Jakarta (4/10). Ketua PC LDII Kecamatan Johar Baru, Mudjiono menghadiri “Subuh Gabungan” dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Johar Baru. Acara itu dibuka oleh Lurah Tanah Tinggi, Heru Tri Prasetyo.
“Ibadah salat Subuh berjamaah di masjid selain berpahala tinggi, juga menjadi silaturahim untuk memperkuat *ukhuwah Islamiyah* di antara warga dan ormas Islam lainnya,” papar Heru.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Jami An-Nur, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat pada Sabtu (12/9) tersebut, juga menjadi ajang silaturahmi antarormas Islam serta pemerintah setempat. Heru melanjutkan, pribadi akhlakul karimah penting karena kinerja tak hanya diwadahi kemampuan teknis.
“Mencari orang pintar dan hebat itu mudah, namun yang terpenting adalah membentuk pribadi berakhlakul karimah. Kebaikan itu tidak hanya diperlihatkan di depan pimpinan, tetapi benar-benar tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Heru.
Ia menambahkan, komitmen dalam mengikuti kegiatan keagamaan seperti Subuh Gabungan menjadi indikator penting dalam menilai integritas seorang tokoh agama. Heru juga mengapresiasi perkembangan serta kekompakan ormas Islam di wilayahnya yang dinilai sangat harmonis.“Ini luar biasa. Kegiatan rutin ini harus bisa dilestarikan ke pengurus selanjutnya. Ini bisa jadi contoh, bahkan bagi tokoh agama disekitarnya,” ungkapnya.
Karena itu Heru juga berpesan, seluruh tokoh agama di Johar Baru baik dari LDII, NU, Muhammadiyah maupun Persis didorong untuk turut mencetak sumber daya manusia di bidang keagamaan. Menurutnya, hal ini dapat mempererat komitmen organisasi untuk terus membangun sinergi dan kolaborasi, baik dengan program pemerintah maupun seluruh ormas keagamaan di wilayah Johar Baru.
Acara itu juga dihadiri Ketua MUI kecamatan KH. Abdurochman, Bendahara MUI Kecamatan Danu Suroso, Ketua PC LDII Johar Baru Mudjiono, Ketua DKM Masjid Jami An-Nur H. Umar Fauzan, serta jajaran pengurus MUI dan DKM se-Kecamatan Johar Baru.











