Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Lintas Daerah

Ponpes Sya’airullah Latih Santriwati Olah Daun Kelor untuk Cegah Anemia

2026/08/24
in Lintas Daerah
0
Para santri Pondok Pesantren Khusus Putri (PKPPS) Sya’airullah, Bekasi, Jawa Barat mengolah daun kelor yang tumbuh di sekitar lingkungan pesantren. Foto: LINES

Para santri Pondok Pesantren Khusus Putri (PKPPS) Sya’airullah, Bekasi, Jawa Barat mengolah daun kelor yang tumbuh di sekitar lingkungan pesantren. Foto: LINES

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Bekasi (24/8). Para santri Pondok Pesantren Khusus Putri (PKPPS) Sya’airullah, Bekasi, Jawa Barat mengolah daun kelor yang tumbuh di sekitar lingkungan pesantren. Mereka memanfaatkanya menjadi camilan sehat dalam program “Gerakan Remaja Sehat Tanpa Anemia dengan Daun Kelor”.

Mereka dilatih mengolah kelor menjadi biskuit, puding, dan nugget. Kegiatan yang berlangsung pada 4–6 Juli 2026 tersebut diikuti 42 santri jenjang Wustha (setara SMP) dan Ulya (setara SMA). Selain praktik pengolahan pangan, para santri mendapat edukasi mengenai anemia, gizi seimbang, serta pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi pada masa remaja.

Salah satu pemateri, Royani Chairiyah, mengungkapkan anemia menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan pada remaja putri. Royani yang merupakan Dosen Prodi Kebidanan Universitas Binawan tersebut menjelaskan, masa pertumbuhan dan menstruasi membuat kebutuhan zat besi meningkat. Di sisi lain, pola makan yang belum memenuhi kebutuhan gizi seimbang dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi.

“Keluhan seperti mudah lelah, pusing, dan sulit berkonsentrasi juga kerap dianggap sebagai kondisi biasa. Padahal, jika terjadi terus-menerus, kondisi tersebut dapat memengaruhi aktivitas dan proses belajar,” ungkapnya.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim pengabdian memperkenalkan daun kelor sebagai salah satu bahan pangan yang dapat dimanfaatkan dalam menu sehari-hari. “Kelor dipilih karena mudah ditemukan di lingkungan sekitar pesantren dan memiliki beragam kandungan gizi,” lanjutnya.

Program tersebut dilaksanakan melalui skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP), dengan dukungan pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, tahun anggaran 2026.

Tantangannya bukan hanya mengenalkan manfaat kelor, tetapi membuat bahan pangan tersebut menjadi olahan yang menarik bagi remaja. Karena itu, santri diajak mengolah kelor menjadi makanan yang lebih familiar, seperti biskuit, puding, dan nugget.

Ia menjelaskan, program dijalankan melalui lima tahapan, yakni sosialisasi, pelatihan, penerapan teknik pengolahan kelor, pendampingan dan evaluasi, serta penyusunan rencana keberlanjutan bersama pengurus pondok. Sebelum pelatihan, santri mengikuti pemeriksaan kadar hemoglobin dan pengukuran pengetahuan mengenai anemia serta gizi. Hasil tersebut menjadi bagian dari evaluasi program sebelum dan setelah edukasi diberikan.

“Selanjutnya, santri mendapat materi mengenai gizi seimbang dan pencegahan anemia. Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik pengolahan daun kelor menjadi berbagai produk pangan,” jelasnya.

Melalui praktik tersebut, santri tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai anemia, tetapi juga belajar memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan pesantren menjadi makanan yang lebih menarik dan mudah dikonsumsi. Program ini juga menghasilkan kader.

“Duta Santri Sehat”. Para kader disiapkan sebagai penggerak edukasi kesehatan di lingkungan pesantren, terutama dalam menyampaikan informasi mengenai pencegahan anemia kepada sesama santri.

Dari hasil evaluasi, pemahaman santri mengenai anemia dan gizi seimbang meningkat lebih dari 30 persen setelah mengikuti rangkaian edukasi. Tim juga mencatat adanya perubahan pola konsumsi pangan bergizi serta indikasi perbaikan kadar hemoglobin selama masa pendampingan.

“Biskuit, puding, dan nugget kelor yang dibuat para santri tidak berhenti sebagai hasil praktik. Produk tersebut juga diarahkan untuk memiliki nilai tambah dan berpotensi dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan usaha pesantren,” lanjutnya.

Dengan demikian, pemanfaatan kelor tidak hanya diarahkan untuk mendukung kesadaran santri mengenai pentingnya gizi dan pencegahan anemia, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan pengolahan pangan dan kemandirian ekonomi.

Program tersebut diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh pihak pesantren melalui kader Duta Santri Sehat dan pemanfaatan modul yang telah disusun. Pengalaman ini sekaligus menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat dilakukan melalui pendekatan yang dekat dengan keseharian santri, salah satunya dengan mengolah bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar. (Royani Chairiyah/LINES)

Tags: Cegah AnemiaOlah Daun KelorPonpes Sya’airullah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Ipa Slamet on Pemkab Subang Apresiasi Pembinaan Karakter Pemuda LDII
  • Tia Gustiara on LDII Jabar Kolaborasi dengan PT Pos Indonesia Siapkan 100 Agen Pos Baru
  • Angka DH on LDII Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Masjid Al Muhajirin
  • Angka DH on LDII Jabar Kolaborasi dengan PT Pos Indonesia Siapkan 100 Agen Pos Baru
  • Bapak Zaini on LDII Ciparay Gelar Perkemahan CAI, Perkuat Pembinaan Karakter Generasi Muda
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua DPD LDII Depok Tekankan Pentingnya Pembentukan Karakter

Ketua DPD LDII Depok Tekankan Pentingnya Pembentukan Karakter

August 17, 2026
Sangurejo Berpeluang Jadi ProKlim Lestari Pertama di DIY

Sangurejo Berpeluang Jadi ProKlim Lestari Pertama di DIY

August 18, 2026
LDII Lamasi Kolaborasi dengan Pemerintah Bersihkan Fasilitas Publik

LDII Lamasi Kolaborasi dengan Pemerintah Bersihkan Fasilitas Publik

August 18, 2026
LDII Gresik Jajaki Kolaborasi dengan BSI untuk Kelola Usaha Bersama

LDII Gresik Jajaki Kolaborasi dengan BSI untuk Kelola Usaha Bersama

August 18, 2026
Mencegah Api, Menyelamatkan Kehidupan

Mencegah Api, Menyelamatkan Kehidupan

0
LDII Malinau dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Sambut HUT RI

LDII Malinau dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Sambut HUT RI

0
Ponpes Sya’airullah Latih Santriwati Olah Daun Kelor untuk Cegah Anemia

Ponpes Sya’airullah Latih Santriwati Olah Daun Kelor untuk Cegah Anemia

0
Sako SPN Jakarta Selatan Gembleng Karakter Lewat Urban Scouting

Sako SPN Jakarta Selatan Gembleng Karakter Lewat Urban Scouting

0
Mencegah Api, Menyelamatkan Kehidupan

Mencegah Api, Menyelamatkan Kehidupan

August 24, 2026
LDII Malinau dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Sambut HUT RI

LDII Malinau dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Sambut HUT RI

August 24, 2026
Ponpes Sya’airullah Latih Santriwati Olah Daun Kelor untuk Cegah Anemia

Ponpes Sya’airullah Latih Santriwati Olah Daun Kelor untuk Cegah Anemia

August 24, 2026
Sako SPN Jakarta Selatan Gembleng Karakter Lewat Urban Scouting

Sako SPN Jakarta Selatan Gembleng Karakter Lewat Urban Scouting

August 24, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Mencegah Api, Menyelamatkan Kehidupan August 24, 2026
  • LDII Malinau dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Sambut HUT RI August 24, 2026
  • Ponpes Sya’airullah Latih Santriwati Olah Daun Kelor untuk Cegah Anemia August 24, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.