Nganjuk (27/10). Budidaya hidroponik membuka peluang bagi santri Ponpes Al Ubaidah Kertosono untuk memenuhi kebutuhan sayuran, memanfaatkan lahan secara produktif, dan mengembangkan keterampilan pertanian. Untuk mendukung upaya tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk menyalurkan bantuan paket hidroponik melalui program Santri Tani.
Penyerahan bantuan berlangsung di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Kabupaten Nganjuk, Kamis (22/10/2026). Program tersebut digagas Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pertanian untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pesantren.
Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro memberikan apresiasi yang tinggi atas langkah BAZNAS Nganjuk dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis pesantren. Santri hari ini tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu agama, tetapi juga harus berdaya secara ekonomi dan memiliki keterampilan wirausaha.
“Pemerintah daerah berusaha memberikan pelatihan, pendampingan, dan bantuan kepada rekan-rekan santri. Jangan merasa karena berada di dalam pondok kemudian tidak pernah keluar. Pemerintah tetap memperhatikan dan memberikan bekal agar santri memiliki skill yang lebih dan sudut pandang yang lebih luas,” ujar Wabup.
Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Zainal Arifin, menjelaskan bahwa penyerahan bantuan paket hidroponik ini merupakan bagian dari rangkaian program BAZNAS dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional 2026. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi serta sarana bagi pesantren agar mampu menghasilkan pangan secara mandiri sekaligus membuka peluang usaha berbasis pertanian modern.
Bantuan paket hidroponik yang diserahkan meliputi instalasi pipa hidroponik lengkap, benih tanaman, nutrisi tanaman (AB Mix), hingga media tanam.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin, menjelaskan bahwa program Santri Tani menggabungkan bimbingan teknis, penyediaan sarana pertanian, dan pengembangan pekarangan. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas lingkungan pesantren sekaligus mendukung ketersediaan pangan.
Program Santri Tani juga mendorong pengembangan pekarangan pangan bergizi di lingkungan pesantren. Melalui budidaya hidroponik, pesantren diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas sekaligus mengembangkan keterampilan produktif.

Humas Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Abdul Kohar, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan keterampilan santri. Menurutnya, bantuan tersebut membuka kesempatan bagi santri untuk mempelajari budidaya sayuran dengan sistem hidroponik. “Bantuan paket hidroponik ini merupakan bentuk perhatian yang sangat positif bagi pesantren,” ujar Abdul Kohar. Ia berharap program tersebut memberikan kesempatan kepada santri untuk belajar dan mengembangkan keterampilan pertanian.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Sayuran Hidroponik. Pelatihan ini diharapkan memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam memanfaatkan lahan secara produktif.
Abdul Kohar berharap bantuan tersebut dapat memenuhi sebagian kebutuhan sayuran di lingkungan pondok. Selain itu, kegiatan hidroponik diharapkan menumbuhkan kreativitas, kemandirian, kedisiplinan, dan jiwa kewirausahaan santri. “Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para santri,” katanya. Menurutnya, keterampilan pertanian menjadi bekal penting agar santri mampu mengembangkan potensi diri sesuai kebutuhan masyarakat.
Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2026, bantuan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan santri. Ponpes Al Ubaidah Kertosono diharapkan mampu mengembangkan budidaya hidroponik secara berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan pangan dan pemberdayaan ekonomi.











