Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Headlines

Ketua DPP LDII Ingatkan Dampak Berantai Bahaya Kekeringan

2026/09/17
in Headlines, Nasional
3
Ketua DPP LDII Dicky Budiman yang juga epidemiolog. Foto: LINES.

Ketua DPP LDII Dicky Budiman yang juga epidemiolog. Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (17/9). Kekeringan meteorologis yang meluas di sejumlah wilayah Indonesia perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko kesehatan masyarakat. Kondisi yang ditandai defisit curah hujan dalam periode tertentu tersebut tidak otomatis berarti terjadi krisis air bersih, tetapi kekeringan berkepanjangan dapat menekan ketersediaan air, sanitasi, pangan, hingga layanan kesehatan.

Ahli Global Health Security dan Planetary Health yang juga Ketua DPP LDII, Dicky Budiman, mengatakan status kekeringan meteorologis seharusnya menjadi sinyal awal bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan. “Persoalannya bukan hanya minimnya hujan, tetapi juga durasinya. Durasi inilah yang mengubah profil risiko kesehatan, dari sekadar tidak nyaman menjadi ancaman struktural,” ujar Dicky.

Menurut Dicky, keterbatasan air dapat mendorong masyarakat mengurangi penggunaan air untuk mandi, mencuci tangan, dan membersihkan peralatan makan karena kebutuhan minum dan memasak menjadi prioritas. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyakit yang ditularkan melalui jalur fekal-oral, seperti diare, disentri, dan hepatitis A.

Risiko juga meningkat ketika masyarakat terpaksa menggunakan sumber air yang tidak terlindungi, seperti sungai atau sumur dangkal yang tercemar. Sementara itu, penampungan air dalam wadah terbuka dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit berbasis vektor.

Selain penyakit infeksi, kekeringan dapat memicu gangguan kulit dan mata akibat berkurangnya aktivitas mandi dan mencuci muka. Paparan panas dalam waktu panjang juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk gangguan ginjal, terutama pada pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Dicky menambahkan, dampak kekeringan juga mencakup kesehatan mental, malnutrisi pada balita, terganggunya operasional fasilitas kesehatan, hingga meningkatnya risiko kabut asap dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). “Ketika episodenya berlangsung panjang, kekeringan bukan lagi sekadar persoalan satu musim. Profil risikonya ikut berubah,” ujarnya.

Dampak sosial turut dirasakan rumah tangga ketika jarak dan waktu untuk memperoleh air semakin panjang. Perempuan dan anak perempuan menjadi kelompok yang dapat menanggung beban lebih besar karena harus membantu memenuhi kebutuhan air, yang pada akhirnya berpotensi mengurangi waktu belajar, bekerja, maupun beristirahat.

Kelompok rentan yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi balita, lansia, ibu hamil dan menyusui, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang tinggal di permukiman informal atau padat. Petani subsisten, pasien penyakit ginjal kronis, dan masyarakat di wilayah kepulauan serta pesisir juga menghadapi kerentanan yang perlu diperhitungkan dalam penanganan kekeringan.

Dicky mengatakan kesiapsiagaan tidak selalu harus dimulai dengan pembangunan infrastruktur baru. Ketahanan masyarakat dapat diperkuat dengan mengoptimalkan jaringan sosial yang telah tersedia, mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, hingga komunitas.

Di tingkat keluarga, masyarakat dapat menyiapkan penampungan air hujan sebelum memasuki puncak kemarau. Wadah penyimpanan perlu ditutup dan dikuras secara berkala agar tidak menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk.

Ilustrasi: Pinterest.

“Yang penting adalah kesiapan sebelum krisis. Air juga perlu diprioritaskan. Air terbaik digunakan untuk minum dan memasak, sedangkan air bekas cucian yang masih layak dapat digunakan untuk menyiram atau membersihkan lingkungan,” kata Dicky.

Masyarakat juga perlu menyiapkan alternatif pengolahan air apabila terpaksa menggunakan sumber yang tidak terlindungi. Di saat yang sama, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun perlu dipertahankan dan anggota keluarga yang rentan harus dipantau dari tanda dehidrasi maupun gangguan kesehatan lainnya.

Di tingkat komunitas, sumber air bersama dapat dikelola melalui jadwal kebersihan dan perlindungan dari kontaminasi. Sistem peringatan dini juga perlu diterjemahkan menjadi informasi yang mudah dipahami sehingga masyarakat mengetahui tindakan yang harus dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi krisis.

“Pemetaan kelompok rentan di tingkat RT penting agar bantuan air dan logistik diprioritaskan sesuai tingkat kerentanan, bukan dibagikan secara sama rata,” ujar Dicky.

Pandangan tersebut sejalan dengan Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan (LISDAL) DPP LDII, Atus Syahbudin, yang mendorong masyarakat membangun ketahanan air sejak musim hujan. Menurutnya, penanganan kekeringan tidak cukup hanya mengandalkan distribusi air bersih ketika kemarau, tetapi perlu diawali dengan menampung air saat ketersediaannya melimpah.

“Yang paling penting adalah menabung air. Kita perlu memiliki bak yang lebar dan bertingkat agar air hujan yang tersedia selama musim penghujan bisa disimpan untuk memenuhi kebutuhan selama enam bulan musim kemarau,” kata Atus.

Atus menjelaskan, pola pengelolaan air perlu disesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan setiap wilayah. Salah satu pendekatan yang dikembangkan LDII adalah memanfaatkan masjid sebagai bagian dari infrastruktur ketahanan air masyarakat melalui pemanenan dan penampungan air hujan.

“Prinsipnya sederhana: ketika air berlebih kita simpan, ketika cadangan air berkurang maka kita manfaatkan dengan hemat. Jangan sampai air hujan yang begitu banyak ketika musim hujan justru terbuang, sementara ketika kemarau masyarakat kesulitan mendapatkan air,” ujarnya.

Konsep tersebut mulai diterapkan di sejumlah wilayah, termasuk Gunungkidul. Masjid Al-Fattah di Saptosari, misalnya, memiliki dua bak penampungan dengan kapasitas masing-masing sekitar 15.000 liter sehingga mampu menyimpan sekitar 30.000 liter air.

Bagi Atus, penguatan ketahanan air tidak berhenti pada pembangunan sarana, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku. Air hujan perlu dipandang sebagai sumber daya yang dapat dipanen, disimpan, dan dikelola bersama sebelum masyarakat memasuki periode kekeringan.

Kadep LISDAL DPP LDII Atus Syahbudin (kiri) dan Ketum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya (kanan) saat media gathering Pramuswil VIII LDII DIY. Foto: LINES.

Di sejumlah daerah, LDII juga melakukan distribusi air bersih dan pembangunan sumur wakaf bagi masyarakat yang membutuhkan. Masjid dan pesantren dapat menjadi titik edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, pengelolaan air, serta pencegahan penyakit selama periode kekeringan.

Pesan kesehatan tersebut dapat disampaikan secara rutin melalui mimbar keagamaan, antara lain mengenai pentingnya mencuci tangan, menjaga kebersihan tempat ibadah, serta mencegah penampungan air terbuka yang dapat menjadi tempat berkembangnya nyamuk.

Selain edukasi, sumber daya sosial masyarakat dapat dimobilisasi untuk memperkuat respons terhadap kekeringan. Dana sosial dapat diarahkan untuk membantu penyediaan sumber air, sementara relawan muda dapat mendukung distribusi air dan logistik serta gotong-royong menjaga kebersihan sumber air.

Koordinasi dengan BPBD dan dinas kesehatan juga diperlukan agar respons organisasi masyarakat dapat melengkapi upaya pemerintah, terutama dalam menjangkau masyarakat di wilayah yang sulit mendapatkan layanan formal.

“Organisasi keagamaan memiliki jangkauan sampai akar rumput, kepercayaan sosial yang tinggi, dan mimbar komunikasi rutin. Kekuatan ini bisa digunakan untuk mempercepat mitigasi di tingkat masyarakat,” pungkas Dicky.

Tags: DampakDPP LDIIKekeringan

Comments 3

  1. Kasriyati says:
    2 months ago

    Muga2:Allah paring barokah🤲🤲🤲

    Reply
  2. AngkaDH says:
    2 months ago

    Semoga Alloh segera menurunkan hujan yg manfaat dan barokah

    Reply
  3. Rubiyo says:
    2 months ago

    Di Gunung Kidul sejak lama telah melakukan model penyimpanan air hujan dengan membuat bak penampungan ( istilah lokal KOLAH). Tidak saja menyimpan air di musim kemarau tetapi keperluan sehari hari untuk minum, mandi dan cuci dan keerluan lain menggunakan air tersebut.
    Ajzkh

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Harfan Suyoko on LDII Bener Meriah Silaturahim dengan Wakil Bupati Bahas Pemberdayaan Umat
  • Fauzi Achmadi on Buka Musda VI LDII Kota Metro, Wali Kota Penguatan Ormas dalam Pembangunan
  • Supardo on Buka Musda VI LDII Kota Metro, Wali Kota Penguatan Ormas dalam Pembangunan
  • Supardo on LDII Hadiri Rapat Kerja Daerah MUI Jakarta Pusat Dorong Perkuat Nilai Moderasi Agama
  • Muhamad Ipa Slamet on Ketua DPP LDII: TNI Dan Ormas Harus Saling Memperkuat Jaga Kedaulatan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Meningkatkan Kualitas Ketakwaan kepada Allah SWT dengan Silaturohim dan Berbagi Bersama Anak Yatim-Dhuafa

Meningkatkan Kualitas Ketakwaan kepada Allah SWT dengan Silaturohim dan Berbagi Bersama Anak Yatim-Dhuafa

August 16, 2011
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Ponpes Gadingmangu Helat Aksi Bersih Lingkungan

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Ponpes Gadingmangu Helat Aksi Bersih Lingkungan

June 15, 2025
LDII Lembang dan Parongpong Pelaksana Awal Cek Kesehatan Gratis LDII di Bandung Barat

LDII Lembang dan Parongpong Pelaksana Awal Cek Kesehatan Gratis LDII di Bandung Barat

May 31, 2025
LDII Jebres Gencarkan Sosialisasi Anti-Bullying di Pesantren

LDII Jebres Gencarkan Sosialisasi Anti-Bullying di Pesantren

July 30, 2025
Buka Diklat Jurnalistik, Kepala Dinas Diskominfo Sultra Ingatkan Saring Sebelum Sharing

Buka Diklat Jurnalistik, Kepala Dinas Diskominfo Sultra Ingatkan Saring Sebelum Sharing

0
LDII Sumedang Silaturahim ke Kodim 0610 Bahas Kondusivitas Wilayah

LDII Sumedang Silaturahim ke Kodim 0610 Bahas Kondusivitas Wilayah

0
LDII Jatim Dorong Santri Kawal Indonesia Emas 2045

LDII Jatim Dorong Santri Kawal Indonesia Emas 2045

0
Biro PPKK LDII Kalsel Perkuat Wawasan Program Pemberdayaan melalui Kunjungan ke Jogja

Biro PPKK LDII Kalsel Perkuat Wawasan Program Pemberdayaan melalui Kunjungan ke Jogja

0
Buka Diklat Jurnalistik, Kepala Dinas Diskominfo Sultra Ingatkan Saring Sebelum Sharing

Buka Diklat Jurnalistik, Kepala Dinas Diskominfo Sultra Ingatkan Saring Sebelum Sharing

November 6, 2026
LDII Sumedang Silaturahim ke Kodim 0610 Bahas Kondusivitas Wilayah

LDII Sumedang Silaturahim ke Kodim 0610 Bahas Kondusivitas Wilayah

November 6, 2026
LDII Jatim Dorong Santri Kawal Indonesia Emas 2045

LDII Jatim Dorong Santri Kawal Indonesia Emas 2045

November 6, 2026
Biro PPKK LDII Kalsel Perkuat Wawasan Program Pemberdayaan melalui Kunjungan ke Jogja

Biro PPKK LDII Kalsel Perkuat Wawasan Program Pemberdayaan melalui Kunjungan ke Jogja

November 6, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Buka Diklat Jurnalistik, Kepala Dinas Diskominfo Sultra Ingatkan Saring Sebelum Sharing November 6, 2026
  • LDII Sumedang Silaturahim ke Kodim 0610 Bahas Kondusivitas Wilayah November 6, 2026
  • LDII Jatim Dorong Santri Kawal Indonesia Emas 2045 November 6, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

TELEGRAM

Untuk mengirim berita dari daerah Anda, silakan install aplikasi TELEGRAM lalu klik tautan berikut:

https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.