Kertosono (25/10). Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono membekali wali murid keterampilan mengasuh anak melalui kegiatan parenting skill (keterampilan keorangtuaan). Kegiatan ini bertujuan membantu orang tua mendampingi tumbuh kembang anak melalui komunikasi terbuka, ekspresi kasih sayang, dan pengendalian emosi.
Kegiatan tersebut berlangsung di Wisma Abdul Dhohir, kompleks Ponpes Al Ubaidah, pada Rabu (21/10/2026). Mengusung tema “Optimalisasi Peran Orang Tua dalam Mendampingi Tumbuh Kembang Buah Hati Tercinta”, kegiatan ini diikuti wali murid KB Choirul Huda, TK Tarbiyah Al Ubaidah, dan SD Al Ubaidah.
Psikolog Sovia Sahid hadir sebagai pemateri untuk memberikan pemahaman tentang pola pengasuhan, yang mendukung perkembangan emosional dan sosial anak. Sovia menjelaskan, pujian dan pelukan merupakan bentuk stimulasi sosioemosional yang dibutuhkan anak.
Keduanya membantu anak mengembangkan kemampuan sosial, memahami emosi, dan berinteraksi dengan orang lain. Jika orang tua kesulitan mengekspresikan kasih sayang, mereka dapat menjelaskan kondisi tersebut secara terbuka kepada anak.
Ia juga menekankan pentingnya dialog ketika harapan orang tua berbeda dengan keinginan anak. Orang tua perlu memberi ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapat dan mempertimbangkan pilihan hidupnya. Komunikasi terbuka membantu kedua pihak memahami pandangan masing-masing tanpa mengabaikan aspirasi anak.
Sovia mencontohkan orang tua yang berharap anaknya menjadi mubalig atau juru dakwah. Orang tua dapat menjelaskan keutamaan dakwah, peran pendakwah, serta proses yang harus dijalani. Melalui dialog, anak dapat memahami harapan orang tua sekaligus menyampaikan cita-citanya sendiri.

Wali murid kelas TK B Tarbiyah Al Ubaidah, Rima Puspita Sari, menilai pengendalian emosi menjadi tantangan penting dalam pengasuhan. Situasi ketika anak mengamuk atau menginginkan sesuatu yang belum terpenuhi kerap menguji kesabaran orang tua. “Tantangan terbesar dalam menghadapi anak zaman sekarang, selain gawai, adalah emosi diri sendiri,” ujarnya.
Rima mengaku mendapatkan pemahaman penting mengenai ketenangan dalam menghadapi perilaku anak. Ia berencana melatih pengendalian emosi sebelum merespons tindakan anak. “Kunci dalam merawat dan membersamai anak adalah ketenangan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, wali murid diharapkan mampu menerapkan pola pengasuhan yang lebih tenang, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan anak. Bekal tersebut dapat membantu orang tua membangun hubungan yang positif sekaligus mendukung perkembangan emosional dan sosial buah hati.











