Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Organisasi

Membangun Kembali Kejayaan Maritim Indonesia

2014/04/16
in Organisasi
0
fgd-ldii-maritim
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Sejak dulu, Indonesia dikenal sebagai “Negara Maritim” berdasarkan struktur geografis yang sebagian besar wilayahnya adalah perairan. Namun, benarkah julukan yang telah melekat berpuluh-puluh tahun lamanya merupakan identitas Indonesia jika visi kemaritiman belum terlaksana sebagaimana mestinya?

“Negara Indonesia dinilai tidak memiliki landasan konseptual dan legalitas yang jelas,” ujar Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro Prof Dr Singgih Tri Sulistiyono, salah satu narasumber pada Focus Group Discussion mengenai potensi maritim Indonesia di kantor DPP LDII, Senin (14/04). Singgih yang juga Ketua DPW LDII Jawa Tengah dan anggota Dewan Pakar LDII memaparkan pentingnya menggagas konsep pembangunan negara yang sesuai jati diri bangsa, terutama dalam bidang kelautan.

“Sebuah negara maritim harus memiliki pondasi yang jelas. Baik politik, ekonomi maupun kebudayaan. Belajar dari kerajaan Majapahit yang mensinergikan daratan dengan lautan dan Sriwijaya yang responsif dengan lingkungan geostrategis. Sehingga, Sriwijaya pernah diakui sebagai kerajaan bahari terbesar di Asia Tenggara dan Majapahit berkembang menjadi kerajaan dengan wilayah kekuasaan luas,” ujar Singgih.

Bukti sejarah tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memang pernah menjadi negara maritim yang jaya. Terlebih lagi dengan adanya fenomena diaspora maritim sejak sekitar 3 ribu SM berdasarkan karakter terbuka dari geografi Indonesia ‘mentakdirkan’ kepulauan Indonesia menjadi bagian inheren pelayaran dan jaringan perdagangan internasional, selain menimbulkan keanekaragaman bahasa dan suku bangsa. Bukti sejarah yang lain menunjukkan sejak abad kedua masehi, telah terjadi hubungan dagang antara Indonesia dan India yang merupakan negara adidaya saat itu setelah Cina.

“Orang-orang di Jawa tidak mengkonsumsi komoditas rempah atau hasil hutan dalam skala besar, namun diekspor kembali ke negara-negara sebelah barat. Itulah yang membuat terjadinya semacam barter dimana orang lokal memperoleh tekstil dengan menjual rempah,” ungkap Singgih.

ldii-maritim

Senada dengan Singgih, Dr. Hendrik E. Niemeijer yang juga merupakan staf pengajar Undip mengemukakan, “Perkembangan bersama dalam pelayaran dan perdagangan di akhir abad pertengahan menunjukkan bahwa pedagang-pedagang dunia di abad 15 telah saling berhubungan. Dan pada periode 1450-1680 dikenal dengan ‘Age of Commerce’ menurut Anthony Reid,” ujar Niemeijer.

Setelah Islam mulai menyebar di kalangan pedagang-pedagang pribumi dan Malaka jatuh ke tangan Portugis, pertumbuhan ekonomi sepanjang pesisir utara Jawa justru tumbuh. Hal ini membuat kerajaan baru seperti Mataram ingin menguasai, begitu juga dengan Portugis. Dan pada abad 17, ketika Belanda datang dengan perusahaan dagangnya VOC, kota perdagangan yang lemah dapat dikuasai dan dimonopoli. Kebijakan monopoli VOC yaitu dalam menentukan harga jual produk lokal dan pelarangan menjual kepada Eropa lainnya.

Pedagang pribumi dipaksa menyesuaikan diri dengan situasi di mana Belanda mendominasi pelayaran dan perdagangan di kepulauan Indonesia. Sejak itulah, gaung Indonesia sebagai negara maritim terputus. Karena itulah, Singgih juga menegaskan bahwa tugas generasi sekarang dan yang akan datang untuk menyelesaikan ‘takdir sejarah’ sebagai negara maritim besar di masa mendatang sesuai jati diri bangsa Indonesia.

Pembangunan negara maritim pun tidak dapat dilakukan secara parsial. Harus memiliki pondasi jelas dalam bidang politik, ekonomi dan budaya. Di mana politik mencakup aspek ideologi, pertahanan dan keamanan, ekonomi mencakup aspek sistem ekonomi, produksi dan distribusi dan budaya mencakup aspek pendidikan, kelembagaan dan peran rakyat dalam membangun negara maritim. Untuk membangun negara maritim yang kuat pun, diperlukan visi atau cara pandang kelautan yang kuat dengan memandang wilayah daratan atau kepulauan sebagai bagian dari wilayah laut. Dengan demikian, akan mempengaruhi cara pendefinisian negara Indonesia sebagai negara maritim.

Indonesia dapat dikatakan negara maritim bila dengan kekuatan dan kemajuan teknologi maritimnya dapat memanfaatkan potensi laut yang dimiliki secara sinergis. Dengan pertumbuhan ekonomi di masa kini yang positif, bukan tidak mungkin Indonesia masuk dalam daftar sebagai negara maju.

rokhmin-dahuri-ldii

“Namun, hingga saat ini, sumber daya kelautan masih dipandang ‘sebelah mata’. Kalaupun ada kegiatan yang memanfaatkan itu umumnya kurang profesional dan kurang mengindahkan aspek kelestarian sumber daya alam”, ungkap Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, yang merupakan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia.

Rokhmin memaparkan pembangunan wilayah pesisir dan lautan secara terpadu dan berbasis inovasi yang diharapkan dapat mengatasi kondisi, potensi dan permasalahan pembangunan kelautan Indonesia serta dinamika lingkungan global. Masih menurut Rokhmin, pembangunan sektor kelautan dan perikanan harus didahului pembenahan kebijakan dan implementasi manajemen untuk mencapai lima tujuan yaitu, peningkatan kesejahteraan nelayan, pembudidaya dan stakeholder lainnya, peningkatan daya saing dan kontribusi sektor laut, peningkatan kecerdasan dan kesehatan bangsa dengan mengonsumsi ikan, pemeliharaan daya dukung dan kualitas ekosistem laut, pesisir dan air tawar, dan menjadikan laut untuk memperkokoh kedaulatan dan kesatuan wilayah NKRI.

“Jika kita mampu melaksanakan pembangunan kelautan sebagai platform pembangunan ekonomi bangsa, InsyaAlloh, paling lambat tahun 2030 Indonesia menjadi negara maju, adil-makmur, bermartabat dan diridhoi Alloh SWT. Pada akhirnya, masa depan pembangunan Indonesia berbasis sumberdaya kelautan akan berpulang pada sejauh mana keputusan politik pemerintah dan rakyat Indonesia mendukung paradigma tersebut,” jelas Rokhmin. (Noni/LINES)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Surahman on LDII Pasangkayu Latih Generasi Muda Jadi Entrepreneur Kreatif dan Berdaya Saing
  • Surahman on LDII Pasangkayu Latih Generasi Muda Jadi Entrepreneur Kreatif dan Berdaya Saing
  • Supardo on Wamenhaj Kunjungi LDII Tarakan, Ajak Generasi Muda Sehat Fisik dan Intelektual
  • Edy purwanto on LDII Pasangkayu Latih Generasi Muda Jadi Entrepreneur Kreatif dan Berdaya Saing
  • Sigit Budi Nugroho on LDII dan BJB Syariah Jajaki Kolaborasi Ekonomi Umat Berbasis Digital
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jabat Ketua DPD LDII Kota Semarang, Sunarto Siap Membumikan Toleransi

Jabat Ketua DPD LDII Kota Semarang, Sunarto Siap Membumikan Toleransi

April 28, 2026
MUI dan LDII Mamuju Tengah Jadikan 1 Muharam Momentum Introspeksi Diri

MUI dan LDII Mamuju Tengah Jadikan 1 Muharam Momentum Introspeksi Diri

June 17, 2026
LDII Kaltara Dorong Kampung Nelayan Percontohan, Targetkan Cool Storage dan Pabrik Es Nelayan

LDII Kaltara Dorong Kampung Nelayan Percontohan, Targetkan Cool Storage dan Pabrik Es Nelayan

June 20, 2026
LDII Wonogiri Dukung Program CKG, Ratusan Santri Ponpes Al Barru Ikut Pemeriksaan

LDII Wonogiri Dukung Program CKG, Ratusan Santri Ponpes Al Barru Ikut Pemeriksaan

June 17, 2026
Sako SPN DKI Jakarta Programkan Cetak Generasi Emas dan Pemimpin Masa Depan

Sako SPN DKI Jakarta Programkan Cetak Generasi Emas dan Pemimpin Masa Depan

0
BPM Raudhatul Hidayah dan Kemenag HSU Ukur Ulang Arah Kiblat Masjid

BPM Raudhatul Hidayah dan Kemenag HSU Ukur Ulang Arah Kiblat Masjid

0
Seminar Parenting LDII Cimangis Tekankan Peran Ayah dalam Mewujudkan Keluarga Harmonis

Seminar Parenting LDII Cimangis Tekankan Peran Ayah dalam Mewujudkan Keluarga Harmonis

0
Dukung Pembangunan Daerah, Pengurus LDII Kolaka Timur Perkuat Kolaborasi

Dukung Pembangunan Daerah, Pengurus LDII Kolaka Timur Perkuat Kolaborasi

0
Sako SPN DKI Jakarta Programkan Cetak Generasi Emas dan Pemimpin Masa Depan

Sako SPN DKI Jakarta Programkan Cetak Generasi Emas dan Pemimpin Masa Depan

June 23, 2026
BPM Raudhatul Hidayah dan Kemenag HSU Ukur Ulang Arah Kiblat Masjid

BPM Raudhatul Hidayah dan Kemenag HSU Ukur Ulang Arah Kiblat Masjid

June 23, 2026
Seminar Parenting LDII Cimangis Tekankan Peran Ayah dalam Mewujudkan Keluarga Harmonis

Seminar Parenting LDII Cimangis Tekankan Peran Ayah dalam Mewujudkan Keluarga Harmonis

June 23, 2026
Dukung Pembangunan Daerah, Pengurus LDII Kolaka Timur Perkuat Kolaborasi

Dukung Pembangunan Daerah, Pengurus LDII Kolaka Timur Perkuat Kolaborasi

June 22, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Sako SPN DKI Jakarta Programkan Cetak Generasi Emas dan Pemimpin Masa Depan June 23, 2026
  • BPM Raudhatul Hidayah dan Kemenag HSU Ukur Ulang Arah Kiblat Masjid June 23, 2026
  • Seminar Parenting LDII Cimangis Tekankan Peran Ayah dalam Mewujudkan Keluarga Harmonis June 23, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.