Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Headlines

Ketum DPP LDII: Korupsi Jauh dari Nilai Religi dan Tidak Pancasilais

2020/12/09
in Headlines
2
Ilustrasi Korupsi

Ilustrasi Korupsi

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (8/12). Saban 9 Desember, seluruh dunia memperingatinya sebagai Hari Antikorupsi. Hal tersebut didasari Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi Nomor 58/4 tanggal 31 Oktober 2003. Hari Antikorupsi Sedunia menjadi pengingat, korupsi masih menjadi musuh bersama.

Menengok kondisi Indonesia perihal kejahatan luar biasa itu, Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia tahun 2020 sebesar 3,84 pada skala 0 sampai 5. Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2019 sebesar 3,70. Artinya, cita-cita Reformasi untuk membersihkan Kolusi, Korupsi, Nepotisme (KKN) masih jauh dari kata berhasil.

“Korupsi bagi kami saat ini, merupakan tragedi kemanusiaan. Korupsi yang terjadi pada bangsa ini, makin kejam. Bukan sebatas anggaran proyek, tapi bantuan bencana ataupun wabah juga dikorupsi,” tutur Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso.

Korupsi merupakan musuh semua agama, bahkan hukumannya sangat berat pada masa lalu, “Mencuri pada zaman Rasulullah, bila barang yang dicuri senilai 8 gram emas dan ada saksi, bisa dikenai sanksi pemotongan tangan. Pada masa itu, koruptor tak akan dipotong tangannya, namun biasanya dihukum mati,” ujar Chriswanto.

Mengapa korupsi dihukum sangat keras? Menurut Chriswanto, bila mencuri merupakan kejahatan privat, yang dirugikan hanya satu pihak, pemilik barang. Sementara korupsi, merugikan orang banyak. Bahkan, saat korupsi, para koruptor bekerja sama dalam kejahatan membangun sistem yang merusak atau kolusi. Akibatnya, bukan hanya kekayaan pemerintah atau korporasi yang dirugikan. Namun, pembangunan bisa tak berjalan dengan baik. Dan akibatnya, kesejahteraan rakyat tak pernah tercapai.

“Korupsi saat ini juga tak lagi mengingat waktu dan suasana kebatinan masyarakat, saat Indonesia bergulat dengan wabah, masih saja ada pihak yang korupsi,” ujar Chriswanto. Menurutnya, koruptor memiliki hati yang diselubungi kegelapan, “Rasulullah menggambarkan setiap perbuatan dosa menciptakan noda hitam pada hati. Ketika tidak bertobat dan terus mengulangi, maka noda hitam itu makin banyak dan menghitamkan hatinya,” ujar Chriswanto mengutip hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi.

Mereka yang berhati hitam, sulit untuk menerima kebenaran dan tentu saja tidak memiliki perasaan untuk terus melakukan dosa. Termasuk dalam hal ini para koruptor, yang makin tak peduli dengan bangsa Indonesia yang sedang mengalami kesulitan.

Chriswanto juga mengisahkan, Nabi Muhammad sangat melarang praktik korupsi, dengan mengutip kisah dari hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari:

Abu Hurairah berkata: Ketika kami selesai memenangkan perang Khaibar, dalam ghanimah tidak terdapat emas dan perak hanya ternak sapi, unta, barang bekas dan kebun. Kemudian kita kembali bersama Nabi SAW ke Wadil Qura. Bersama Nabi SAW ada seorang hamba sahaya bernama Mid’am, hadiah dari seseorang dari suku Bani Adhibab, dan ketika hamba itu menurunkan kendaraan Nabi SAW tiba-tiba ada panah melesat mengenai hamba tersebut hingga mati, maka orang-orang berkata: Untunglah ia mati syahid. Mendadak Rasulullah SAW bersabda: “Demi Allah, yang jiwaku ada dalam genggamannya, kemul yang dia ambil dari ghanimah yang belum dibagi, kini menyala api diatas tubuhnya (ruhnya). Setelah itu (spontan) datanglah seseorang yang mendengar sabda Nabi tersebut dengan membawa dua tali sepatu (sendal), sambil berkata: “Ini saya ambil dari ghanimah sebelum dibagi”, maka Nabi SAW bersabda: “Satu atau kedua tali sepatu itu merupakan bagian dari api neraka”.

Praktik korupsi juga jauh dari nilai-nilai Pancasila, karena bertentangan dengan semangat gotong-royong dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, “Korupsi merupakan cermin mementingkan diri sendiri, jauh dari semangat gotong royong yang merupakan inti Pancasila, dengan kata lain koruptor tidak Pancasilais,” ujarnya.

Senada dengan Chriswanto Santoso, anggota DPR Komisi VI dari Fraksi Golkar, Singgih Januratmoko mengatakan korupsi membawa imbas negatif bagi pembangunan, “Praktik korupsi menciptakan ekonomi biaya tinggi yang jadi beban bagi pelaku ekonomi. Kondisi ini berimbas pada mahalnya harga jasa dan pelayanan publik,” tegas Singgih.

Imbasnya, menurut Singgih, para pelaku ekonomi memasang harga yang tinggi, agar dapat menutupi kerugian karena besarnya modal yang keluar karena penyelewengan, “Dalam skala yang lebih luas, bila indeks korupsi sangat tinggi di sebuah negara, dapat mengurangi kepercayaan investor internasional,” paparnya. Pada akhirnya, hal tersebut akan menghambat investasi yang masuk ke Indonesia. Kekhawatiran lainnya, imbuh Singgih, korupsi juga menjadikan produk-produk Indonesia kalah bersaing pada pasar global.

Korupsi yang marak di segala bidang, bukan hanya meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Korupsi pada bidang-bidang tertentu berakibat penurunan kualitas bidang tersebut, “Bahkan juga dapat menurunkan tingkat kebahagiaan masyarakat,” ujar Singgih.

*Pers Rilis DPP LDII

Tags: AmoralDosakemanusiaanKolusiKorupsiKriminalRugiTragedi

Comments 2

  1. Pingback: Ketum DPP LDII: Korupsi Jauh dari Nilai Religi dan Tidak Pancasilais – Ldii Provinsi Aceh
  2. Satya says:
    6 years ago

    Sepertinya Korupsi tidak akan pernah hilang selama sistim pelayanan publik dipersepsi oleh masyarakat sebagai jasa yg harus “dibayar”….bukan merupakan haq masyarakat. Sehingga saat masyarakat menerima pelayanan dari pejabat/petugas publik, yang terpikir oleh masyarakat harus memberi imbalan dengan istilah tanda terima kasih atau tanda syukur. Jadi memang korupsi di indonesia ini sungguh sudah membudaya yg sulit diubah.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Harfan Suyoko on LDII Bener Meriah Silaturahim dengan Wakil Bupati Bahas Pemberdayaan Umat
  • Fauzi Achmadi on Buka Musda VI LDII Kota Metro, Wali Kota Penguatan Ormas dalam Pembangunan
  • Supardo on Buka Musda VI LDII Kota Metro, Wali Kota Penguatan Ormas dalam Pembangunan
  • Supardo on LDII Hadiri Rapat Kerja Daerah MUI Jakarta Pusat Dorong Perkuat Nilai Moderasi Agama
  • Muhamad Ipa Slamet on Ketua DPP LDII: TNI Dan Ormas Harus Saling Memperkuat Jaga Kedaulatan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Meningkatkan Kualitas Ketakwaan kepada Allah SWT dengan Silaturohim dan Berbagi Bersama Anak Yatim-Dhuafa

Meningkatkan Kualitas Ketakwaan kepada Allah SWT dengan Silaturohim dan Berbagi Bersama Anak Yatim-Dhuafa

August 16, 2011
Ketua Umum LDII: Ormas Harus Berdampak untuk Kemaslahatan Umat

Ketua Umum LDII: Ormas Harus Berdampak untuk Kemaslahatan Umat

October 17, 2026
LDII Pasar Kliwon Komitmen Perkuat Pembinaan Generasi Muda

LDII Pasar Kliwon Komitmen Perkuat Pembinaan Generasi Muda

September 27, 2026
Dukung Program Indonesia ASRI, Bupati Magetan Apresiasi Aksi Kepedulian Lingkungan LDII

Dukung Program Indonesia ASRI, Bupati Magetan Apresiasi Aksi Kepedulian Lingkungan LDII

August 28, 2026
Mahasiswa UT Batam Helat Program Pembuatan Pupuk Kompos di Budi Luhur Boarding School

Mahasiswa UT Batam Helat Program Pembuatan Pupuk Kompos di Budi Luhur Boarding School

0
LDII Banten Siap Cetak Santri Berdaya Saing Global dan Berakhlak Mulia

LDII Banten Siap Cetak Santri Berdaya Saing Global dan Berakhlak Mulia

0
Ponpes Wali Barokah Terima Kunjungan GKI, Pererat Persaudaraan Lintas Agama

Ponpes Wali Barokah Terima Kunjungan GKI, Pererat Persaudaraan Lintas Agama

0
Perkuat Ketahanan Keluarga, LDII Jakbar Gelar Pelatihan Bimbingan Konseling

Perkuat Ketahanan Keluarga, LDII Jakbar Gelar Pelatihan Bimbingan Konseling

0
Mahasiswa UT Batam Helat Program Pembuatan Pupuk Kompos di Budi Luhur Boarding School

Mahasiswa UT Batam Helat Program Pembuatan Pupuk Kompos di Budi Luhur Boarding School

November 4, 2026
LDII Banten Siap Cetak Santri Berdaya Saing Global dan Berakhlak Mulia

LDII Banten Siap Cetak Santri Berdaya Saing Global dan Berakhlak Mulia

November 4, 2026
Ponpes Wali Barokah Terima Kunjungan GKI, Pererat Persaudaraan Lintas Agama

Ponpes Wali Barokah Terima Kunjungan GKI, Pererat Persaudaraan Lintas Agama

November 4, 2026
Perkuat Ketahanan Keluarga, LDII Jakbar Gelar Pelatihan Bimbingan Konseling

Perkuat Ketahanan Keluarga, LDII Jakbar Gelar Pelatihan Bimbingan Konseling

November 4, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Mahasiswa UT Batam Helat Program Pembuatan Pupuk Kompos di Budi Luhur Boarding School November 4, 2026
  • LDII Banten Siap Cetak Santri Berdaya Saing Global dan Berakhlak Mulia November 4, 2026
  • Ponpes Wali Barokah Terima Kunjungan GKI, Pererat Persaudaraan Lintas Agama November 4, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

TELEGRAM

Untuk mengirim berita dari daerah Anda, silakan install aplikasi TELEGRAM lalu klik tautan berikut:

https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.