Sleman (22/10). DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan Titik Temu bertema Menghubungkan Hati dalam Bingkai Syari di Youth Centre, Sleman, Minggu (4/10/2026). Kegiatan tahunan ini mempertemukan generasi muda usia nikah untuk memperluas perkenalan dan mempersiapkan kehidupan berkeluarga sesuai syariat Islam.
Wakil Ketua DPW LDII DIY Qomaruddin mengatakan Titik Temu menjadi bagian dari pembinaan generus hingga memasuki jenjang pernikahan. Organisasi tidak hanya mendampingi generasi muda dalam pendidikan dan kegiatan keagamaan, tetapi juga membantu mereka mempersiapkan kehidupan rumah tangga.
“Setiap tahun kami adakan kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab organisasi untuk meramut generus sampai nantinya menikah,” ujar Qomaruddin.
Menurut dia, kegiatan ini menyediakan ruang pergaulan yang positif bagi generus usia nikah. “Peserta dapat bertemu, saling mengenal, dan memperluas jejaring dengan sesama generus melalui proses perkenalan yang tetap mengikuti nilai-nilai agama,” tuturnya.

Qomaruddin mengatakan pembinaan tersebut juga merespons tantangan pergaulan di kalangan anak muda. LDII berupaya mengarahkan generus agar membangun hubungan secara bertanggung jawab dan memahami batasan pergaulan sesuai syariat.
“Kami ingin generus memiliki lingkungan pergaulan yang baik. Melalui kegiatan seperti ini, mereka bisa saling mengenal dengan cara yang terarah dan tetap menjaga nilai-nilai agama,” katanya.
Ia menilai pergaulan tanpa batas dapat membawa persoalan serius, termasuk kehamilan di luar nikah dan hidup bersama tanpa ikatan pernikahan. Karena itu, pendampingan diperlukan agar generus memiliki pemahaman yang baik saat membangun hubungan dengan calon pasangan.
Selain mempertemukan peserta, Titik Temu bertujuan memperluas jejaring antargenerus LDII di wilayah DIY. Interaksi selama kegiatan diharapkan menjadi awal bagi peserta untuk melanjutkan proses perkenalan secara lebih serius jika menemukan kecocokan.
“Kami ingin memperluas jejaring antargenerus LDII. Dari pertemuan ini, peserta bisa saling mengenal lebih jauh dan membangun hubungan yang positif dengan tetap memperhatikan tuntunan agama,” ujar Qomaruddin.
Ia berharap peserta dapat membangun kesepahaman sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Kesamaan pandangan mengenai nilai agama, tanggung jawab, dan kehidupan rumah tangga menjadi bekal dalam mempersiapkan keluarga.
“Harapan kami, peserta dapat membangun kesepahaman yang lebih luas. Jika berlanjut ke pernikahan, semoga mereka mampu membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan barokah,” katanya.











