Jakarta (13/5). DPP LDII menghadiri agenda Peresmian Galeri Syariah dan Sosialisasi Edukasi Pasar Modal Inklusi Keuangan Syariah di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya strategis dalam memperkuat literasi dan inklusi pasar modal syariah, khususnya di lingkungan pondok pesantren.
Ketua DPP LDII, Ivan Hartawan menilai, kegiatan tersebut sangat penting untuk memperluas pemahaman generasi muda mengenai pasar modal syariah. Sebab, selama ini masyarakat lebih banyak mengenal literasi keuangan dari sisi perbankan saja.
“Padahal produk syariah juga mencakup pasar modal. Karena itu, generasi muda perlu memahami investasi sejak dini agar memiliki kemampuan perencanaan keuangan yang baik,” ujarnya.
Ia juga berharap edukasi dan literasi keuangan syariah dapat terus diperluas, baik secara langsung maupun daring. Dengan adanya seminar sosialisasi ekonomi dan keuangan seperti ini, ia meyakini semakin banyak generasi muda yang memahami dan mempraktikkan investasi syariah.
“Literasi keuangan syariah terus meningkat, tetapi tingkat inklusi atau praktiknya masih perlu didorong. Dengan kegiatan seperti ini diharapkan masyarakat semakin memahami dan mulai mempraktikkan investasi syariah,” lanjutnya.
Acara tersebut dihadiri Direktur Pengawasan Perilaku, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) dan Layanan Manajemen Strategis (LMST) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Jakarta Bogor Depok dan Bekasi (Jabodebek), Nuning Isnainijati. Ia menjelaskan, kegiatan peresmian Galeri Investasi Syariah dan seminar pasar modal merupakan bagian dari program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPICS).
“Pembentukan EPICS telah dilakukan di Pesantren Minhajurrosyidin pada Desember tahun lalu. Hari ini merupakan rangkaian kegiatan untuk memperkuat ekosistem inklusi keuangan syariah,” jelasnya.
Ia menambahkan, Galeri Investasi Syariah di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin menjadi galeri investasi syariah pertama di pondok pesantren wilayah DKI Jakarta. Sebelumnya, pesantren tersebut juga meresmikan Reversible Vending Machine (RVM) untuk sampah nonorganik yang menjadi yang pertama di lingkungan pesantren di Indonesia.
“Ini merupakan prestasi luar biasa bagi Pondok Pesantren Minhajurrosyidin dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar,” katanya.
Acara ini turut dihadiri Regional Head 3 Market Development dari Bursa Efek Indonesia, Kemas M. Rumaiyar. Ia berharap, keberadaan Galeri Investasi Syariah dapat memberikan manfaat luas bagi mahasiswa, pelajar, serta masyarakat sekitar.
“Kami berharap Galeri Investasi Syariah di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin tidak berhenti hanya pada peresmian hari ini, tetapi juga berlanjut melalui edukasi yang berkesinambungan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara, Direktur Capital Market PT Phintraco Sekuritas, Andre Mahardika mengatakan, pihaknya akan membentuk kelompok studi pasar modal di galeri investasi tersebut, “Kelompok studi pasar modal ini nantinya akan membantu memberikan teori, sekaligus pendampingan praktik bagi calon investor muda di galeri investasi,” kata Andre.
Pimpinan Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, KH Chairul Baihaqi menyampaikan, peresmian galeri investasi tersebut menjadi amanah besar bagi pesantren. Program ini sangat penting karena memberikan pemahaman mengenai ekonomi syariah dan investasi syariah kepada para santri dan mahasiswa.
“Kami ingin memberikan wawasan yang lebih luas, tidak hanya soal agama, tetapi juga pengetahuan tentang trading syariah dan saham syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia,” jelasnya.
Ia berharap ke depan para alumni pesantren dapat berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. Termasuk bergabung dengan OJK, Bursa Efek Indonesia, maupun perusahaan sekuritas.
“Kami memberikan pandangan yang berbeda. Tidak hanya masalah agama saja, tapi juga berusaha memberikan pengetahuan bagaimana trading syariah, kemudian juga mempunyai saham syariah dari beberapa emiten yang resmi di Bursa Efek Indonesia,” pungkasnya.












