Nganjuk (2/7). DPD LDII Nganjuk menggelar seminar bertajuk “Generasi Cerdas, Media Berkualitas: Membangun Karakter Luhur dan Menjaga Persatuan Bangsa di Era Digital”. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (28/6) dihadiri generasi muda LDII, sebagai upaya memperkuat literasi digital.
“Media sosial tidak hanya menjadi sarana berkomunikasi, tetapi juga ruang publik yang menuntut tanggung jawab dari setiap penggunanya,” papar Ketua DPD LDII Nganjuk, Murkani.
Ia menerangkan penggunaan media sosial harus disertai etika, tanggung jawab, dan karakter yang baik. Menurutnya informasi yang diterima perlu disaring terlebih dahulu, sebelum dibagikan agar tidak menjadi bagian dari penyebaran hoaks.
“Media sosial semestinya dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, dakwah, dan mempererat silaturahmi. Karena itu, generasi muda didorong tidak hanya memiliki kecakapan memanfaatkan teknologi, tetapi juga karakter yang mampu menjaga persatuan dan kerukunan di ruang digital,” ungkapnya.
Murkani berharap generasi muda menjadi pengguna media sosial yang kritis dalam menerima informasi, santun dalam berkomunikasi, serta aktif menyebarkan konten yang bermanfaat bagi masyarakat.
Materi disampaikan oleh anggota Bagian Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPD LDII Nganjuk, Anggit Dema Alfaridzi, Reza Adi Permanan, dan anggota Bagian Hubungan Antarlembaga DPD LDII Nganjuk, Wahyu Nurhadi.
Ketiganya membahas etika bermedia sosial, pentingnya menjaga jejak digital, serta langkah-langkah memverifikasi informasi sebelum disebarluaskan. Peserta juga diperkenalkan metode T.H.I.N.K. sebagai panduan sebelum mengunggah konten dan metode STOP untuk membantu mengenali serta menghentikan penyebaran informasi yang belum terverifikasi.









