Tanggamus (7/10). DPD LDII Kabupaten Tanggamus membekali generasi muda dengan keterampilan pemasaran digital melalui pelatihan affiliate marketing bertajuk “Dari Konten Jadi Cuan, Peluang Bisnis di Era Sekarang”. Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPD LDII Tanggamus, Lampung, Minggu (4/10/2026), tersebut diarahkan untuk memperkenalkan peluang bisnis digital.
Wakil Ketua DPD LDII Tanggamus, Sujatman, mengatakan pemanfaatan gawai perlu diarahkan untuk kegiatan yang memberikan manfaat. Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan dan mencari peluang ekonomi. “Kami mengajak generasi muda dapat memanfaatkan gawai yang dimiliki untuk hal yang positif. Jika tidak dimanfaatkan dengan bijak, gawai dapat menjadi mudarat bagi pemiliknya,” ujar Sujatman.
Ia menjelaskan, peluang ekonomi di ruang digital memungkinkan generasi muda mengembangkan kemampuan tanpa hanya bergantung pada lapangan pekerjaan formal. “Perkembangan teknologi digital membuka peluang ekonomi yang luas. Pemuda tidak lagi harus terpaku dengan menunggu lapangan kerja formal, tetapi juga bisa menciptakan kemandirian finansial dengan bermodalkan gawai,” tuturnya.
Namun, Sujatman mengingatkan agar peluang tersebut tetap dijalankan dengan menjunjung etika dan nilai-nilai luhur. “Produksi konten dengan muatan pesan yang jujur. Jangan menyesatkan konsumen, sehingga keberkahan dalam berbisnis dapat terjaga,” katanya.
Pemateri pelatihan, Sandi Prayoga, mengatakan affiliate marketing tidak hanya berkaitan dengan aktivitas promosi produk, tetapi juga membutuhkan keterampilan dalam membuat konten. Anggota Biro TIAT DPW LDII Lampung tersebut menjelaskan, peserta dapat mengembangkan kemampuan melalui berbagai bentuk konten digital, termasuk video. “Dalam kegiatan affiliate marketing, yang dibangun adalah skill. Bisa dengan membuat video atau hal lainnya,” ujar Sandi. Dalam sesi praktik, ia juga memperagakan tahapan mempromosikan produk kepada calon konsumen melalui media digital agar peserta memperoleh gambaran mengenai penerapan materi yang disampaikan.
Melalui pelatihan tersebut, DPD LDII Tanggamus mendorong generasi muda tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara produktif. Sandi berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut. “Semoga para generasi muda dapat mempraktikkan ilmu yang diberikan, sehingga dapat menjadi generasi yang mandiri melalui penguatan bisnis di dunia digital,” tutupnya.











