Banyuwangi (17/9). Ketua Umum MUI Jawa Timur, KH Abdul Halim Soebahar menilai gerakan penanaman mangrove masih belum banyak dilakukan secara konsisten. Ia mendorong LDII untuk terus mengambil peran dalam menjaga dan melestarikan kawasan mangrove.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum MUI Jawa Timur dalam aksi pelestarian lingkungan di Pantai Cemara, Banyuwangi yang digelar DPW LDII Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, pada Minggu (23/8/2026). Selain kegiatan pelestarian lingkungan dengan menanam sekitar 1.000 bibit mangrove, LDII juga membersihkan area sekitar pantai.
“Kalau tidak ada yang peduli terhadap persoalan mangrove, maka LDII harus tetap menjaga dan terus melestarikannya. Kami mengingatkan pentingnya menjaga alam dengan merujuk pada Surat Ar-Rum ayat 41,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa ayat tersebut mengingatkan tentang kerusakan di darat maupun laut tidak lepas dari ulah manusia. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan lewat aksi nyata.
“Salah satunya dengan menanam pohon, manfaatnya bukan hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh generasi mendatang. Menanam merupakan sesuatu yang bisa menyelamatkan alam dan generasi di masa mendatang, yang juga merupakan menjadi amal jariyah,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch Amrodji Konawi mengatakan kegiatan bertema “Kerja Bersama Bakti untuk Negeri” merupakan program tahunan yang digagas DPP LDII dan digelar serentak di berbagai daerah pada Agustus.

Amrodji menegaskan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada kondisi lingkungan saat ini, tetapi juga untuk menyiapkan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Menurutnya, berbagai persoalan lingkungan seperti abrasi, tanah longsor, hingga bencana alam menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam.
“Karena itu, harus ada tindak lanjut dari program Kerja Bersama Bakti untuk Negeri. Ini menjadi wujud keseriusan LDII, bersama MUI sebagai rumah besar umat Islam, dalam ikut menjaga dan melestarikan alam,” katanya.
Ia berharap kegiatan di Banyuwangi menjadi contoh yang bisa dikembangkan di daerah lain, “Saya berharap kolaborasi antara LDII Jatim, MUI Jatim, dan Pemkab Banyuwangi ini bisa mendorong gerakan pelestarian lingkungan yang lebih luas secara nasional,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris MUI Banyuwangi Barur Rohim, jajaran pengurus DPD LDII Banyuwangi, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan, PCNU, PD Muhammadiyah, PC Al-Irsyad Al-Islamiyyah Banyuwangi, Kapolsek dan Danramil, dan berbagai unsur Forkopimda setempat.










