Jakarta (4/11). DPD LDII Kota Jakarta Barat (Jakbar) menggelar seminar dan pelatihan Bimbingan Konseling (BK) serta keterampilan dasar konseling. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu pengurus, pendidik, dan pembina dalam merespons berbagai persoalan keluarga maupun generasi muda secara tepat, dengan tetap memperhatikan batasan dan etika konseling.
Ketua DPD LDII Jakarta Barat, Studianto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program kerja LDII di bidang pendidikan dan pemberdayaan keluarga. Pelatihan ini juga melibatkan Penggerak dan Pembina Generasi Penerus (PPG) di berbagai tingkatan untuk memperkuat pembinaan generasi muda.
“Ini adalah salah satu program delapan klaster yang ada di DPP dan kami implementasikan di wilayah Jakarta Barat. Salah satunya adalah pendidikan, di mana kami berkolaborasi dengan PPG di seluruh tingkatan PC dan PAC. Program ini juga menyentuh bagian dari PPKK, yaitu Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga,” ujar Studianto di Aula Serbaguna Pondok Pesantren Mambaul Huda, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (1/11/2026).
Keterampilan konseling menurut Studianto, diperlukan untuk membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. “Hubungan dan komunikasi antara orang tua dan anak harus terus terjalin erat. Melalui pembekalan keterampilan dasar bimbingan konseling bagi para guru, mubaligh-mubalighot, dan pendidik di tingkat cabang, anak-anak yang menghadapi masalah dapat lebih terbuka untuk bercerita kepada pembina, pengurus, maupun orang tuanya,” jelasnya.

Dalam pelatihan tersebut, menghadirkan narasumber konselor keluarga, Nana Maznah Zubir. Ia menyampaikan materi mengenai pembentukan tim konseling, termasuk pemahaman tentang etika, batasan peran, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendampingi seseorang.
Nana menjelaskan, seorang konselor perlu mengenali karakter dan kondisi dirinya sebelum memberikan pendampingan kepada orang lain. Dalam sesi pelatihan, peserta juga mengikuti asesmen kepribadian untuk mengenali kecenderungan karakter, yakni controller, analyst, supporter, dan promoter.
“Langkah awal bagi seorang konselor sebelum mendampingi orang lain adalah mampu mengenali dan membersihkan diri sendiri. Karakter pribadi sangat memengaruhi gaya konseling yang diterapkan,” ungkap Nana.
Melalui kegiatan ini, DPD LDII Jakarta Barat berharap para peserta memiliki bekal dasar untuk melakukan pendampingan di lingkungan masing-masing. Hal ini juga memperkuat pembinaan 29 karakter luhur di lingkungan keluarga dan masyarakat.











