Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Parodi – Catatan Akhir Minggu

2011/02/14
in Opini
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Composed By Ranie Dewiyanti

Saya tergugah ketika sebuah artikel tentang ‘kepalsuan kasih’ saya baca di sebuah harian umum terkemuka. Sebuah kenyataan yang sering kita temui sehari-hari ketika kita menyatakan ungkapan kasih pada seseorang yang telah berkorban untuk diri kita. Atau mengikatkan diri pada sebuah hubungan persodaraan berdasarkan besarnya jasa yang telah seseorang berikan pada kita. Atau ungkapan terima kasih yang tiba-tiba harus kita berikan pada seseorang yang telah terlebih dahulu berkorban untuk kita, sementara jauh-jauh sebelumnya kita sama sekali tidak tergugah untuk memperhatikannya bahkan mengenalnya lebih dekat.

Berikutnya dalam artikel tersebut kita dihimbau untuk :
1. Mencintai sesama dengan hati yang bersih, tanpa ada alasan apapun. Kasihilan tanpa kondisi tertentu, jangan mengasihi karena orang terlebih dahulu mengasihi kita. Jangan mengasihi dengan berpura-pura
2. Tidak tiba-tiba mau mengenal orang dan mencoba mengasihi setelah mereka memberi pengorbanannya untuk kita. Mengasihi bukan bentuk lain dari terima kasih, kita ditolong atau tidak, kita harus tetap mengasihi. Tidak mudah memang, kecuali bila kita bisa menghilangkan keakuan kita, menempatkan oranglain dahulu dan bukan diri kita, dan bila kita bisa berprilaku sebagai pelayan, bukan sebagai tuan
3. Sebaiknya mulai memahami dan menerima ajaran untuk mengasihi musuh kita …. Banyak pihak yang mengatakan “It’s a Must”
4. Tidak membayar seseorang agar kita dikasihi, apalagi hanya untuk beberapa menit saja
5. Menyadari bahwa Kasih itu tidak menyakitkan orang lain
Point terakhir menarik perhatian saya, yang mungkin bahkan harus saya renungkan lebih jauh lagi …

Bahwa Kasih itu tidak menyakiti orang lain … bahwa kasih itu adalah tetap berkonteks pada ‘kedamaian’ dan ‘kebesaran jiwa’ … dan bahwa kasih itu adalah bentuk lain dari kesucian hati kita terhadap orang lain.

Hal yang mana sangat tidak mudah kita jalani … karena tepat ketika kita menyatakan kita mengasihi seseorang, beberapa prilaku lain juga mengikuti kita .. seperti bagaimana kita menuangkan bentuk kasih kita dalam sikap-sikap protektif, posesif dan lain sebagainya … yang sering kita lakukan dengan mengatasnamakan kasih.

Saya menjalani banyak waktu dimana saya harus bercermin dan belajar banyak bagaimana cara mengasihi… dimana juga, saya sempat merasa kesulitan untuk mencari guru sehingga saya dapat belajar dengan baik … hal ihwal yang seharusnya tidak perlu menjadi alasan mengapa pada akhirnya saya harus menyakiti orang lain karena pencarian saya mendapati jalan buntu.. karena toh biar bagaimana pun manusia dilahirkan untuk dapat belajar sendiri dan bekerja keras untuk menemukan sisi bijak dalam dirinya.

Kenyataannya, ternyata saya menyakiti beberapa pihak sehubungan dengan komitmen saya terhadap kasih yang saya berikan pada mereka. Saya menyatakan betapa saya mengasihi, namun saya memaksa mereka menangis karena saya dibuat nangis oleh mereka, atau .. saya mengucapkan berulang-ulang bahwa saya mencintai mereka, namun saya membuat mereka sedih karena mereka mengecewakan saya …. Atau, saya memeluk mereka dengan berapi-api dalam gairah kasih dan cinta, tapi saya membawa kemarahan buat mereka karena mereka menolak cara saya mengasihi mereka….

Kemudian, jika reaksi mereka terhadap apa yang saya lakukan telah berdampak, tiba-tiba saja saya merasa tidak disayangi dan saya totally merasa sendirian …. Lalu pada akhirnya, saya merasa sia-sia untuk mencintai mereka ….

Hmmm, parody article itu sangat mengena buat saya ….
Saya secara bersamaan merasakan kejanggalan sikap yang selama ini saya anggap lebih benar dari sikap siapapun itu yang berada di sekeliling saya … Kalo ternyata saya salah kaprah dengan arti kata “mencintai” dan “mengasihi” … saya sungguh2 merasa menyesal untuk itu ….

Ada sebuah cakrawala maha besar yang terbentang di depan saya dalam kurun waktu beberapa tahun ini –seperti yang saya bilang sebelumnya-, saya benar-benar diajarkan oelh seorang guru yang saya temukan tanpa sengaja…

Arti mengasihi dengan sepenuh jiwa begitu nyata dihadirkan, arti mencintai dalam damai dan tenggang rasa tidak henti-hentinya diperlihatkan, arti besarnya sayang tanpa mengharapkan timbal balik pun diajarkan betul pada saya .. dan bahwa kalo benar kita mencintai siapapun, juga artinya adalah tidak menyakiti siapapun itu ….. saya memang diajarkan untuk itu …

Masalahnya, adalah sangat tipis perbedaan dari kata mengasihi dan menyakiti … kita, atau paling tidak saya, sering terkelabui dan tersamarkan bila saya menyakiti seseorang dengan dalih saya melakukannya karena saya mengasihinya …

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Ipa Slamet on Pemkab Subang Apresiasi Pembinaan Karakter Pemuda LDII
  • Tia Gustiara on LDII Jabar Kolaborasi dengan PT Pos Indonesia Siapkan 100 Agen Pos Baru
  • Angka DH on LDII Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Masjid Al Muhajirin
  • Angka DH on LDII Jabar Kolaborasi dengan PT Pos Indonesia Siapkan 100 Agen Pos Baru
  • Bapak Zaini on LDII Ciparay Gelar Perkemahan CAI, Perkuat Pembinaan Karakter Generasi Muda
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LDII Tulang Bawang Gelar Buka Puasa Bersama MUI, FKUB dan Forkopimda

LDII Tulang Bawang Gelar Buka Puasa Bersama MUI, FKUB dan Forkopimda

March 27, 2025

LDII Kramatwatu dan BPJS Kesehatan KC Serang Perkuat Literasi JKN bagi Guru Agama

August 13, 2026
Merawat Keberlangsungan NKRI: Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka

Merawat Keberlangsungan NKRI: Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka

August 12, 2026
Jelang Muswil VIII, LDII NTB Audiensi dengan Bakesbangpoldagri Perkuat Koordinasi

Jelang Muswil VIII, LDII NTB Audiensi dengan Bakesbangpoldagri Perkuat Koordinasi

July 31, 2026
Cinta, Cinta

Cinta, Cinta

0
Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan

Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan

0
Pelatihan Jurnalistik LINES DPP LDII Bekali Peserta Kelola Event dan Fotografi Jurnalistik

Pelatihan Jurnalistik LINES DPP LDII Bekali Peserta Kelola Event dan Fotografi Jurnalistik

0
Semarakkan HUT ke-81 RI, LDII Nuha dan Warga Gotong-Royong Bersihkan Lingkungan

Semarakkan HUT ke-81 RI, LDII Nuha dan Warga Gotong-Royong Bersihkan Lingkungan

0
Cinta, Cinta

Cinta, Cinta

August 31, 2026
Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan

Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan

August 31, 2026
Pelatihan Jurnalistik LINES DPP LDII Bekali Peserta Kelola Event dan Fotografi Jurnalistik

Pelatihan Jurnalistik LINES DPP LDII Bekali Peserta Kelola Event dan Fotografi Jurnalistik

August 31, 2026
Semarakkan HUT ke-81 RI, LDII Nuha dan Warga Gotong-Royong Bersihkan Lingkungan

Semarakkan HUT ke-81 RI, LDII Nuha dan Warga Gotong-Royong Bersihkan Lingkungan

August 31, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Cinta, Cinta August 31, 2026
  • Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan August 31, 2026
  • Pelatihan Jurnalistik LINES DPP LDII Bekali Peserta Kelola Event dan Fotografi Jurnalistik August 31, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.