Oleh Ketua Dewan Penasehat Pusat DPP LDII, KH Edy Suparto
Kebahagiaan dalam kehidupan tidak selalu ditentukan oleh kekayaan atau kemewahan. Kualitas pasangan, lingkungan tempat tinggal, hubungan dengan tetangga, dan kenyamanan kendaraan turut memengaruhi kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW menjelaskan empat perkara yang dapat menjadi sumber kebahagiaan sekaligus empat perkara yang dapat mendatangkan kesengsaraan.
Dalam hadis yang diriwayatkan dari Ismail bin Muhammad bin Saad bin Abi Waqqash dari Abih dari Jaddih ia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:
أَرْبَعٌ مِنْ السَّعَادَةِ: الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيءُ، وَأَرْبَعٌ
مِنَ الشَّقَاوَةِ: الْمَرْأَةُ السُّوءُ، وَالْجَارُ السُّوءُ، وَالْمَرْكَبُ السُّوءُ، وَالْمَسْكَنُ الضَّيِّقُ
“Ada empat hal yang termasuk kebahagiaan hidup, istri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang saleh, dan kendaraan yang nyaman.”
“Dan ada empat hal yang termasuk kesengsaraan hidup, istri yang berperangai buruk, tetangga yang berperangai buruk, kendaraan yang buruk, dan tempat tinggal yang sempit.”
(Musnad Ahmad dan shahih Ibnu Hibban)
Hadis tersebut mengingatkan umat Islam agar mensyukuri nikmat yang mendukung kehidupan. Pesan ini juga mendorong setiap orang berusaha membangun keluarga, lingkungan, dan kehidupan yang membawa kemanfaatan dan kebaikan.
1. Tetangga yang Baik, Sumber Kenyamanan Sosial
Tetangga menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Hubungan yang baik menghadirkan rasa aman, kepedulian, dan kesempatan untuk saling membantu. Dalam budaya Jawa, dikenal pepatah, “Pagar mangkok lebih kokoh daripada pagar tembok.” Pepatah tersebut menggambarkan kuatnya perlindungan sosial melalui hubungan baik dan kepedulian antarwarga.
Ketika tetangga saling mengenal dan menghormati, mereka dapat bekerja sama menghadapi berbagai persoalan. Sebaliknya, hubungan yang buruk berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, menjaga kerukunan, menghormati hak tetangga, dan membantu sesuai kemampuan merupakan bagian penting dari kehidupan sosial. Hubungan bertetangga yang baik juga dapat memperkuat semangat gotong royong.
2. Kendaraan yang Nyaman, Mendukung Aktivitas dan Ibadah
Kendaraan yang nyaman tidak harus berupa mobil mewah atau kendaraan berharga mahal. Hal terpenting ialah kendaraan tersebut mendukung mobilitas dan kebutuhan sehari-hari. Kendaraan yang layak membantu seseorang bekerja, mencari nafkah, menghadiri pengajian, menjalin silaturahim dan beramal saleh. Kemudahan transportasi juga dapat mendukung pelaksanaan berbagai urusan keluarga dan sosial.
Sebaliknya, kendaraan yang sering bermasalah dapat menghambat aktivitas dan menambah beban pengeluaran. Oleh karena itu, kenyamanan kendaraan perlu dipahami sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
3. Rumah yang Luas, Memberikan Ruang bagi Ibadah
Tempat tinggal yang luas menjadi salah satu perkara yang disebut dalam hadis sebagai sumber kebahagiaan. Namun, kenyamanan rumah tidak semata-mata ditentukan oleh ukuran bangunannya. Rumah yang baik juga menghadirkan ketenangan, kebersihan, dan suasana yang mendukung ibadah. Membaca Al-Qur’an, mempelajari agama, serta melaksanakan salat sunah dapat menghidupkan suasana religius di dalam rumah.
Rasulullah SAW mengingatkan agar rumah tidak dibiarkan kosong dari ibadah. Dalam hadis riwayat Muslim, beliau bersabda bahwa rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah tidak akan dimasuki setan.
Salat wajib bagi laki-laki memiliki keutamaan untuk dilaksanakan berjemaah di masjid. Sementara itu, salat sunah dapat dikerjakan di rumah agar keluarga turut merasakan suasana ibadah.
Dengan demikian, rumah yang membahagiakan bukan hanya tempat beristirahat. Rumah juga menjadi tempat membina keluarga, menanamkan nilai agama, dan membangun kedekatan dengan Allah SWT.
4. Pasangan Saleh atau Salehah, Penopang Kehidupan Keluarga
Pasangan yang saleh atau salehah dapat menghadirkan ketenteraman dan kebaikan dalam kehidupan rumah tangga. Hubungan tersebut dibangun melalui keimanan, akhlak yang baik, komunikasi, dan tanggung jawab bersama. Pasangan yang saling mengingatkan dalam kebaikan dapat membantu menjaga ibadah dan membangun keluarga yang harmonis. Dukungan tersebut juga penting ketika keluarga menghadapi kesulitan atau harus mengambil keputusan.
Prinsip kebaikan dalam keluarga juga tercermin melalui anak yang saleh. Anak yang berbakti dapat merawat orang tua, memberikan perhatian, dan perawatan yang baik ketika mereka masih hidup. Serta selalu mendoakan kedua orang tua setelah mereka meninggal dunia.
Kebiasaan beribadah dan berdoa membuat seseorang lebih mudah mengingat dan berbakti pada kedua orang tuanya. Kehadiran pasangan dan keluarga yang saleh menjadi bagian dari kebahagiaan karena menghadirkan hubungan yang saling memberi kebaikan.
Karena itu, pendidikan agama dan pembentukan akhlak perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Keteladanan orang tua menjadi salah satu bekal penting bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
Kebahagiaan Juga Berkaitan dengan Rasa Syukur
Empat perkara dalam hadis tersebut menunjukkan bahwa kebahagiaan berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Tetangga yang baik menghadirkan kenyamanan sosial, sedangkan kendaraan yang layak mendukung kelancaran aktivitas.
Tempat tinggal yang nyaman memberi ruang bagi keluarga untuk beristirahat dan beribadah. Sementara itu, pasangan yang saleh atau salehah membantu membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis.
Meski demikian, kebahagiaan tidak hanya bergantung pada terpenuhinya kebutuhan lahiriah. Rasa cukup, syukur, dan kedekatan kepada Allah SWT juga menjadi bagian sangat penting dalam menjalani kehidupan.
Sikap qanaah mengajarkan seseorang menerima rezeki dengan lapang dada tanpa berhenti berusaha. Rasa syukur membantu manusia menghargai nikmat yang dimiliki, sekaligus menggunakannya untuk kebaikan.
Hadis tersebut juga mengingatkan agar setiap orang berusaha memperbaiki hubungan keluarga dan sosial. Kebahagiaan dapat tumbuh ketika nikmat yang dimiliki disertai akhlak baik, ibadah, dan kepedulian kepada sesama.
Semoga Allah SWT menganugerahkan keluarga yang saleh, tempat tinggal yang menenteramkan, tetangga yang baik, serta sarana kehidupan yang bermanfaat. Semoga kita senantiasa diberi kesehatan, umur panjang yang barokah, dan hati yang pandai bersyukur. Amin.










