itu juga dihadiri anggota DPRD Provinsi Kaltara Komaruddin, Lurah Juata Laut M. Hardi dan tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan setempat.
Acara yang digelar pada Jumat (29/5/2026) lalu itu berdiskusi untuk pengembangan fasilitas perdagangan ikan dinilai sangat tepat dan mendesak. Menurut Jaet, sebagian besar warga Juata Laut dan Kota Tarakan banyak berprofesi sebagai nelayan.
“Pemerintah diharapkan hadir memfasilitasi nelayan kita yang tradisional menjadi modern dengan sistem terintegrasi. Mulai dari BBM khusus nelayan, cool storage, pabrik es, sampai mobil thermoking untuk menjaga kualitas hasil laut,” ujar Jaet.
Hal senada disampaikan Lurah Juata Laut M. Hardi, bahwa infrastruktur rantai dingin (cold chain) harus lengkap agar harga ikan di tingkat nelayan tidak anjlok dan kualitas tetap terjaga sampai ke konsumen.
Senada dengan Hardi, anggota DPRD Kaltara Komaruddin juga menambahkan, pembangunan Kampung Nelayan harus tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya survei akurat di lapangan, bukan berdasarkan pesanan. “Harapannya Kampung Nelayan dibangun berdasarkan data dan kebutuhan nyata nelayan. Jangan karena pesanan, tapi benar-benar hasil survei yang akurat supaya manfaatnya langsung dirasakan warga,” tegasnya.
Sementara itu tim yang mewakili Kementerian Kelautan dan Perikanan, Maulana Firdaus mencatat seluruh masukan untuk ditindaklanjuti sebagai bahan perencanaan program pusat di Tarakan.
Warga sekitar turut menyambut baik diskusi tersebut. Mereka berharap program Kampung Nelayan benar-benar menyentuh kebutuhan nelayan kecil, mulai dari hulu sampai hilir. (*)









