Cirebon (30/9). Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengajak warga LDII turut menggerakkan perekonomian masyarakat melalui penciptaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baru. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) VIII DPD LDII Kota Cirebon di Gedung Islamic Centre Kota Cirebon, Sabtu (26/9/2026).
Dalam sambutannya, Effendi Edo mendorong warga LDII untuk turut menggerakkan perekonomian masyarakat melalui kegiatan usaha. Menurutnya, warga LDII tidak hanya dapat berperan dalam aktivitas ekonomi, tetapi juga menciptakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. “Saya mengajak warga LDII untuk turut mengambil bagian dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, supaya mampu menciptakan UMKM baru yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Effendi Edo.
Ia menilai, keberadaan UMKM dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi masyarakat dalam pembangunan ekonomi. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk menciptakan peluang usaha sekaligus mendorong kemandirian ekonomi.
Selain bidang ekonomi, Effendi Edo mengajak LDII turut menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kebersihan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan. “Kami mengajak DPD LDII Kota Cirebon untuk turut aktif membangun dan memberikan dampak bagi masyarakat sekitar. Dimulai dari tingkat kelurahan,” ujarnya.
Ia berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tingkat kelurahan dan dilakukan secara bersama-sama. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kota Cirebon untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan mendukung upaya meraih kembali penghargaan Adipura.
Sementara itu Ketua DPW LDII Jawa Barat, Dicky Harun mendorong DPD LDII Kota Cirebon untuk jeli dan responsif menghadapi berbagai perubahan di masyarakat. “Karena zaman sudah berubah, ekonomi, politik, sosial budaya sudah berubah, DPD LDII Kota Cirebon supaya jeli, tanggap dan responsif terhadap perubahan,” kata Dicky.
Ia berharap DPD LDII Kota Cirebon dapat mengembangkan program yang relevan dengan dinamika masyarakat serta menjalankannya secara baik dan berkelanjutan. Menurutnya, kemampuan organisasi dalam merespons perubahan perlu diikuti dengan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Cirebon, Himawan Sutanto, mengatakan Musda VIII menjadi momentum lima tahunan untuk mengevaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus menentukan arah organisasi untuk lima tahun mendatang. “Melalui Musda ini, kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat Kota Cirebon,” kata Himawan.
Musda VIII DPD LDII Kota Cirebon memiliki sejumlah agenda, di antaranya memilih dan menetapkan kepengurusan periode 2026–2031, menyusun program kerja, serta merumuskan pernyataan dan rekomendasi bagi kemaslahatan umat dan pembangunan Kota Cirebon. Musda VIII DPD LDII Kota Cirebon turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah, aparat keamanan, legislatif, instansi terkait, dan tokoh keagamaan. Di antaranya Kepala Kementerian Agama Kota Cirebon yang diwakili H. Asep Fauzi Firmansyah, Kasat Binmas Polres Cirebon Kota Iptu Erni Suhaeni, perwakilan Kodim 0614/Kota Cirebon Kapten Arm. Toto, Kabag Kesra Kota Cirebon Rokila, Muh. Noupel, dari Komisi II DPRD Kota Cirebon, serta Ahmad Dahlan yang mewakili Kejaksaan Negeri Kota Cirebon.
Musda VIII menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus momentum bagi LDII Kota Cirebon untuk memperkuat komunikasi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, LDII Kota Cirebon diharapkan dapat terus mengambil peran dalam berbagai bidang yang memberikan manfaat bagi masyarakat.











