Bengkulu (28/8). DPW LDII Bengkulu silaturahim dengan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistika (Diskominfotik) Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa. Pertemuan tersebut bertempat di kantor Diskominfotik Bengkulu, pada Rabu (26/8/2026), mendiskusikan rencana pelatihan jurnalistik.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Bengkulu, Hj. Nelly Alesa, menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan literasi media di lingkungan organisasi kemasyarakatan. “Saya akan untuk hadir dan membuka agenda Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jurnalistik Tingkat Dasar yang dijadwalkan berlangsung pada 4–6 September mendatang,” ujar Nelly.
Kehadiran pemerintah daerah dalam inisiatif pendidikan komunikasi dinilai sebagai langkah strategis untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat. “Rencana pelaksanaan diklat jurnalistik adalah hal yang baik. Untuk meningkatkan kapasitas kader dalam bidang komunikasi dan penyampaikan informasi pada masyarakat,” ujar Nelly.
Menurutnya, upaya meningkatkan keterampilan komunikasi massa bagi kader organisasi sangat relevan dengan kebutuhan publik di tengah derasnya arus informasi digital saat ini. “Diskominfotik memandang bahwa diklat jurnalistik ini bukan sekadar pelatihan teknis menulis, melainkan upaya fundamental dalam membangun kesadaran akan pentingnya verifikasi informasi dan penyampaian pesan yang bertanggung jawab kepada khalayak luas,” tambahnya.
Selain mendiskusikan pelaksanaan pelatihan jurnalistik, pada pertemuan tersebut dibahas rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Kominfotik Provinsi Bengkulu dengan LDII Bengkulu. Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat kerja sama di bidang komunikasi, informasi, serta edukasi publik guna memastikan penyebarluasan narasi yang konstruktif di wilayah Bengkulu.

Ketua DPW LDII Bengkulu, Meri Sasdi Jantan berharap, MoU tersebut dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan LDII, “Khususnya pada bidang komunikasi, informasi, edukasi publik dan penyebarluasan informasi yang positif dan konstruktif,” tuturnya.
Ia menjelaskan, dukungan yang diberikan Dinas Kominfotik Bengkulu juga menjadi motivasi LDII untuk meningkatkan kualitas kader di bidang jurnalistik. “Kami ingin melahirkan kader, yang tidak hanya mampu menulis, tetapi juga menghadirkan pemberitaan yang sehat, sejuk, edukatif, objektif dan bertanggung jawab,” jelas Meri.
Meri mengatakan, pelatihan tersebut akan menghadirkan pemateri dari DPP LDII. “Diikuti 110-an peserta, yang berasal dari berbagai wilayah di Provinsi Bengkulu. Pelatihan akan dilaksanakan pada 4-6 September 2026,” tutupnya.
LDII berharap, melalui sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan, akan tercipta kanal-kanal informasi yang mampu mencerahkan sekaligus mendidik masyarakat. Sinergi ini juga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menangkal penyebaran berita bohong (hoaks) yang kerap mengganggu stabilitas sosial. Dengan adanya pembekalan jurnalistik yang mumpuni, kader-kader LDII diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyebarkan energi positif bagi kemajuan Provinsi Bengkulu.










